Uraian Ust. Adi Hidayat: “Perintah Salat 5 Waktu dalam Al-Qur’an” Bantah Klaim Ngawur Ade Armando & Mikhana yang Menyesatkan Publik

Analisis Keislaman

Fatahillah313, Jakarta - Percaya atau tidak, pernyataan “salat lima waktu tidak ada dalam Al-Qur’an” kembali diulang-ulang oleh figur publik seperti Ade Armando dan Mikhana, seolah-olah itu temuan baru yang cerdas dan rasional.
Padahal, bagi siapa pun yang jujur membaca Al-Qur’an secara utuh, klaim tersebut tidak lebih dari argumentasi setengah matang yang lahir dari keterputusan dengan metodologi tafsir.

Di sinilah publik kembali menyaksikan bagaimana Ustaz Adi Hidayat (UAH), dengan ketelitian ilmiah, kedalaman bahasa Arab, dan penguasaan tafsir klasik, membongkar satu per satu kekeliruan fatal dalam narasi tersebut.


Ketika Keraguan Diproduksi, Bukan Dicari 

Ini bukan soal bertanya. 
Ini soal bagaimana pertanyaan diproduksi, diarahkan, lalu disebarkan.
Pernyataan Ade Armando dan Mikhana tentang salat lima waktu bukanlah diskursus akademik, melainkan narasi yang sengaja dipermudah, dipotong, lalu dilempar ke publik awam seolah-olah itu hasil kajian rasional.
Salat lima waktu itu tidak ada di Al-Qur’an.
Yang ada cuma tiga waktu.
Hadis bisa ditafsirkan macam-macam.
Kalimat-kalimat ini bukan baru, tapi sengaja diulang, karena satu hal: 
👉 keraguan selalu lebih cepat viral dibanding kebenaran yang butuh penjelasan.

Masalahnya sederhana: 
Apakah klaim itu jujur secara ilmiah? 
Jawabannya: tidak.

Dan Ust. Adi Hidayat membuktikannya tanpa retorika kosong.


Kesalahan Fatal: Membaca Al-Qur’an Seperti Status Media Sosial 

UAH langsung membongkar kesalahan paling mendasar:
Al-Qur’an tidak bisa dipahami dengan satu ayat lalu ditarik kesimpulan.
Apa yang dilakukan Ade Armando dan Mikhana adalah metode cherry-picking, mengambil satu ayat (Al-Isra: 78), menutup ayat lain, lalu berkata: 
lihat, cuma tiga.
Ini bukan tafsir. Ini distorsi.
Padahal Al-Qur’an sendiri menegaskan prinsipnya:

QS. An-Nisa: 103
Salat adalah kewajiban yang telah ditetapkan waktunya.
Kalimat ini menghancurkan klaim sejak awal. 
Karena kalau waktunya ditetapkan, maka mustahil tidak dijelaskan.

Pertanyaannya bukan ada atau tidak, tetapi: 
Apakah mau membaca secara jujur atau tidak.


Investigasi Ayat: Lima Waktu, Lima Titik, Lima Ujian Iman 

UAH tidak beropini. 
Ia menginventarisasi data Qur’ani.
Dan hasilnya jelas.

Subuh 
Disebut dengan dua nama sah Qur’ani:
    • Fajar (QS. Al-Isra: 78)
    • Subuh (QS. An-Nur: 58; QS. Ar-Rum: 17)
➡️ Bukan asumsi. Nama disebut.

Zuhur 
    • Matahari tergelincir (QS. Al-Isra: 78)
    • Hina tuzhirun (QS. Ar-Rum: 18)
➡️ Ini definisi astronomis, bukan simbolik.

Asar 
    • Asyiyyan (QS. Ar-Rum: 18)
    • Penekanan momentum (QS. Al-‘Asr)
➡️ Asar bukan “tambahan hadis”, tapi fase kritis iman dalam Al-Qur’an.

Magrib 
    • Dua ujung siang (QS. Hud: 114)
    • Tumsun (QS. Ar-Rum: 17)
➡️ Tenggelamnya matahari = magrib. Tidak ada perdebatan bahasa.

Isya 
    • Disebut eksplisit: salatil isya (QS. An-Nur: 58)
➡️ Bahkan namanya tidak ditakwil.


Fakta Tak Terbantahkan: Klaim Itu Gugur 

Setelah seluruh ayat disusun:

✔️ Subuh 
✔️ Zuhur 
✔️ Asar 
✔️ Magrib 
✔️ Isya

Lima. 
Lengkap. 
Terang.


Pertanyaan “di mana dalilnya?” sudah terjawab tuntas.

Jika masih bersikukuh mengatakan “tidak ada”, maka itu bukan masalah dalil, tapi Keimanan bermasalah.


Editorial: Ini Bukan Kritik, Ini Manipulasi Wacana 

Redaksi menilai, narasi seperti ini berbahaya karena:
    1. Memanfaatkan ketidaktahuan publik
    2. Menyamarkan ketidaktelitian sebagai rasionalitas
    3. Mengadu Al-Qur’an dengan hadis secara palsu
    4. Menggerus keyakinan dasar umat dengan logika setengah matang
Ust. Adi Hidayat menutup dengan pernyataan yang keras tapi jujur:
Orang beriman pasti tahu waktu salatnya.

Bukan karena hafal jadwal, tetapi karena iman selalu diuji lima kali sehari.

🎥 Video Pelengkap Judul: Ust. Adi Hidayat Membuktikan Waktu Salat Ada di Al-Qur’an 
(Sematkan video kajian resmi UAH tentang waktu salat dan bantahan klaim “tiga waktu”)


Kesimpulan Tegas Bukan Al-Qur’an yang tidak menjelaskan. 
Yang terjadi adalah penjelasan diabaikan demi sensasi.

Ust. Adi Hidayat menunjukkan bahwa:
    • Al-Qur’an konsisten
    • Dalilnya berlapis
    • Metodenya ilmiah
    • Kesimpulannya tak terbantahkan

Dan satu hal jadi terang: 
Narasi “salat lima waktu tidak ada di Al-Qur’an” adalah klaim gagal secara akademik dan menyesatkan secara publik.


(as)
#UstAdiHidayat #BongkarHoaksAgama #SalatLimaWaktu #NgajiIlmiah #ManipulasiWacana #IslamBerbasisDalil #UAH