Fatahillah313, Babelan - Di wilayah utara Kabupaten Bekasi, tepatnya di sekitar Babelan, masyarakat mengenal sosok ulama kharismatik yang jejak pengabdiannya tak pernah lekang oleh waktu:
Al Maghfurulloh Kyai Haji Noer Ali Rahimahullah Ta’ala.Sejak usia belia, beliau telah ditempa dalam tradisi pesantren. Perjalanan intelektual dan spiritualnya kemudian berlanjut hingga ke Makkah, tempat beliau menimba ilmu langsung dari para ulama besar.
Pendidikan yang mendalam itu tidak hanya membentuk keluasan ilmunya, tetapi juga menempa karakter kepemimpinan, keberanian, dan keteguhan prinsip yang kelak menjadi ciri khas perjuangannya di tanah air.
Sekembalinya ke tanah Bekasi, beliau tidak memilih jalan kemasyhuran, melainkan jalan pengabdian—sunyi, namun berdampak luas.
Membangun Peradaban dari Kampung yang Terlupakan
Sekembalinya ke tanah Bekasi, beliau tidak memilih jalan kemasyhuran, melainkan jalan pengabdian—sunyi, namun berdampak luas.
Membangun Peradaban dari Kampung yang Terlupakan
Salah satu bukti nyata kiprah beliau terlihat di Kampung Ujung Malang.
Wilayah yang semula tertinggal perlahan berubah menjadi kampung yang hidup dengan nilai-nilai keislaman dan pendidikan.

Beliau menanamkan pendidikan agama sejak dini sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat.

Beliau menanamkan pendidikan agama sejak dini sebagai fondasi utama kehidupan masyarakat.
Bagi beliau, kemajuan tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi dari kualitas akhlak, adab, dan kesadaran spiritual masyarakatnya.
Tak berhenti pada anak-anak, beliau juga membina para orang tua agar memahami pentingnya pendidikan.
Tak berhenti pada anak-anak, beliau juga membina para orang tua agar memahami pentingnya pendidikan.
Strategi ini melahirkan perubahan berkelanjutan:
Generasi yang lebih berilmu, lebih beradab, dan tidak lagi terkungkung oleh kebodohan.
Ulama yang Menggerakkan: Sosial, Ekonomi, hingga Moral
Peran KH. Noer Ali melampaui batas pesantren.
Pengaruhnya terasa dari wilayah Karawang hingga Babelan.
Beliau hadir sebagai pembina masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan:
Salah satu pendekatan unik beliau adalah membina para jawara lokal.
- Membuka akses jalan dan sarana umum
- Memberantas praktik kemusyrikan dan perjudian
- Menguatkan akidah dan tauhid
- Menata kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat
- Menanamkan etika bermasyarakat yang beradab
Salah satu pendekatan unik beliau adalah membina para jawara lokal.
Mereka yang sebelumnya mengandalkan kekuatan fisik semata, diarahkan menjadi “pendekar sejati” , kuat secara lahir, tetapi juga tunduk kepada nilai keimanan dan akhlak.
Pejuang Kemerdekaan yang Rendah Hati
Pejuang Kemerdekaan yang Rendah Hati
Selain sebagai ulama dan pembaharu sosial, KH. Noer Ali juga dikenal sebagai pejuang yang turut melawan penjajah.
Keberaniannya bukan hanya di medan fisik, tetapi juga dalam membangkitkan kesadaran rakyat dari keterbelakangan dan ketakutan.
Namun di balik kiprah besar itu, beliau dikenal sangat rendah hati.
Namun di balik kiprah besar itu, beliau dikenal sangat rendah hati.
Bahkan, beliau tidak menginginkan gelar atau pujian.
Dikisahkan, beliau pernah menolak ketika kisah perjuangannya hendak ditulis, dan tidak berkenan jika dirinya diagungkan sebagai tokoh besar.
Namanya harum bukan karena pencitraan, melainkan karena keikhlasan.
Spiritualitas dalam Kesunyian
Di balik aktivitas sosialnya yang luas, KH. Noer Ali adalah seorang ahli ibadah.
Beliau sering menghabiskan waktu dalam kesendirian di menara masjid kesayangannya, berzikir, bermunajat, dan bermuhasabah.
Di sanalah beliau mencari kekuatan:
Di sanalah beliau mencari kekuatan:
Berdialog dengan Rabb-nya, memohon petunjuk, dan mendoakan umatnya dalam sunyi.Kepemimpinan beliau lahir dari kedalaman spiritual, bukan sekadar kemampuan organisasi atau retorika.
Warisan yang Tak Pernah Padam
Kini, sosok beliau memang telah tiada.
Namun jejaknya tetap hidup:
Bagi banyak orang, mengenang beliau bukan sekadar nostalgia, melainkan sumber inspirasi.
- Dalam sistem pendidikan masyarakat Bekasi
- Dalam tradisi keagamaan yang kuat
- Dalam karakter masyarakat yang religius dan berdaya
- Dalam semangat perjuangan yang berlandaskan keikhlasan
Bagi banyak orang, mengenang beliau bukan sekadar nostalgia, melainkan sumber inspirasi.
Sosok yang lembut namun tegas, rendah hati namun berprinsip kuat, penuh kasih namun berani menghadapi tantangan.
Kerinduan kepada beliau terus hidup dalam doa dan zikir.
Kerinduan kepada beliau terus hidup dalam doa dan zikir.
Sebab ulama seperti beliau tidak hanya hadir pada zamannya, tetapi juga menjadi cahaya bagi generasi setelahnya.
Al-Fatihah untuk beliau.
Al-Fatihah untuk beliau.
Semoga Allah mengampuni, merahmati, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya.
✍🏻 Oleh: Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al-Jawy alBantani حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى (UAF/Ustadz Abu Fayadh)
✍🏻 Oleh: Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al-Jawy alBantani حَفِظَهُ اللهُ تَعَالَى (UAF/Ustadz Abu Fayadh)
Babelan City, Kab. Bekasi, 21 Februari 2026 M
(as)
#KHNoerAli #BelutPutih #UlamaPejuang #BekasiReligius #SejarahBekasi #TokohIslamIndonesia #InspirasiUlama #JejakPahlawan #DakwahNusantara #WarisanUlama
(as)
#KHNoerAli #BelutPutih #UlamaPejuang #BekasiReligius #SejarahBekasi #TokohIslamIndonesia #InspirasiUlama #JejakPahlawan #DakwahNusantara #WarisanUlama


