Dr. Assad Hamdan: Rakyat Kami Menolak Perlindungan dan Tidak Menerima Pasukan Pemerintah Asing


Fatahillah313, Jakarta - Dr. Assad Hamdan menegaskan bahwa rakyat Palestina menolak segala bentuk “perlindungan” yang berujung pada intervensi asing di Jalur Gaza. 
Dalam pernyataannya, ia menyoroti pelanggaran gencatan senjata oleh Israel, isu pelucutan senjata Hamas, hingga kabar rencana pengiriman pasukan internasional, termasuk dari Indonesia.


Gencatan Senjata yang Tak Pernah Tuntas 

Hamdan membuka pernyataannya dengan menyinggung kesepakatan tahap kedua penghentian tembakan di Gaza yang diumumkan lebih dari dua pekan lalu. 
Namun, menurutnya, Israel tidak menunjukkan itikad serius dalam pelaksanaannya.

Ia menyebut tidak ada langkah nyata terkait pembukaan jalur penyelamatan, distribusi bantuan kemanusiaan yang memadai, maupun penghentian pembatasan yang menghambat kebutuhan dasar warga Gaza.
Israel, seperti biasa, tidak menjalankan komitmennya. 
Tidak ada implementasi nyata terkait bantuan dan perlindungan bagi rakyat Gaza,
tegasnya.


Isu Pelucutan Senjata Hamas Menguat 

Hamdan kemudian menyoroti perubahan narasi yang berkembang, terutama setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menekankan isu pelucutan senjata Hamas.

Menurutnya, muncul gelombang pemberitaan media internasional yang membahas kemungkinan perlucutan senjata tersebut. 
Ia merujuk pada laporan media Amerika Serikat yang mengutip sejumlah pejabat diplomatik dan perencana kebijakan.

Laporan itu menyebutkan bahwa detail rencana masih bisa berubah dan berbagai persoalan teknis serta politik masih terbuka. 
Bahkan, ada spekulasi bahwa proses tersebut bisa memakan waktu berbulan-bulan.

Namun Hamdan mempertanyakan: 
Apakah pelucutan senjata itu akan dilakukan dengan paksaan? 
Apakah akan ada pasukan asing yang dikerahkan untuk tujuan tersebut? 
Jika senjata diserahkan, apakah akan dimusnahkan atau disimpan?

Ia menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar teknis, melainkan menyangkut kedaulatan dan masa depan rakyat Palestina.


Rencana Internasional dan Spekulasi Pasukan Asing 

Dalam pernyataannya, Hamdan juga menanggapi isu keterlibatan negara-negara lain dalam pengamanan Gaza. 
Ia menyebut adanya pembahasan tentang kemungkinan pengiriman ribuan pasukan internasional sebagai bagian dari mekanisme “pemulihan keamanan”.

Terkait kabar bahwa Indonesia mungkin mengirim pasukan, Hamdan mengaku mendengar pernyataan dari pemerintah Indonesia yang menyatakan tidak akan menjalankan agenda Israel di Gaza.

Ia menegaskan satu prinsip penting:
Rakyat Palestina tidak membutuhkan pengawasan atau perlindungan yang berujung pada intervensi terhadap kehendak mereka sendiri.

Menurutnya, bila pun ada kekuatan internasional yang ditempatkan, maka posisinya harus jelas: 
Berada di perbatasan untuk mencegah agresi Israel, bukan berada di dalam Gaza untuk mengatur rakyat Palestina.


Menolak Pasukan di Dalam Gaza 

Hamdan secara eksplisit menyampaikan bahwa rakyat Palestina tidak akan menerima kehadiran pasukan asing yang masuk dan beroperasi di dalam wilayah Gaza.

Ia mempertanyakan logika penempatan puluhan ribu pasukan internasional di wilayah yang sudah mengalami tekanan militer berkepanjangan.
Apakah pasukan itu akan ditempatkan di dalam Gaza? 
Atau di antara Palestina dan Israel untuk mencegah agresi?
tanyanya.

Bagi Hamdan, jika tujuan dunia benar-benar ingin menghentikan konflik, maka fokusnya harus pada penghentian agresi Israel, bukan pada pengawasan terhadap rakyat Palestina.

BACA JUGA:


Kritik terhadap Rencana Politik Global 

Hamdan juga mengkritik berbagai rencana politik internasional yang disebut-sebut akan mengatur masa depan Gaza. 
Ia mempertanyakan kejelasan konsep tersebut, termasuk siapa yang akan mengelola Gaza dan dengan mandat apa.

Menurutnya, pembahasan tentang struktur pengelolaan Gaza pascakonflik masih kabur dan sarat kepentingan politik.

Ia menyatakan tidak melihat adanya pemerintahan asing yang benar-benar bebas dan sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat Palestina.


Sikap Tegas: Kedaulatan adalah Harga Mati 

Di akhir pernyataannya, Hamdan menegaskan bahwa rakyat Palestina menolak segala bentuk solusi yang memaksakan kehendak luar atas Gaza.

Ia menyampaikan bahwa perjuangan rakyat Palestina bukan sekadar soal keamanan, melainkan soal hak menentukan nasib sendiri.
Jika dunia ingin membantu, maka hentikan agresi. Jangan gantikan kehendak rakyat kami dengan pasukan atau kekuatan asing,
ujarnya.


Pernyataan Dr. Assad Hamdan mencerminkan ketegangan antara wacana intervensi internasional dan tuntutan kedaulatan Palestina. 
Isu pelucutan senjata Hamas, rencana pengiriman pasukan internasional, hingga peran negara-negara seperti Indonesia menjadi bagian dari dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Di tengah kompleksitas itu, satu pesan yang ditekankan Hamdan tetap jelas: 
Rakyat Palestina tidak menerima perlindungan yang menghilangkan kedaulatan mereka sendiri.


(as)
#Gaza #Palestina #Hamas #KonflikTimurTengah #Indonesia #PasukanInternasional #GencatanSenjata #KedaulatanPalestina