Di Ruang Sidang yang Tegang: Roy Suryo Tegas menolak mejawab pertanyaan kuasa hukum Jokowi


Babak Baru Citizen Lawsuit di PN Solo

Roy Suryo hadir sebagai saksi ahli dalam sidang CLS ijazah.
Keberatan yang Berbalik Arah

Fatahillah 313, Solo - Persidangan gugatan citizen lawsuit (CLS) terkait polemik ijazah Presiden kembali menjadi perhatian publik. 
Bertempat di Pengadilan Negeri Surakarta, Rabu (18/2/2026), sidang berlangsung dengan dinamika yang memantik sorotan, terutama setelah kehadiran Roy Suryo sebagai saksi ahli dari pihak penggugat.

Sidang ini bukan sekadar agenda formal. 
Ia berkembang menjadi ruang pertarungan argumentasi hukum, legitimasi keahlian, sekaligus refleksi tentang hak dan posisi seorang saksi ahli dalam sistem peradilan.

Sejak awal, kehadiran Roy Suryo sudah menuai keberatan dari tim kuasa hukum Presiden Joko Widodo. 
Kuasa hukum menyampaikan bahwa Roy Suryo memiliki keterkaitan dengan perkara lain yang masih berkaitan dengan isu ijazah, sehingga dinilai tidak netral.

Namun, majelis hakim mengambil sikap tegas: 
Keberatan tersebut tidak menghalangi kapasitas Roy Suryo sebagai saksi ahli. 
Sidang tetap dilanjutkan, dan Roy Suryo resmi memberikan keterangan sesuai bidang keahliannya.

Keputusan ini menjadi penegasan penting bahwa penilaian terhadap substansi keahlian tetap berada di tangan majelis, bukan sepenuhnya pada keberatan pihak berperkara.


Momen Tegas: Menolak Menjawab

Dinamika memuncak ketika kuasa hukum tergugat mengajukan pertanyaan terkait apakah Roy Suryo pernah melakukan wawancara dengan Dekan Fakultas Kehutanan UGM.

Alih-alih langsung menjawab, Roy Suryo memilih mengambil posisi tegas.
Bapak kan keberatan. 
Saya jelek-jelek begini sudah sering hadir di persidangan Bapak. 
Jadi kalau keberatan, ya saya juga otomatis keberatan untuk menjawab.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap yang tidak semata emosional, melainkan argumentatif: 
Jika keberadaannya dipersoalkan sejak awal, maka secara etika ia menilai tidak ada kewajiban moral untuk menjawab pertanyaan dari pihak yang menolak legitimasi dirinya.



Perspektif: Prinsip, Bukan Sekadar Reaksi

Dalam kacamata hukum acara, sikap Roy Suryo dapat dibaca sebagai bentuk konsistensi posisi. 
Ia menilai ada kontradiksi: 
Di satu sisi keberadaannya ditolak, di sisi lain keterangannya ingin diuji melalui pertanyaan.
Bagi pendukungnya, langkah ini menunjukkan beberapa hal:
    • Menjaga integritas posisi saksi ahli
    • Menegaskan pentingnya etika timbal balik dalam persidangan
    • Menghindari potensi framing atas jawaban yang diberikan dalam situasi keberatan
Sikap tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa peran saksi ahli bukan sekadar menjawab, tetapi juga menjaga kredibilitas dan batas profesionalnya.


Sidang yang Sarat Makna Publik

Kasus ini bukan hanya perkara hukum biasa. 
Gugatan citizen lawsuit membawa dimensi yang lebih luas: 
Kontrol publik, transparansi, dan akuntabilitas pejabat negara.

Kehadiran figur seperti Roy Suryo, yang dikenal lama berkecimpung dalam analisis digital dan forensik telematika, membuat persidangan semakin mendapat perhatian publik. 
Bagi sebagian kalangan, ia dipandang sebagai simbol keberanian mengawal isu yang dianggap penting bagi keterbukaan informasi.


Antara Kontroversi dan Konsistensi

Tak dapat dipungkiri, Roy Suryo adalah figur yang kerap berada di tengah pusaran kontroversi. 
Namun dalam sidang ini, ia menunjukkan satu hal yang konsisten: 
Mempertahankan posisi berdasarkan prinsip yang diyakininya.
Dalam ruang sidang yang penuh tekanan, sikap tegas sering kali menjadi pembeda antara sekadar hadir dan benar-benar berdiri pada posisi yang dipilih

.
Sidang Belum Usai, Sorotan Terus Berlanjut

Persidangan CLS ijazah masih akan berlanjut dengan agenda-agenda berikutnya. 
Namun satu hal sudah jelas: 
Kehadiran dan sikap Roy Suryo telah menambah dimensi baru dalam dinamika perkara ini.
Di tengah perdebatan hukum dan opini publik, kasus ini menjadi pengingat bahwa proses peradilan bukan hanya soal putusan akhir, tetapi juga tentang prinsip, keberanian, dan bagaimana setiap pihak mempertahankan integritasnya di hadapan hukum dan masyarakat.

Jika Anda ingin versi lebih tajam (opini editorial) atau versi netral berimbang dua sisi, saya bisa buatkan agar cocok untuk kebutuhan media yang berbeda.


(as)
#RoySuryo #SidangIjazah #CitizenLawsuit #PNsolo #TransparansiPublik #DinamikaHukum #BeritaHukum #IndonesiaTerkini #IsuNasional #SorotanPublik