Dengan lantang, Abuya al-Maliki memperingatkan umat Islam agar berhati-hati dari fitnah yang datang dari kalangan jahil, pendengki, hingga orang-orang berhati busuk. Menurutnya, fitnah seperti itu hanya merusak ikatan ukhuwah, menanamkan kebencian, dan membuat setan serta tentaranya bergembira.
“Nasab Ba’alawi Shohih, Tidak Perlu Diragukan!”
Dalam wasiatnya, Abuya menegaskan bahwa keluarga Ba’alawi adalah bagian dari ‘itrah Nabi Muhammad ﷺ. Nasab mereka sahih, akhlak mereka mulia, amal saleh mereka mutawatir, dan kemuliaan itu diakui oleh penduduk bumi hingga langit.
Menghidupkan Tradisi Penghormatan Ulama
Abuya Ahmad al-Maliki juga mengingatkan, keluarganya sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan habaib Ba’alawi. Mulai dari kakeknya, al-Sayyid ‘Abbās al-Mālikī, hingga ayahnya al-Sayyid Muhammad al-Maliki, mereka saling bertukar ilmu, berkunjung, memberi ijazah, bahkan terikat hubungan besanan dengan keluarga Ba’alawi.
Pesan Penutup: Jangan Terhalang oleh Kedengkian
Di penghujung maklumatnya, Abuya menyerukan agar umat Islam merujuk pada kitab-kitab sanad, daftar guru, dan karya ulama sebagai bukti nyata kokohnya ikatan tersebut.
Dalam wasiatnya, Abuya menegaskan bahwa keluarga Ba’alawi adalah bagian dari ‘itrah Nabi Muhammad ﷺ. Nasab mereka sahih, akhlak mereka mulia, amal saleh mereka mutawatir, dan kemuliaan itu diakui oleh penduduk bumi hingga langit.
“Bagaimana mungkin ada yang berani mencela nasab paling mulia, keturunan yang Allah sucikan, dan Rasul ﷺ muliakan?” tegas Abuya, sambil mengutip ayat Al-Qur’an (QS. al-Ahzab: 57) tentang ancaman azab bagi siapa saja yang menyakiti Rasul dan keluarganya.
Menghidupkan Tradisi Penghormatan Ulama
Abuya Ahmad al-Maliki juga mengingatkan, keluarganya sejak dahulu memiliki hubungan erat dengan habaib Ba’alawi. Mulai dari kakeknya, al-Sayyid ‘Abbās al-Mālikī, hingga ayahnya al-Sayyid Muhammad al-Maliki, mereka saling bertukar ilmu, berkunjung, memberi ijazah, bahkan terikat hubungan besanan dengan keluarga Ba’alawi.
“Ini adalah warisan adab dan penghormatan yang harus terus dijaga. Alhamdulillah, semoga Allah panjangkan hubungan ini hingga anak-anak dan keturunan kita,” ujarnya penuh harap.
Pesan Penutup: Jangan Terhalang oleh Kedengkian
Di penghujung maklumatnya, Abuya menyerukan agar umat Islam merujuk pada kitab-kitab sanad, daftar guru, dan karya ulama sebagai bukti nyata kokohnya ikatan tersebut.
“Adapun orang yang dengki, mereka pasti terhalang dari keberkahan ini,” pungkasnya.
(as)
#MultaqoBrebes #BaAlawi #SayyidAhmadAlMaliki #NasabShohih #UkhuwahIslamiyah




