PEMERINTAH: 🌙 Resmi! 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

Hilal Tak Penuhi Kriteria MABIMS

Fatahillah313, Jakarta - Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag) secara resmi menetapkan bahwa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan ini diambil setelah melalui sidang isbat yang mempertimbangkan hasil hisab (perhitungan astronomi) serta laporan rukyatul hilal dari berbagai titik pemantauan di Indonesia.

Penetapan ini menjadi penanda dimulainya bulan suci Ramadan bagi umat Islam di Tanah Air, bulan penuh rahmat, ampunan, dan momentum memperkuat solidaritas sosial.


🔭 Data Astronomis: Hilal Belum Penuhi Kriteria MABIMS

Dalam pemaparan data hisab, disebutkan bahwa posisi hilal pada saat magrib berada dalam kondisi yang belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.

Sudut elongasi hilal tercatat masih sangat rendah, yakni:
    • 0 derajat 56 menit 23 detik
    • Hingga maksimum 1 derajat 53 menit 36 detik

Secara astronomis, angka tersebut dinilai masih sangat minim untuk memungkinkan hilal dapat terlihat secara kasat mata maupun dengan alat bantu optik standar. 
Dengan kata lain, secara perhitungan (hisab), posisi bulan belum memenuhi ambang batas yang disepakati oleh negara-negara anggota MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Karena itu, meskipun rukyatul hilal tetap dilaksanakan, tidak ada laporan yang menyatakan hilal berhasil terlihat di seluruh titik pemantauan.


📌 Dasar Penetapan: Hisab dan Rukyah

Keputusan pemerintah ini berlandaskan dua pendekatan utama:
    • Hisab – Perhitungan astronomis mengenai posisi bulan.
    • Rukyatul Hilal – Pengamatan langsung terhadap bulan sabit pertama.

Karena:
    • Data hisab menunjukkan hilal belum memenuhi kriteria visibilitas,
    • Dan tidak terdapat laporan hilal terlihat,

Maka secara mufakat disepakati bahwa bulan Syakban digenapkan menjadi 30 hari, dan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.


🤝 Konsistensi Metodologi dan Semangat Kebersamaan

Penetapan awal Ramadan selalu menjadi perhatian publik. 
Namun pemerintah menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata administratif, melainkan hasil dari mekanisme ilmiah dan keagamaan yang telah berjalan lama dan melibatkan berbagai pihak: 
Ahli falak, ormas Islam, serta perwakilan lembaga terkait.
Pendekatan yang digunakan juga selaras dengan kesepakatan regional MABIMS, sehingga memberikan kepastian hukum dan keseragaman penetapan waktu ibadah di kawasan Asia Tenggara.

Lebih dari sekadar tanggal, keputusan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat persatuan umat.


🌙 Menyambut Ramadan dengan Hati Lapang

Ramadan bukan hanya tentang awal puasa, tetapi tentang awal perubahan. 
Dengan kepastian jatuhnya 1 Ramadan pada 19 Februari 2026, umat Islam dapat mulai mempersiapkan diri, secara spiritual, sosial, dan pribadi.

Ramadan adalah ruang refleksi, pengendalian diri, serta penguatan empati terhadap sesama. 
Ia datang membawa pesan kedamaian dan kesempatan untuk memperbaiki diri.

Kini, hitungan hari menuju bulan suci telah jelas. 
Saatnya menyambutnya dengan hati yang bersih dan tekad yang diperbarui.


(as)
#Ramadan1447H #1Ramadan2026 #SidangIsbat #Kemenag #Hilal #AwalPuasa #RamadanTiba #InfoIslam