Skakmat Pernyataan Rektor UGM, Dokter Tifa Bongkar Misteri Gelar Jokowi: “Sarjana Muda Bukan S1 Reguler”

Fatahillah313, Jakarta – Polemik mengenai status akademik Presiden Joko Widodo kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataan Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof. Ova Emilia, mendapat tanggapan keras dari Dokter Tifauzia Tyassuma atau yang akrab disapa Dokter Tifa.

Pada 22 Agustus 2025, Ova Emilia menegaskan bahwa Jokowi merupakan alumni sah Fakultas Kehutanan UGM. Ia menyebut kampus memiliki dokumen otentik yang mendukung keseluruhan proses akademik, mulai dari penerimaan mahasiswa, kegiatan perkuliahan, Kuliah Kerja Nyata (KKN), hingga proses wisuda.

Namun, pernyataan tersebut justru memantik kritik balik dari Dokter Tifa. Melalui unggahan di media sosial, ia menyoroti penggunaan istilah “Sarjana Muda” yang disebut Rektor UGM. Menurutnya, istilah tersebut bukan sekadar penyebutan akademis biasa, melainkan mengindikasikan adanya perbedaan status dengan mahasiswa program Sarjana (S1) reguler.
“Mahasiswa Program Sarjana Muda tidak ikut Ujian PP-1, dan pengumumannya juga tidak pernah muncul di surat kabar nasional sebagaimana disebut Bareskrim,” tulis Tifa, merujuk pada arsip lawas dari harian Kedaulatan Rakyat dan Bernas yang ia klaim pernah ada.

Arsip Koran yang Hilang
Lebih lanjut, Dokter Tifa menyinggung soal keberadaan arsip media cetak pada era 1980-an. Menurutnya, dokumen yang bisa menjadi bukti kuat terkait jalur masuk dan kelulusan Jokowi kini sulit diakses publik. Ia bahkan mengungkap bahwa berdasarkan penuturan petugas perpustakaan, sejumlah arsip koran lawas itu sudah “diamankan” oleh pihak kepolisian maupun kampus.

Hal tersebut, kata Tifa, justru menimbulkan kecurigaan. Ia pun mengingatkan Rektor UGM agar berhati-hati dalam mengeluarkan pernyataan resmi, karena bisa menjadi bumerang.
“Sudahlah Mbak Ova, lebih baik diam. Setiap bicara malah blunder,” tegas Tifa dalam unggahannya.
Pengamat Politik Ikut Menyoroti
Menanggapi polemik ini, pengamat politik Adi Prayitno menilai sikap Rektor UGM bukannya meredam isu, melainkan bisa memperpanjang kontroversi.
“Langkah Rektor UGM mempertegas posisi kampus memang penting, tapi bisa jadi justru memunculkan babak baru dalam polemik akademik Presiden. Mari kita tunggu episode selanjutnya,” ujarnya seperti dikutip dari Fajar.co.id
Di sisi lain, pihak UGM tetap memegang teguh pernyataan resmi bahwa Jokowi merupakan alumni sah dengan dokumen akademik lengkap. Kampus menegaskan tidak ada keraguan atas status pendidikan kepala negara tersebut.

Namun, kritik dari Dokter Tifa memperlihatkan bahwa keraguan publik belum sepenuhnya sirna, terutama terkait jalur masuk, status akademik, dan penyebutan gelar “Sarjana Muda” yang masih menjadi pertanyaan besar di kalangan masyarakat.

(as)
Video dari chanel Youtube : @ugm.yogyakarta


#DokterTifa #UGM #OvaEmilia #IjazahJokowi #SarjanaMuda #PolemikAkademik #Jokowi #FakultasKehutananUGM #BeritaTerkini #KontroversiJokowi