Surat Instruksi Siaga 1 Peringatan Keras dari DTN Persada 212 untuk Seluruh Kader dan Simpatisan

Fatahillah 313, Jakarta – Suasana politik nasional kembali menghangat setelah Dewan Tanfidzi Nasional (DTN) Persaudaraan Alumni 212 (Persada 212) mengeluarkan surat instruksi resmi bernomor 038/SK/DTN Persada 212/Rabiul Awal/1447 H pada Senin, 1 September 2025. Surat ini ditandatangani langsung oleh Ketua Umum KH. Ahmad Shobri Lubis dan Sekretaris Jenderal Ust. drh. Uus Solihuddin.

Instruksi tersebut tidak sekadar imbauan biasa, melainkan perintah strategis kepada seluruh struktur organisasi: mulai dari Dewan Tanfidzi Provinsi (DTP), Dewan Tanfidzi Kabupaten/Kota (DTK), Koordinator Kecamatan (Korcam), Koordinator Desa (Kordes), hingga simpatisan Persada 212 di seluruh penjuru tanah air.


Isi Instruksi: Siaga 1 Selama 24 Jam

Surat ini memuat tiga poin utama yang ditekankan sebagai langkah darurat:
Siaga 1 penuh selama 24 jam: seluruh kader diminta siap siaga menghadapi segala kemungkinan, tanpa mengenal waktu.

Menjaga lingkungan dari perusuh: para anggota diminta aktif melindungi wilayah masing-masing dari pihak-pihak yang disebut sebagai “kekuatan pengacau” yang berupaya menciptakan instabilitas.

Melawan kezaliman secara persisten, DTN menegaskan perlawanan tidak boleh berhenti, khususnya terhadap:
    1. Oligarki hitam,
    2. Kaki tangan rezim lama,
    3. Koruptor,
    4. Kekuatan asing maupun kelompok yang mereka sebut “neo-komunis”, yang dinilai berbahaya bagi kesatuan Indonesia.


Dimensi Politik dan Sosial: Sinyal Peringatan Nasional

Instruksi ini jelas membawa pesan politik yang keras. Dengan mengusung istilah siaga 1, DTN Persada 212 secara tidak langsung mengingatkan pemerintah dan masyarakat bahwa kondisi bangsa dianggap dalam situasi genting.

Bukan sekadar menjaga keamanan lingkungan, instruksi ini sarat dengan retorika perlawanan. Istilah “oligarki hitam” dan “neo-komunis” menjadi penegasan bahwa PA 212 melihat ancaman bukan hanya pada level kriminalitas jalanan, melainkan juga pada level kekuatan politik-ekonomi besar yang dinilai menggerogoti bangsa dari dalam.


Cinta Tanah Air atau Gelombang Mobilisasi?

Dalam keterangan tertulisnya, DTN menegaskan bahwa instruksi tersebut adalah wujud nyata cinta tanah air serta komitmen menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.

Persaudaraan Alumni 212 memang memiliki rekam jejak panjang dalam menggalang kekuatan akar rumput. Dengan instruksi siaga 1 ini, potensi pergerakan mereka bisa kembali mempengaruhi dinamika sosial-politik Indonesia.


Konstelasi Nasional: Ketegangan Menguat

Instruksi tersebut muncul di tengah situasi politik karena situasi kian panas. Polemik korupsi, krisis kepercayaan terhadap institusi, serta munculnya kembali perdebatan ideologi di ruang publik menjadi latar yang memperkuat makna dari seruan DTN Persada 212.
Pesannya jelas: kewaspadaan total, perlawanan terhadap kezaliman, dan tekad menjaga NKRI.


(as)
 #PA212 #InstruksiSiaga1 #PersaudaraanAlumni212 #GerakanUmat #JagaNKRI #PerlawananZalim #AhmadShobriLubis #UusSolihuddin #OligarkiHitam #NeoKomunis #CintaTanahAir #Siaga1 #BangkitUmat #KeamananNasional


Surat lampiran: