Fatahillah313, JAKARTA - Aksi unjuk rasa yang digelar Selasa (28/7/2026) oleh sekelompok massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Menggugat di kawasan Kantor Wakil Presiden RI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, diwarnai ketegangan.
Massa yang didominasi kelompok emak-emak terlibat aksi saling dorong dengan aparat kepolisian, khususnya polisi wanita (polwan), ketika berupaya mendekati lokasi penyampaian aspirasi.
Ketegangan terjadi sebelum massa tiba di depan Kantor Wakil Presiden.
Ketegangan terjadi sebelum massa tiba di depan Kantor Wakil Presiden.
Aparat kepolisian menghadang laju peserta aksi yang hendak bergerak menuju titik penyampaian orasi.
Situasi kemudian memanas ketika terjadi aksi saling dorong antara pengunjuk rasa dan petugas di lapangan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian masyarakat yang berada di sekitar lokasi.
Meski sempat berlangsung dalam suasana tegang, massa tetap berupaya menyampaikan tuntutan yang mereka bawa dalam aksi tersebut.
Ketegangan Berawal Saat Massa Dihadang
Berdasarkan informasi di lokasi, kelompok pengunjuk rasa yang datang membawa aspirasi berusaha bergerak menuju depan Kantor Wakil Presiden untuk menyampaikan orasi secara langsung.
Namun, langkah massa dihentikan aparat kepolisian.
Menurut keterangan yang disampaikan di lokasi, penghadangan dilakukan karena pengunjuk rasa dianggap melakukan blokade di badan jalan sehingga berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
Situasi yang semula berlangsung dalam pengawalan kemudian berubah menjadi aksi saling dorong antara peserta demonstrasi dengan aparat, terutama polisi wanita yang berada di barisan pengamanan.
Beberapa peserta aksi tampak berusaha mempertahankan posisi mereka agar dapat melanjutkan perjalanan menuju titik orasi, sementara petugas tetap membentuk barikade untuk membatasi pergerakan massa.
Situasi yang semula berlangsung dalam pengawalan kemudian berubah menjadi aksi saling dorong antara peserta demonstrasi dengan aparat, terutama polisi wanita yang berada di barisan pengamanan.
Beberapa peserta aksi tampak berusaha mempertahankan posisi mereka agar dapat melanjutkan perjalanan menuju titik orasi, sementara petugas tetap membentuk barikade untuk membatasi pergerakan massa.
Alat Pengeras Suara Diambil, Koordinator Aksi Duduk di Tengah Jalan
Ketegangan semakin meningkat ketika alat pengeras suara yang digunakan peserta aksi diambil oleh petugas.
Peristiwa tersebut memicu reaksi dari koordinator aksi.
Sebagai bentuk protes, koordinator demonstrasi kemudian melakukan aksi duduk di tengah jalan.
Aksi duduk tersebut menjadi simbol penolakan terhadap tindakan yang mereka nilai menghambat penyampaian aspirasi.
Keberadaan koordinator aksi di tengah jalan juga menyebabkan perhatian peserta demonstrasi terpusat pada titik tersebut.
Aksi duduk tersebut menjadi simbol penolakan terhadap tindakan yang mereka nilai menghambat penyampaian aspirasi.
Keberadaan koordinator aksi di tengah jalan juga menyebabkan perhatian peserta demonstrasi terpusat pada titik tersebut.
Massa kemudian berkumpul di sekitar lokasi sambil tetap menyuarakan tuntutan yang menjadi tujuan utama demonstrasi.
Aliansi Rakyat Menggugat Sampaikan Tuntutan
Dalam aksi tersebut, massa yang mengatasnamakan Aliansi Rakyat Menggugat membawa satu tuntutan utama yang disampaikan secara terbuka melalui orasi.
Mereka meminta agar Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming, menunjukkan ijazah yang menjadi perhatian mereka.Tuntutan itu disampaikan berulang kali selama aksi berlangsung.
Menurut pernyataan yang disampaikan dalam orasi, massa menyatakan tidak membawa tuntutan lain di luar permintaan tersebut.
Pernyataan yang disampaikan di hadapan peserta aksi berbunyi:
Pernyataan yang disampaikan di hadapan peserta aksi berbunyi:
Kami tidak akan nuntut apa-apa.
Tapi kami hanya minta ayo dong tunjukin dong ijazahnya.
Jangan sampai nanti ada ijazah gaib jilid dua.
Ucapan tersebut menjadi salah satu inti orasi yang disampaikan selama demonstrasi berlangsung.
Aksi Berlangsung di Kawasan Kantor Wakil Presiden
Lokasi demonstrasi berada di kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang merupakan salah satu kawasan strategis pemerintahan.
Karena berada di sekitar kompleks Kantor Wakil Presiden, aparat keamanan melakukan pengamanan terhadap jalannya aksi untuk menjaga situasi tetap terkendali.
Sebelum massa mencapai titik tujuan, aparat telah membentuk pengamanan di sejumlah titik sehingga pergerakan peserta aksi dapat dipantau.
Pengamanan tersebut kemudian menjadi bagian dari dinamika aksi ketika terjadi upaya massa untuk terus bergerak mendekati lokasi penyampaian orasi.
Saling Dorong Warnai Jalannya Demonstrasi
Aksi saling dorong menjadi salah satu momen yang paling menonjol selama demonstrasi berlangsung.
Di tengah upaya massa mempertahankan posisi mereka, aparat kepolisian tetap berusaha menjaga barisan pengamanan.
Interaksi antara kedua pihak berlangsung dalam bentuk dorong-mendorong sebelum akhirnya massa berhenti di lokasi yang telah dibatasi petugas.
Polisi wanita yang berada di garis depan pengamanan tampak berhadapan langsung dengan kelompok emak-emak peserta aksi.
Peristiwa tersebut menjadi bagian dari dinamika pengamanan demonstrasi yang berlangsung di kawasan pusat pemerintahan.
Fokus Massa Tetap pada Penyampaian Aspirasi
Di tengah situasi yang sempat memanas, massa tetap berfokus pada penyampaian tuntutan yang mereka bawa.
Orasi terus dilakukan dengan menyampaikan permintaan agar Wakil Presiden menunjukkan ijazah sebagaimana yang mereka suarakan sejak awal aksi.
Peserta demonstrasi menegaskan bahwa tuntutan mereka hanya berkaitan dengan permintaan tersebut dan tidak disertai tuntutan lain.
Aspirasi itu disampaikan secara terbuka di hadapan peserta aksi maupun aparat yang melakukan pengamanan.
Demonstrasi Berlangsung dengan Pengawalan Aparat
Selama aksi berlangsung, aparat kepolisian tetap berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.
Pengamanan dilakukan di sekitar jalur menuju Kantor Wakil Presiden serta di titik berkumpulnya massa.
Keberadaan petugas bertujuan mengawal jalannya demonstrasi sekaligus mengantisipasi potensi gangguan terhadap aktivitas di kawasan tersebut.
Meski sempat terjadi ketegangan berupa aksi saling dorong dan protes setelah alat pengeras suara diambil petugas, massa tetap berusaha menyampaikan aspirasi yang menjadi tujuan utama demonstrasi.
Peristiwa ini menambah rangkaian dinamika aksi penyampaian pendapat di ruang publik, khususnya di kawasan pusat pemerintahan.
Fokus tuntutan dari Aliansi Rakyat Menggugat agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming menunjukkan ijazah sebagaimana yang mereka suarakan dalam aksi tersebut.
(as)
#DemoWapres #GibranRakabuming #AliansiRakyatMenggugat #UnjukRasa #KebonSirih #JakartaPusat #AksiMassa #BeritaJakarta #MajalahOnline #BeritaIndonesia

