Sinergi Laskar Ormas Islam Jaga Pelantikan Pengurus MUI di Masjid Istiqlal

Banser, KOKAM, FPI, dan FBR Tunjukkan Persatuan Nyata Umat 
Fatahillah313, Jakarta - Masjid Istiqlal, jantung spiritual umat Islam Indonesia, menjadi saksi pemandangan yang menyejukkan pada Sabtu (7/2/2026). 
Pelantikan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) masa khidmat 2025–2030 berlangsung khidmat, aman, dan tertib. 
Namun lebih dari sekadar seremoni organisasi, acara ini menghadirkan pesan kuat tentang persatuan umat Islam melalui sinergi lintas organisasi masyarakat (ormas) Islam dalam pengamanan acara.

Pengamanan Lintas Ormas, Pemandangan yang Menyejukkan Tampak berjajar dan bergerak harmonis unsur pengamanan dari Banser Nahdlatul Ulama, KOKAM Muhammadiyah, Front Persaudaraan Islam (FPI), serta Forum Betawi Rempug (FBR). 
Mereka bahu-membahu menjaga ketertiban, mengatur arus jamaah, mengamankan pintu masuk, serta memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar tanpa gangguan.

Koordinasi antarpengamanan terlihat rapi dan profesional. Tidak ada sekat ego organisasi. Yang tampak justru semangat kebersamaan, saling menghormati, dan kesadaran kolektif bahwa acara ini adalah milik umat Islam secara keseluruhan.

Bagi banyak jamaah dan tamu undangan, pemandangan tersebut menjadi simbol kuat bahwa perbedaan latar belakang organisasi tidak harus berujung pada friksi.


Momentum Persatuan di Rumah Besar Umat Islam 

Pelantikan Pengurus MUI kali ini memiliki makna strategis. 
Selain menjadi tonggak kepengurusan baru periode 2025–2030, acara ini dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, para ulama, habaib, tokoh nasional, serta pimpinan ormas Islam dari berbagai latar belakang.

Dalam konteks itu, sinergi Banser, KOKAM, FPI, dan FBR bukan sekadar pengamanan teknis, melainkan pesan simbolik yang kuat: 
Ukhuwah Islamiyah harus ditempatkan di atas perbedaan identitas organisasi.

Salah satu panitia pelantikan menyebut kolaborasi ini sebagai contoh konkret persatuan umat.
Ini pemandangan yang menyejukkan. 
Ormas-ormas Islam bisa bersatu menjaga marwah ulama dan kepentingan umat,
ujarnya.


Menjaga Marwah Ulama, Menjaga Kedamaian Bangsa 

Majelis Ulama Indonesia sebagai wadah ulama lintas ormas memiliki peran strategis dalam menjaga akidah, moral, serta arah kehidupan keumatan dan kebangsaan. 
Karena itu, pengamanan pelantikan pengurus MUI bukan sekadar pengamanan acara, melainkan bagian dari menjaga marwah ulama dan institusi keagamaan.

Sinergi pengamanan ini juga dinilai sebagai pesan tegas bahwa ormas Islam memiliki tanggung jawab bersama menjaga stabilitas sosial, merawat persaudaraan, serta menutup celah adu domba di tengah umat.

Seorang jamaah yang hadir menyampaikan harapannya agar semangat ini tidak berhenti pada satu momentum.
Umat Islam jangan mau diadu domba. Persatuan seperti inilah yang harus terus dirawat,
ungkapnya.


Pesan Moral di Tengah Dinamika Umat 

Di tengah dinamika sosial, politik, dan perbedaan pandangan yang kerap membelah umat, apa yang terjadi di Masjid Istiqlal hari itu menjadi pengingat penting: 
Persatuan bukan slogan, tetapi tindakan nyata.

Ketika Banser, KOKAM, FPI, dan FBR berdiri berdampingan menjaga satu acara keumatan, pesan yang sampai ke publik sangat jelas, bahwa perbedaan organisasi tidak boleh mengalahkan kepentingan umat dan bangsa.

Pelantikan Pengurus MUI 2025–2030 pun tak hanya mencatat pergantian kepengurusan, tetapi juga meninggalkan jejak moral: 
Bahwa ukhuwah Islamiyah masih hidup, nyata, dan bisa diwujudkan dalam kerja bersama.


(as)
#PelantikanMUI #PersatuanUmat #UkhuwahIslamiyah #Banser #KOKAM #FPI #FBR #MasjidIstiqlal #OrmasIslam #MUI2025