Berikut pandangan para tokoh nasional, disajikan utuh sesuai alur pernyataan sumber.
Megawati Sukarnoputri: “Kalau Ada Ijazah, Ya Udah Aja Dong”
Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Sukarnoputri, menanggapi polemik ijazah dengan nada lugas dan sederhana.
Megawati Sukarno Putri:
Orang banyak tuh sekarang gonjang-ganjing
urusan ijazah benar apa enggak.
Lah kok susah amat ya.
Kan kalau ada ijazah yaudah aja dong,
kasih aja, ini ijazah saya.
Gitu loh.
Pernyataan Megawati mencerminkan keheranan publik:
Jika ijazah itu benar ada, mengapa tidak ditunjukkan saja agar polemik berhenti.
Jusuf Kalla: Ijazah Adalah Soal Martabat Jabatan Publik
Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, melihat isu ini dari sudut pandang administratif dan kehormatan pejabat negara.
Bapak Jusuf Kalla (JK):
Ini ijazah saya, ijazah saya harus hati-hati,Menurut JK, ijazah bukan sekadar formalitas, melainkan syarat mendasar yang menyangkut kredibilitas dan kehormatan jabatan publik.
harus betul disimpan baik-baik.
Nanti di belakang hari dipertanyakan
kalau tidak aslinya.
Nah itu masalah besar.
Kalau Anda suruh jadi gubernur, jadi apa bupati,dari apa?
Ditanya ijazah tidak ada.
Anda memalukan.
Hidayat Nur Wahid: Selesaikan di Kampus, Bukan di Arena Politik
Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, menawarkan pendekatan akademik dan etis dalam menyelesaikan persoalan ini.
Hidayat Nur Wahid:
Dengan demikian, bagi saya,Ia bahkan mendorong pembuktian secara terbuka dan ilmiah.
urusan ijazah saya itu tidak perlu
dengan hukum,
masuk ke urusan politik, enggak perlu.
Cukup diselesaikan di kampus.
Karena kampus itu masyarakat yang
sangat komited pada etika
dan disana punya ilmuwan,
punya sains.
Hei, Pak Jokowi, Anda punya ijazah kan?
Ayo dong,
dengan bangga sukarela tunjukkan.
Hei, kawan-kawan, fakultas sains,
yang kamu ahli, apa namanya?
Forensik digital.
Teliti ini, Pak Jokowi, silahkan teiliti.
Selesai urusannya.
Terbuka, saksikan oleh senat guru besar.
Aa Gym: Ijazah Dunia dan Pertanggungjawaban Akhirat
Pendakwah Aa Gym membawa isu ijazah ke dalam refleksi moral dan spiritual.
Aa Gym:
Aa Gym:
Ijazah enggak beres-beres aja.
Aduuh, ingat itu jadi kesal.
Ijazah selembar aja di dunia,
kalau dihisap, sudah segitu repotnya.
Gimana di akhir?
Saya sarankan, kalau Bapak ditanya ijazah,
Bapak punya ijazah enggak?
Nih, lihat sendiri asli,
ayo periksa sendiri.
Saudara mau ambil aja ah.
Saya udah tua, udah males ngurusin ijazah.
Gitu.
Saya mau ngurusin kubur saya,
lapang atau tidak.
Pernyataan ini menekankan bahwa kejujuran tidak berhenti pada urusan dunia, tetapi juga menjadi bekal pertanggungjawaban di akhirat.
Mardigu: Polemik yang Tak Akan Pernah Selesai
Pandangan paling skeptis disampaikan oleh Mardigu, yang menilai polemik ijazah Jokowi sarat kepentingan dan berisiko besar jika dibuka.
Mardigu:
Oke, sahabat.
Bagaimana kalau kita mendiskusikan
polemik ijazah Jokowi?
Menurut saya ijazah tersebut
sampai akhir jaman
tidak akan pernah terlihat
atau tidak pernah ada
atau ditunjukkan.
Ia mengaitkan persoalan ini dengan dampak hukum dan politik yang luas.
Karena ya, kalau terbukti palsu, apa yang terjadi?
Itu kebijakan-kebijakan dia
selama menjabat 10 tahun, bahkan sebelumnya sebagai gubernur, sebagai presiden.
Juga rumahnya yang fasilitasnya luar biasa
di Solo ini, pasti hilang semua.
Dan banyak sekali kebijakan-kebijakan dia
yang merugikan banyak orang.
Dan itu banyak lagi pejabat yang terkait
dalam hal itu, sehingga
menurut saya sampai kapanpun
ijazah ini tidak akan pernah selesai
dan terus seruat.
Tapi itu hanya pendapat saya pribadi.
Menurut sahabat, apa kira-kira yang terjadi?
Akan terbuka?
Akan melihat aslinya?
Atau palsu?
Atau hangus?
Begitu aja.
Ditunggu komentarnya.
Ijazah, Transparansi, dan Kepercayaan Publik
Beragam pandangan para tokoh menunjukkan bahwa polemik ijazah Jokowi bukan sekadar persoalan dokumen akademik.
Ia telah menjelma menjadi ujian transparansi, kejujuran, keadila, dan kepercayaan publik terhadap pemimpin nasional.
Apakah persoalan ini akan diselesaikan secara terbuka, atau justru terus menjadi polemik tanpa ujung, publik masih menunggu jawabannya.
(as)
Apakah persoalan ini akan diselesaikan secara terbuka, atau justru terus menjadi polemik tanpa ujung, publik masih menunggu jawabannya.
(as)
#IjazahJokowi #PolemikIjazah #TokohNasional #TransparansiPublik #PolitikIndonesia #KejujuranPemimpin


