Puncak Ziarah Kubro 2026: Ratusan Ribu Jamaah Putihkan Kota Palembang

Fatahillah313, Palembang - Kota Palembang kembali menorehkan catatan sejarah spiritual. 
Pada puncak Ziarah Kubro Ulama dan Auliya Palembang Darussalam 2026, Ahad (8/2/2026), ratusan ribu jamaah tumpah ruah memadati ruas-ruas kota. 
Balutan busana putih yang dikenakan para peziarah menjelma lautan manusia, memutihkan Palembang dari ufuk ke ufuk, bahkan terlihat jelas dari bawah Jembatan Musi IV, ikon kota di tepian Sungai Musi.


Lautan jamaah berpakaian putih memenuhi kawasan 5 Ilir Palembang, terlihat dari bawah Jembatan Musi IV pada puncak Ziarah Kubro 2026.


Momentum Spiritual yang Menggetarkan Kota 

Puncak Ziarah Kubro tahun ini terasa istimewa. 
Imam Besar Habib Rizieq Syihab hadir langsung, didampingi para ulama, habaib, dan tokoh umat dari berbagai penjuru Nusantara. 
Kehadiran tokoh-tokoh agama ini menguatkan aura sakral acara yang telah mengakar kuat dalam denyut kehidupan religius masyarakat Palembang.

Tak hanya tokoh agama, jajaran pemerintah daerah juga hadir. 
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa tampak menyaksikan langsung arak-arakan jamaah di kawasan 5 Ilir, titik strategis yang menjadi saksi bisu pergerakan massa peziarah.

Klik video:
Arak-arakan jamaah Ziarah Kubro 2026 berjalan kaki menuju Kawah Tengkurep dan Kambang Koci, diiringi lantunan shalawat.


Bukan Sekadar Tradisi, Tapi Identitas 

Gubernur Sumsel Herman Deru menegaskan bahwa Ziarah Kubro bukan ritual seremonial semata. 
Ia adalah penanda identitas dan pengingat sejarah Palembang sebagai kota ulama dan pusat peradaban Islam di Sumatera Selatan.
Haul dan Ziarah Kubro ini bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi momentum mengenang jasa para ulama dan auliya, sekaligus meneladani nilai perjuangan, keikhlasan, dan akhlak mulia mereka,
ujar Herman Deru di sela kegiatan.

Pernyataan itu bukan retorika. 
Ziarah Kubro telah lama menjadi simpul yang mengikat memori kolektif masyarakat Palembang, tentang dakwah, perjuangan, dan jejak para wali yang mengislamkan Bumi Sriwijaya dengan pendekatan damai dan beradab.


Tradisi Sakral Menjelang Ramadan 

Ziarah Kubro rutin digelar menjelang bulan suci Ramadan. Tahun 2026, gaungnya terasa lebih luas. 
Jamaah tak hanya datang dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari luar negeri. 
Tradisi ini menjadi semacam “pembersihan batin” massal sebelum memasuki bulan penuh rahmat.

Bagi warga Palembang, pemandangan ini selalu menghadirkan haru. 
Melisa (31), salah satu warga, mengaku tak pernah bosan menyaksikan lautan manusia berpakaian putih.
Momen ini selalu mengharukan setiap tahun. Karena peserta ziarah adalah laki-laki, kami para perempuan menyaksikan dari atas jembatan. Pemandangannya luar biasa,
tuturnya, dikutip dari Antara.

Sementara itu, Nurhasana, warga Pasar Kuto, telah bersiap sejak subuh untuk mengikuti rangkaian acara. 
Baginya, Ziarah Kubro bukan hanya ibadah, melainkan pelajaran sejarah.
Tradisi ini mengingatkan kami pada hubungan sejarah Palembang dengan Hadramaut, Yaman. 
Banyak ulama besar dari sana yang berdakwah di sini. 
Ziarah ini bentuk penghormatan atas sejarah itu,
ujarnya.


Warga menyaksikan arak-arakan jamaah dari atas jembatan, menciptakan panorama religius yang menggetarkan.


Rangkaian Ziarah: Dari Napak Tilas hingga Puncak 

Ziarah Kubro merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan spiritual. 
Sejak Jumat (6/2/2026), agenda telah dimulai dengan Napak Tilas dari Sei Bayas hingga Kambang Koci, menelusuri jejak dakwah para ulama terdahulu.

Pada hari puncak, rangkaian diawali dengan Haul Habib Abdullah bin Idrus Shahab dan Habib Abdurrahman bin Hamid di Kampung Sejarah Sei Bayas, 8 Ilir. 
Doa-doa dipanjatkan, shalawat dilantunkan, sebelum gelombang besar jamaah bergerak berjalan kaki menuju dua titik sakral:
    • Pemakaman Kawah Tengkurep
    • Kawasan Kambang Koci

Perjalanan panjang itu menjadi simbol keteguhan, kesabaran, dan kecintaan umat kepada ulama serta habaib yang telah mewariskan cahaya Islam di Palembang.


Simbol Kebersamaan dan Wisata Religi 

Sekretaris Daerah Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa Ziarah Kubro adalah simbol kebersamaan umat Islam lintas latar belakang. 
Di sinilah sekat-sekat sosial luruh, digantikan rasa persaudaraan dan penghormatan kepada para pendahulu.

Dengan sinergi lintas instansi, dukungan penuh pemerintah daerah, serta partisipasi masyarakat yang luar biasa, Ziarah Kubro 2026 kian mengukuhkan Palembang sebagai:
    • Pusat wisata religi
    • Kota bersejarah
    • Wilayah dengan akar spiritual yang kuat

Di tengah modernitas dan hiruk-pikuk zaman, Palembang menunjukkan bahwa tradisi, iman, dan sejarah dapat berjalan beriringan, menjadi denyut nadi yang terus hidup dari generasi ke generasi.


(as)
#ZiarahKubro2026 #PalembangDarussalam #KotaUlama #WisataReligi #UlamaDanAuliya #PalembangPutih #MenjelangRamadan