Sambut Ramadan 1447 H, Habib Bahar bin Smith Pilih Jalan Ksatria: Minta Maaf atas Insiden Cipondoh

Fatahillah313, Jakarta - Di tengah pusaran proses hukum yang masih berjalan, sebuah langkah tak terduga datang dari sosok yang selama ini dikenal lantang dan tegas. 
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Habib Bahar bin Smith mengambil sikap yang oleh banyak pihak dinilai sebagai langkah ksatria: menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden yang terjadi di Cipondoh, Tangerang.

Momentum ini bukan sekadar klarifikasi. 
Ia menjadi penanda perubahan nada, dari ketegangan menuju keteduhan, dari konflik menuju ukhuwah.

🎥 VIDEO TERLAMPIR 


Titik Balik dari Cipondoh 

Insiden yang menjadi sorotan publik terjadi saat peringatan Maulid Nabi di Cipondoh, Tangerang, pada September 2025 lalu. 
Keributan yang berujung laporan dugaan penganiayaan menyeret nama Habib Bahar dan beberapa rekannya.

Namun pada Rabu (11/2/2026), redaksi menerima rekaman video yang memperlihatkan suasana berbeda. 
Tidak ada nada tinggi, tidak ada pembelaan emosional. 
Yang tampak justru ketenangan.

Dalam video tersebut, Habib Bahar duduk berdampingan dengan Haji Arif, Haji Edi, dan Pak Dwi. Dengan suara terukur dan gestur yang lebih teduh, ia menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pihak yang terdampak.

Permintaan maaf itu secara spesifik ditujukan kepada Pak Rida, anggota PWI-LS sekaligus anggota Banser, yang menjadi korban dalam insiden tersebut. 
Tak hanya itu, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada Keluarga Besar Gerakan Pemuda Ansor, khususnya jajaran pengurus di Tangerang dan Banten.
Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimpa saudara kita Pak Rida,
ucapnya, tanpa menyelipkan pembenaran diri.

Sikap ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah proses hukum yang belum selesai.

BACA JUGA:


Menggeser Konflik Menjadi Ukhuwah 

Yang menarik, pernyataan tersebut tidak berhenti pada kata maaf. 
Habib Bahar menggeser narasi dari konflik menuju persaudaraan.

Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai pelajaran mahal, pengingat bahwa dinamika perbedaan di tengah umat harus dihadapi dengan kedewasaan dan pengendalian diri. 
Ramadan, menurutnya, adalah momentum untuk membersihkan hati dan memperbaiki relasi.

Ajakan itu terasa relevan di tengah kondisi sosial yang kerap mudah tersulut oleh perbedaan pilihan organisasi maupun pandangan keagamaan. 
Dengan menyebut pentingnya menjaga persatuan sesama anak bangsa, ia menutup pernyataannya dengan doa agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga.

Pesan yang ingin ditekankan jelas: 
Ukhuwah lebih utama daripada memperpanjang sengketa.



Proses Hukum Tetap Berjalan 

Sebagai catatan, kasus ini masih dalam penanganan Polres Metro Tangerang Kota. 
Aparat telah menetapkan Habib Bahar dan tiga rekannya sebagai tersangka dalam dugaan penganiayaan terhadap anggota PWI-LS berinisial R (Rida).

Namun langkah permohonan maaf yang disampaikan secara terbuka dinilai sejumlah pihak sebagai sinyal positif. 
Di tengah dinamika hukum, sikap legowo dianggap dapat meredakan ketegangan di akar rumput, khususnya di kalangan organisasi masyarakat Islam yang sempat terseret dalam polemik ini.

Langkah tersebut tidak otomatis menghentikan proses hukum, tetapi secara sosial-politik menjadi jembatan untuk menurunkan eskalasi.


Ramadan sebagai Ruang Rekonsiliasi 

Bulan Ramadan kerap menjadi ruang refleksi kolektif. 
Dalam konteks ini, permintaan maaf terbuka dari figur publik seperti Habib Bahar memiliki makna simbolik yang kuat.

Di tengah polarisasi yang kerap terjadi, pilihan untuk meminta maaf dan menyerukan persatuan adalah pesan bahwa konflik tidak harus diwariskan. 
Bahwa perbedaan bisa dikelola. 
Bahwa kehormatan tidak selalu ditunjukkan dengan perlawanan, tetapi juga dengan kerendahan hati.

Jika langkah ini benar-benar direspons dengan sikap serupa oleh semua pihak, maka insiden Cipondoh bisa menjadi titik balik, bukan hanya bagi individu yang terlibat, tetapi juga bagi relasi antar-elemen umat di Banten dan sekitarnya.

Ramadan pun dapat disambut dalam suasana lebih teduh, bermartabat, dan penuh ukhuwah.



(as)
#HabibBahar #Ramadan1447H #InsidenCipondoh #UkhuwahIslamiyah #GPAnsor #Banser #PersatuanNKRI #BeraniMengakui #DamaiMenjelangRamadan