Inti pernyataan: Joko Widodo disebut sebagai alumni UGM yang sah, sudah menempuh pendidikan sesuai aturan, dan memiliki ijazah resmi. Namun, bagi sebagian kalangan, klarifikasi ini bukannya meredakan, justru menambah tanda tanya.
Salah satu suara kritis datang dari advokat Ahmad Khozinudin, S.H.
“Yang disampaikan Rektor UGM hanyalah repetisi narasi. Itu bukan bukti hukum, hanya cerita yang sudah sering kita dengar. Publik butuh verifikasi, bukan sekadar narasi,” ujar Ahmad.
Klarifikasi UGM: Dua Poin Penting. Menurut Ahmad, ada dua substansi besar dalam pernyataan UGM:
- Penegasan bahwa Jokowi memang alumni UGM dengan ijazah resmi.
- Penegasan bahwa penggunaan ijazah pasca kelulusan adalah tanggung jawab pribadi Jokowi, bukan UGM.
“Dengan kata lain, UGM ingin memisahkan diri dari polemik ini. Mereka seakan cuci tangan. Padahal, publik ingin bukti autentik, bukan sekadar pengulangan klaim,” tegas Ahmad.
Ironi Para Alumni. Di sisi lain, tiga alumni UGM justru menghadapi ancaman kriminalisasi: Dr. Roy Suryo, Dr. Rismon Sianipar, dan Dr. Tifa. Mereka dikenal vokal dalam membedah dugaan kejanggalan ijazah Jokowi.
“Alih-alih melindungi para alumni yang kritis, kampus justru hanya hadir dengan narasi normatif. Ini ironis, karena publik malah melihat ada ketimpangan perlakuan,” ucap Ahmad.
Presiden Diam, Polemik Membelah Publik. Ahmad juga menilai mantan Presiden Joko Widodo bisa menghentikan polemik ini dengan satu langkah sederhana: menunjukkan ijazah asli. Namun, hingga kini hal itu tak kunjung dilakukan.
“Kalau soal blokir rekening dorman atau beras oplos, Presiden bisa langsung turun tangan. Tapi untuk isu yang menyangkut kredibilitas bangsa, kenapa justru bungkam?” sindirnya.Yang lebih disoroti lagi, Presiden Prabowo Subianto juga belum mengambil langkah apapun. “Apakah Presiden sengaja membiarkan polemik ini terus berlarut dan membelah anak bangsa?” Ahmad bertanya.
Narasi Tanpa Bukti = Polemik Berlarut. Pada akhirnya, Ahmad menegaskan, klarifikasi UGM yang hanya sebatas narasi tidak akan menghentikan polemik.
“Publik tidak butuh cerita yang diulang-ulang. Yang dibutuhkan adalah bukti nyata. Selama itu tidak ada, polemik ini akan terus hidup dan membelah masyarakat,” pungkasnya.
(as)
#IjazahJokowi #UGM #AhmadKhozinudin #RektorUGM #PolemikIjazah #RoySuryo #RismonSianipar #AlumniUGM #BeritaNasional #MajalahOnline


