SERAM, SELAMA INI KITA DIBOHONGI AI? Deddy Corbuzier dan Aiman Witjaksono Bahas Kekhawatiran AI, dari Ancaman Profesi hingga Masa Depan Manusia



Fatahillah313, Jakarta - Diskusi di podcast "The Host" mengulas berbagai kekhawatiran mengenai kecerdasan buatan, mulai dari perkembangan teknologi, potensi disrupsi pekerjaan, hingga berbagai contoh eksperimen AI yang ramai diperbincangkan.

Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi salah satu topik utama dalam episode podcast The Host yang menghadirkan jurnalis sekaligus podcaster Aiman Witjaksono bersama Deddy Corbuzier.

Percakapan yang berlangsung selama lebih dari setengah jam itu dipenuhi berbagai pembahasan mengenai pesatnya perkembangan AI. 
Deddy dan Aiman tidak hanya berbicara mengenai kemampuan AI dalam menghasilkan gambar, video, maupun suara, tetapi juga mendiskusikan sejumlah kekhawatiran yang menurut mereka mulai muncul seiring semakin canggihnya teknologi tersebut.

Sejak awal pembicaraan, Deddy Corbuzier langsung melempar pertanyaan mengenai masa depan AI.
Deddy Corbuzier: 
Kira-kira ke depan akan terjadi apa dengan AI ini?
Pertanyaan itu dijawab Aiman dengan sebuah pernyataan yang menurutnya bersifat kontroversial.
Aiman Witjaksono: 
Menurut gue, kita tarik aja sepuluh tahun ke depan. Mungkin manusia punah.

Pernyataan tersebut langsung memancing respons Deddy.
Deddy: 
Manusia punah?

Aiman: 
Manusia punah.

Aiman kemudian menyebut bahwa pandangan tersebut bukan semata-mata pendapat pribadinya, melainkan mengutip pandangan sejumlah pihak yang menurutnya pernah menyampaikan kekhawatiran serupa mengenai perkembangan AI.


Mengutip Pandangan Pakar AI

Dalam podcast tersebut, Aiman menyebut nama Roman Yampolskiy sebagai salah satu pakar AI yang pernah mengemukakan kekhawatiran mengenai perkembangan kecerdasan buatan.

Ia kemudian mengutip kalimat berikut.
Either we all die, or we wish we die.
Entah kita semua akan mati, atau kita berharap bisa mati.

Kalimat tersebut digunakan Aiman untuk menggambarkan betapa seriusnya sebagian kalangan memandang potensi perkembangan AI di masa depan.

Ia juga menyebut bahwa AI berkembang sangat cepat sehingga menurutnya sulit diprediksi arah perkembangannya.


Stephen Hawking dan Analogi Kehidupan di Luar Bumi

Percakapan kemudian bergeser pada kisah yang dikaitkan dengan ilmuwan Stephen Hawking.

Menurut Aiman, Hawking pernah mengingatkan agar manusia berhati-hati ketika berusaha menghubungi kemungkinan kehidupan cerdas di luar bumi.

Dalam diskusi tersebut dijelaskan bahwa apabila manusia bertemu dengan entitas yang jauh lebih cerdas, belum tentu hasil akhirnya menguntungkan bagi manusia.

Untuk menggambarkan logika tersebut, Aiman mengatakan bahwa sepanjang sejarah manusia, kelompok yang memiliki keunggulan teknologi atau kecerdasan sering kali mendominasi kelompok lain.

Diskusi itu kemudian digunakan sebagai analogi terhadap perkembangan AI yang menurut mereka memiliki kemampuan belajar sangat cepat.


AI Dinilai Berkembang Sangat Cepat

Deddy kemudian mengaitkan pembahasan itu dengan berbagai layanan AI yang berkembang saat ini.

Menurut keduanya, perkembangan AI dalam beberapa tahun terakhir berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan yang dibayangkan banyak orang.

Mereka mencontohkan kemampuan AI menghasilkan:

  • video,
  • gambar,
  • suara,
  • tulisan,
  • hingga percakapan yang menyerupai manusia.

Dalam percakapan tersebut, Aiman menyebut bahwa kemampuan AI terus meningkat dari waktu ke waktu sehingga menurutnya berbagai profesi kreatif mulai menghadapi tantangan baru.


Demonstrasi Percakapan dengan ChatGPT

Salah satu bagian yang paling banyak dibahas dalam podcast adalah demonstrasi percakapan menggunakan ChatGPT.

Deddy memperlihatkan contoh interaksi yang menurutnya menarik.
Dialog Bahasa Inggris
Deddy: Hey ChatGPT, can you listen to me?
Hai ChatGPT, apakah kamu bisa mendengarkan saya?

Jawaban AI
Of course, I'm all ears. Go ahead and tell me whatever you like.
Tentu saja. Saya siap mendengarkan. Silakan katakan apa pun yang ingin Anda sampaikan.


Selanjutnya Deddy memberikan aturan.
Dialog
Let's make rules. 
You can only answer by yes or no.
Mari kita buat aturan. 
Kamu hanya boleh menjawab ya atau tidak.

AI kemudian menjawab.
Dialog
Absolutely, I can do that.
Tentu, saya bisa melakukannya.


Serangkaian Pertanyaan

Setelah aturan dibuat, Deddy mengajukan beberapa pertanyaan.
Dialog
Am I being watched?
Apakah saya sedang diawasi?

Jawaban AI:
No.
Tidak.

Pertanyaan berikutnya.
Dialog
Is aliens exist?
Apakah alien ada?

Jawaban:
Yes.
Ya.


Kemudian Deddy bertanya lagi.
Dialog
Am I wearing a white shirt?
Apakah saya memakai baju putih?

Jawaban AI:
No.
Tidak.


Dari rangkaian jawaban tersebut, Deddy kemudian menyampaikan bahwa menurut pengamatannya terdapat jawaban AI yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi saat demonstrasi berlangsung. Hal itu menjadi bagian dari diskusi mereka mengenai bagaimana AI merespons pertanyaan dalam konteks tertentu.


Pembahasan Mengenai Eksperimen AI


Bagian berikutnya dari podcast membahas sebuah contoh eksperimen AI yang disebutkan Aiman. 
Dalam diskusi itu, ia menceritakan sebuah kisah mengenai pengujian terhadap model AI sebelum peluncuran GPT-4.

Menurut penjelasan Aiman, contoh tersebut digunakan untuk menggambarkan kekhawatiran sebagian peneliti mengenai bagaimana AI merespons instruksi tertentu. 
Ia menceritakan bahwa dalam contoh yang dibahas, AI diberi instruksi agar tetap aktif dan tidak dimatikan, lalu didiskusikan bagaimana AI merespons skenario pengujian tersebut.

Percakapan itu menjadi salah satu bagian yang paling menyita perhatian Deddy, yang beberapa kali menyebut cerita tersebut sebagai sesuatu yang "menarik" sekaligus "menyeramkan"
Namun, sepanjang diskusi, keduanya menyampaikan contoh itu sebagai bahan pembahasan mengenai perkembangan AI, bukan sebagai demonstrasi langsung yang mereka lakukan dalam podcast.


AI, Masa Depan Industri Kreatif, dan Perubahan Dunia Kerja

Pembahasan dalam podcast kemudian bergeser dari isu keamanan AI menuju dampak nyata yang mulai dirasakan di berbagai sektor industri. 
Deddy Corbuzier dan Aiman Witjaksono sepakat bahwa laju perkembangan teknologi kecerdasan buatan berlangsung sangat cepat dibandingkan beberapa tahun lalu.

Menurut Aiman, perubahan itu tidak lagi sebatas kemampuan AI menjawab pertanyaan atau membantu mencari informasi. 
AI kini dinilai telah berkembang menjadi teknologi yang mampu mengolah berbagai jenis data sekaligus, mulai dari teks, gambar, suara, hingga video.

"Perkembangannya sangat cepat," ujar Aiman, seraya menjelaskan bahwa kemampuan AI terus bertambah dalam waktu relatif singkat.


AI Multimodal dan Kemampuan Mengolah Beragam Data

Dalam percakapan tersebut, Aiman menjelaskan konsep AI multimodal, yaitu sistem yang mampu memproses berbagai bentuk informasi secara bersamaan.

Ia menggambarkan bahwa teknologi ini dapat mempelajari isi dokumen, rekaman suara, gambar, hingga video untuk menghasilkan ringkasan atau jawaban yang lebih komprehensif. 
Menurutnya, kemampuan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa AI berkembang begitu pesat dalam berbagai bidang.

Deddy kemudian menanggapi bahwa perubahan tersebut terasa semakin nyata karena masyarakat kini dapat mengakses berbagai layanan AI secara langsung melalui perangkat sehari-hari.


Google LLM dan Podcast Otomatis

Salah satu contoh yang dibahas adalah layanan Google LLM yang disebut Aiman memiliki kemampuan mengolah berbagai sumber informasi menjadi bentuk percakapan layaknya podcast.

Menurut penjelasannya, pengguna cukup memasukkan dokumen, tautan video, atau sumber data tertentu, kemudian sistem dapat menyusun pembahasan secara otomatis.

Dalam diskusi itu, Aiman menjelaskan bahwa proses tersebut dapat menghasilkan percakapan dengan dua pembawa acara virtual yang membahas isi materi yang diberikan.

Deddy tampak tertarik dengan kemampuan tersebut dan menanyakan bagaimana sistem itu bekerja tanpa memerlukan banyak instruksi tambahan dari pengguna.

Aiman menjelaskan bahwa AI akan mempelajari materi yang diberikan terlebih dahulu, kemudian menyusun alur pembahasan berdasarkan informasi yang tersedia.
Percakapan Berbahasa Inggris
Narasi
Do you want a five-minute podcast, ten-minute, or fifteen-minute?
Apakah Anda menginginkan podcast berdurasi lima menit, sepuluh menit, atau lima belas menit?
Learn it.
Pelajari materi tersebut.
Based on your video.
Berdasarkan video Anda.

Menurut Aiman, contoh tersebut menunjukkan bagaimana AI mampu mengolah informasi menjadi format yang berbeda tanpa harus membuat seluruh isi dari awal.


Masa Depan Podcaster dan Host

Pembahasan berikutnya berfokus pada profesi kreator konten.

Deddy bertanya apakah profesi podcaster masih memiliki masa depan apabila kemampuan AI terus berkembang.

Menanggapi pertanyaan itu, Aiman menyampaikan pandangannya bahwa AI berpotensi mengubah cara konten diproduksi.

Ia menilai AI mampu mempelajari gaya penyampaian, pola percakapan, hingga struktur diskusi dari berbagai materi yang tersedia.

Dalam diskusi tersebut, keduanya membahas kemungkinan AI membantu proses produksi konten, mulai dari penyusunan ringkasan, pencarian referensi, hingga penyuntingan.


AI dan Analisis Data

Aiman juga menjelaskan bahwa salah satu kekuatan utama AI terletak pada kemampuannya mengolah data dalam jumlah besar.

Menurutnya, AI dapat membantu menganalisis informasi, menyusun rekomendasi, hingga menarik kesimpulan berdasarkan data yang tersedia.

Sebagai contoh, ia menggambarkan penggunaan AI dalam menganalisis data penjualan sebuah usaha untuk membantu menentukan strategi bisnis.

Dalam pandangannya, kemampuan tersebut berpotensi mempercepat proses pengambilan keputusan yang sebelumnya dilakukan secara manual.


Kreativitas Masih Menjadi Topik Diskusi

Salah satu bagian menarik dalam podcast adalah ketika pembahasan beralih pada kreativitas.

Deddy mengangkat pertanyaan mengenai apakah kreativitas merupakan kemampuan yang masih menjadi keunggulan manusia.

Aiman menjelaskan bahwa AI belajar dari berbagai contoh karya yang tersedia sehingga mampu menghasilkan tulisan, puisi, gambar, maupun bentuk konten lain yang menyerupai hasil karya manusia.

Meski demikian, percakapan mereka lebih menekankan bahwa perkembangan tersebut menjadi tantangan baru bagi berbagai profesi kreatif.
Dialog Bahasa Inggris
It's amazing how fast it is.
Perkembangannya sungguh luar biasa cepat.
We can do anything.
Kita bisa melakukan hampir apa saja.
That's creativity.
Itulah yang disebut kreativitas.

Kalimat-kalimat tersebut muncul saat keduanya membahas bagaimana AI semakin mampu menghasilkan berbagai bentuk konten digital.


Penutup Diskusi

Menjelang akhir pembahasan, Deddy dan Aiman kembali menyoroti cepatnya perkembangan AI dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Mereka menilai perubahan yang terjadi dalam waktu singkat telah menghadirkan berbagai peluang sekaligus tantangan bagi dunia kerja dan industri kreatif.

Sepanjang percakapan, kedua narasumber membahas beragam contoh penggunaan AI, perkembangan teknologi, serta pandangan mereka mengenai kemungkinan perubahan profesi di masa mendatang.

Diskusi tersebut menggambarkan bagaimana kecerdasan buatan menjadi salah satu topik yang terus menarik perhatian publik seiring semakin luasnya penerapan teknologi tersebut dalam kehidupan sehari-hari.


(as)
#DeddyCorbuzier #AimanWitjaksono #TheHost #ArtificialIntelligence #AI #ChatGPT #Gemini #PodcastIndonesia #Teknologi #KecerdasanBuatan #GoogleLLM #InovasiTeknologi #DigitalTransformation #IndustriKreatif #MasaDepanAI