NASAB BA’ALAWI DIAKUI NAQOBAH ASYRAF SEDUNIA, FITNAH SEKTE IMAD TERBANTAH



Fatahillah313, Jakarta - Polemik mengenai nasab Ba’alawi kembali dipantik di ruang publik. 
Isu lama yang sejatinya telah tuntas secara keilmuan itu diangkat ulang dengan narasi provokatif, seolah-olah nasab para habaib Ba’alawi adalah rekayasa sejarah. 
Namun, fakta ilmiah dan pengakuan resmi lembaga-lembaga otoritatif dunia Islam justru menunjukkan sebaliknya: 
Nasab Ba’alawi adalah sahih, bersambung, dan diakui secara global sebagai keturunan Rasulullah ﷺ melalui jalur Sayyidina Husain bin Ali رضي الله عنهما.

Di tengah derasnya arus disinformasi, para ahli nasab (nasabah), ulama muktabar, serta lembaga resmi Naqobah Asyraf di berbagai negara dunia Islam tampil memberikan penegasan. 
Mereka menilai tuduhan terhadap nasab Ba’alawi bukanlah hasil kajian akademik, melainkan produk propaganda ideologis yang miskin metodologi dan nihil otoritas ilmiah.


Siapa yang Menolak Nasab Ba’alawi?

Penolakan terhadap nasab Ba’alawi, menurut banyak ulama, bukan datang dari arus utama umat Islam. Penolakan itu justru bersumber dari kelompok pinggiran, terutama sebagian kecil kalangan Wahabi yang secara prinsipil menolak konsep keistimewaan nasab Rasulullah ﷺ, serta kelompok Imad PWI-LS cs yang oleh banyak pihak dinilai sebagai pembegal nasab.

Narasi yang dibangun kelompok ini kerap sarat sentimen, penuh insinuasi, dan dipenuhi nuansa kebencian terhadap habaib. 
Tuduhan-tuduhan tersebut tidak disertai sanad keilmuan yang valid, tidak merujuk pada arsip resmi, dan bertentangan dengan tradisi panjang ilmu nasab dalam Islam.


Pengakuan Resmi Naqobah Asyraf Internasional

Fakta krusial yang sengaja diabaikan para penolak adalah pengakuan resmi lintas negara terhadap Imam Ubaidillah bin Ahmad al-Muhajir, leluhur utama Ba’alawi. 
Nama beliau tercatat dan diakui dalam dokumen serta arsip Naqobah Asyraf di berbagai pusat peradaban Islam, antara lain:

    • Irak
    • Palestina
    • Yaman dan Hadramaut
    • Lebanon
    • Uni Emirat Arab
    • Arab Saudi
    • Mesir

Pengakuan ini bukan klaim sepihak atau cerita lisan tanpa dasar, melainkan hasil verifikasi berlapis lintas generasi, dilakukan oleh lembaga resmi yang memiliki otoritas, sanad keilmuan, serta arsip sejarah yang terjaga selama ratusan tahun.

Dalam tradisi keilmuan Islam, Naqobah Asyraf bukan institusi sembarangan. 
Ia adalah lembaga yang sejak berabad-abad lalu bertugas menjaga, memverifikasi, dan menetapkan nasab keturunan Rasulullah ﷺ secara ketat dan bertanggung jawab.


Membongkar Fitnah Sekte Imad

Untuk menjawab berbagai fitnah yang disebarkan oleh sekte Imad dan jaringan PWI-LS, sejumlah dokumentasi penting telah dipublikasikan secara terbuka. 
Dokumentasi ini mencakup rekaman penjelasan ulama, paparan akademik, serta arsip resmi Naqobah Asyraf internasional yang tidak terbantahkan:

Part 1 – Imam Ubaidillah dan Naqobah Asyraf Irak
https://youtu.be/MEDihEBTm-Y

Part 2 – Imam Ubaidillah dan Naqobah Asyraf Palestina
https://youtu.be/tTLz65EEQGU

Part 3 – Nasab Ba’alawi Menurut Ulama Yaman dan Hadramaut
https://youtu.be/-GJk1hY99nM

Part 4 – Imam Ubaidillah dalam Catatan Naqobah Asyraf Lebanon
https://youtu.be/roPzuWD2zn8

Part 5 – Imam Ubaidillah dalam Catatan Naqobah Asyraf Uni Emirat Arab

https://youtu.be/MHDwXdU6d7k

Part 6 – Imam Ubaidillah dalam Catatan Naqobah Asyraf Arab Saudi
https://youtu.be/Zqyz1koMOU0

Part 7 – Imam Ubaidillah dalam Catatan Naqobah Asyraf Mesir
https://youtu.be/eQWkFNNz69I

Dokumentasi tersebut menunjukkan satu benang merah yang sama: pengakuan konsisten dan berkesinambungan terhadap nasab Imam Ubaidillah al-Muhajir dan keturunannya, termasuk Ba’alawi.


Konsensus Ulama vs Kelompok Pinggiran

Dalam disiplin ilmu nasab, berlaku kaidah yang sangat dikenal di kalangan ulama:
Al-itsbāt bil-istifādhah wal-i‘tirāf al-‘ām
(Nasab ditetapkan melalui pengakuan luas dan kesinambungan sejarah).

Kaidah ini sepenuhnya terpenuhi pada nasab Ba’alawi. 
Pengakuan bersifat massif, lintas wilayah, lintas mazhab, dan lintas abad. 
Sebaliknya, tuduhan yang disebarkan oleh kelompok penolak tidak memenuhi satu pun standar ilmiah: 
Tanpa sanad, tanpa legitimasi lembaga resmi, dan bertentangan dengan ijma’ ahli nasab.

Karena itu, para ulama menilai upaya menggiring opini bahwa nasab Ba’alawi palsu adalah gerakan ideologis, bukan kajian akademik. 
Ia lebih menyerupai agitasi berbasis kebencian ketimbang penelitian ilmiah yang jujur.


Umat Diminta Waspada


Umat Islam diimbau agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi sensasional yang diproduksi kelompok pinggiran. 
Dalam perkara sensitif seperti nasab Rasulullah ﷺ, rujukan utama haruslah ulama muktabar dan lembaga nasab resmi yang telah diakui dunia Islam, bukan opini liar di media sosial.

Sejarah, arsip, dan konsensus ulama telah berbicara. 
Nasab Ba’alawi bukan mitos, bukan klaim kosong, melainkan fakta ilmiah yang diakui secara global. 
Fitnah boleh diulang, tetapi kebenaran memiliki daya tahannya sendiri.

(as)
#NasabBaAlawi #NaqobahAsyraf #KeturunanRasulullah #FitnahTerbantah #Habaib #IlmuNasab #SejarahIslam #LawanDisinformasi