Namun di balik setiap jalan yang terbuka, ada kehendak Allah yang mengatur.
Kesombongan muncul ketika manusia lupa bahwa kemampuan dan kesempatan itu sendiri adalah pemberian-Nya.
Ketika Ikhtiar Berubah Menjadi Kesombongan
Ada kalimat yang terkadang terucap begitu saja.
Sekilas, kalimat itu seperti membandingkan dua jalan menuju keberhasilan.
Orang pertama mendapatkan warisan.
Jalannya berbeda.
Tetapi Allah tetap satu-satunya Tuhan yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.
Kerja Keras Itu Penting, Tetapi Jangan Menganggap Diri Sebagai Satu-Satunya Sebab
Al-Qur'an tidak mengajarkan manusia untuk berpangku tangan.
Allah berfirman:
Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki kewajiban untuk berusaha.
Itu benar.
Seseorang boleh berkata,
Itu juga benar.
Seseorang boleh mengatakan,
Benar.
Tetapi ketika kalimat itu berubah menjadi,
Kisah Qarun: Ketika Kekayaan Membuat Manusia Mengklaim Dirinya Sendiri
Al-Qur'an memberikan gambaran yang sangat tajam melalui kisah Qarun.
Ketika Qarun diberi kekayaan besar, ia mengatakan:
Kalimat tersebut memperlihatkan sebuah persoalan besar:
Qarun tidak sekadar memiliki harta.
Rezeki Bukan Hanya Tentang Uang
Rezeki juga tidak selalu berbentuk angka di rekening.
Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ketika manusia masih berada dalam kandungan, malaikat diperintahkan untuk menuliskan sejumlah perkara, termasuk rezeki dan ajalnya.
Jodoh dan Masa Depan Juga Berada dalam Kekuasaan Allah
Hal yang sama berlaku dalam persoalan jodoh dan masa depan.
Di situlah manusia belajar bahwa masa depan bukan wilayah kekuasaan manusia sepenuhnya.
Jangan Meremehkan Warisan, Jangan Membanggakan Keringat
Karena itu, orang yang memperoleh harta dari warisan tidak layak merasa paling beruntung.
Ketika Ikhtiar Berubah Menjadi Kesombongan
Ada kalimat yang terkadang terucap begitu saja.
Mungkin terdengar sederhana, bahkan dianggap sebagai bentuk kebanggaan atas perjuangan hidup.
Lu kaya dari warisan.Nih gue, dari keringet dan banting tulang sendiri.
Sekilas, kalimat itu seperti membandingkan dua jalan menuju keberhasilan.
Yang satu memperoleh harta melalui warisan, sementara yang lain mencapainya melalui kerja keras, keringat, pendidikan, keterampilan, dan perjuangan panjang.
Namun jika dilihat dari sudut pandang keimanan, ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar:
Namun jika dilihat dari sudut pandang keimanan, ada satu pertanyaan yang jauh lebih mendasar:
Siapa yang memberikan jalan itu?
Orang pertama mendapatkan warisan.
Tetapi siapa yang menetapkan bahwa ia lahir dari keluarga yang memiliki harta dan kemudian menerima warisan?
Orang kedua bekerja keras.
Orang kedua bekerja keras.
Tetapi siapa yang memberikan kesehatan, kesempatan, kecerdasan, tenaga, keterampilan, lingkungan, umur, dan kesempatan bertemu dengan orang-orang yang membuka jalan menuju keberhasilan?
Di sinilah manusia perlu berhenti sejenak.
Sebab bisa jadi, yang berbeda bukan pemberinya, melainkan jalannya yang Allah berikan.
Di sinilah manusia perlu berhenti sejenak.
Sebab bisa jadi, yang berbeda bukan pemberinya, melainkan jalannya yang Allah berikan.
Allah memberikan sebagian manusia melalui warisan.Kepada yang lain melalui pekerjaan.Kepada yang lain melalui perdagangan.Kepada yang lain melalui ilmu.Ada yang memperoleh rezeki melalui orang tua, pasangan, jaringan pertemanan, peluang usaha, bahkan melalui sesuatu yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.
Jalannya berbeda.
Tetapi Allah tetap satu-satunya Tuhan yang memiliki kekuasaan atas segala sesuatu.
Kerja Keras Itu Penting, Tetapi Jangan Menganggap Diri Sebagai Satu-Satunya Sebab
Al-Qur'an tidak mengajarkan manusia untuk berpangku tangan.
Allah berfirman:
Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.Dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan.
(QS. An-Najm: 39–40)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa manusia memiliki kewajiban untuk berusaha.
Keringat, perjuangan, kerja keras, kesabaran dan ikhtiar bukan sesuatu yang harus diremehkan.
Tetapi ayat itu juga tidak memberikan alasan kepada manusia untuk menyembah hasil usahanya sendiri.
Sebab usaha adalah bagian dari jalan, sedangkan hasil berada dalam ketentuan Allah.
Seseorang boleh berkata,
Tetapi ayat itu juga tidak memberikan alasan kepada manusia untuk menyembah hasil usahanya sendiri.
Sebab usaha adalah bagian dari jalan, sedangkan hasil berada dalam ketentuan Allah.
Seseorang boleh berkata,
Saya bekerja keras.
Itu benar.
Seseorang boleh berkata,
Saya belajar bertahun-tahun.
Itu juga benar.
Seseorang boleh mengatakan,
Saya membangun usaha dari nol.
Benar.
Tetapi ketika kalimat itu berubah menjadi,
Saya berhasil karena saya hebat, bukan karena Allah,
di situlah manusia mulai kehilangan kesadaran tentang siapa sebenarnya yang memberikan kemampuan untuk berusaha.
Sebab tangan yang bekerja juga ciptaan Allah.
Akal yang berpikir adalah pemberian Allah.
Kesehatan yang memungkinkan seseorang bekerja adalah nikmat Allah.
Kesempatan yang datang adalah bagian dari ketetapan Allah.
Bahkan kemampuan untuk bangkit setelah kegagalan pun tidak terlepas dari karunia-Nya.
Sebab tangan yang bekerja juga ciptaan Allah.
Akal yang berpikir adalah pemberian Allah.
Kesehatan yang memungkinkan seseorang bekerja adalah nikmat Allah.
Kesempatan yang datang adalah bagian dari ketetapan Allah.
Bahkan kemampuan untuk bangkit setelah kegagalan pun tidak terlepas dari karunia-Nya.
Kisah Qarun: Ketika Kekayaan Membuat Manusia Mengklaim Dirinya Sendiri
Al-Qur'an memberikan gambaran yang sangat tajam melalui kisah Qarun.
Ketika Qarun diberi kekayaan besar, ia mengatakan:
Sesungguhnya aku diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku.
(QS. Al-Qashash: 78)
Kalimat tersebut memperlihatkan sebuah persoalan besar:
Manusia dapat melihat keberhasilan, tetapi lupa melihat sumber segala pemberian.
Qarun tidak sekadar memiliki harta.
Ia memiliki keyakinan bahwa dirinya pantas memperoleh semua itu karena kemampuan yang ada pada dirinya.
Padahal Al-Qur'an sebelumnya menyebut bahwa Allah-lah yang memberikan kepadanya kekayaan tersebut.
Karena itu, Al-Qur'an mengingatkan agar apa yang diberikan Allah digunakan untuk mencari kehidupan akhirat, tanpa melupakan bagian manusia di dunia.
Pesannya sangat jelas:
Padahal Al-Qur'an sebelumnya menyebut bahwa Allah-lah yang memberikan kepadanya kekayaan tersebut.
Karena itu, Al-Qur'an mengingatkan agar apa yang diberikan Allah digunakan untuk mencari kehidupan akhirat, tanpa melupakan bagian manusia di dunia.
Pesannya sangat jelas:
Harta boleh berada di tangan manusia, tetapi jangan sampai manusia merasa menjadi pemilik mutlak atas dirinya.
Rezeki Bukan Hanya Tentang Uang
Rezeki juga tidak selalu berbentuk angka di rekening.
- Kesehatan adalah rezeki.
- Keluarga adalah rezeki.
- Ilmu adalah rezeki.
- Pekerjaan adalah rezeki.
- Kesempatan adalah rezeki.
- Pertemuan dengan orang baik adalah rezeki.
Bahkan kemampuan untuk menemukan jalan keluar ketika hidup berada dalam kesulitan juga merupakan nikmat yang tidak selalu terlihat dalam bentuk materi.
Dalam hadis sahih, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa ketika manusia masih berada dalam kandungan, malaikat diperintahkan untuk menuliskan sejumlah perkara, termasuk rezeki dan ajalnya.
Hadis tersebut diriwayatkan dalam Sahih Muslim 2643a dan Sahih al-Bukhari 6594.
Karena itu, manusia diperintahkan untuk berusaha, tetapi tidak diperintahkan untuk menyandarkan seluruh keyakinannya kepada kemampuan dirinya.
Karena itu, manusia diperintahkan untuk berusaha, tetapi tidak diperintahkan untuk menyandarkan seluruh keyakinannya kepada kemampuan dirinya.
Jodoh dan Masa Depan Juga Berada dalam Kekuasaan Allah
Hal yang sama berlaku dalam persoalan jodoh dan masa depan.
- Manusia dapat memilih.
- Manusia dapat berikhtiar.
- Manusia dapat berdoa.
- Manusia dapat memperbaiki diri.
Namun manusia tidak memiliki pengetahuan mutlak tentang apa yang akan terjadi esok hari.
Ada orang yang telah menyusun rencana bertahun-tahun, tetapi jalannya berubah dalam hitungan hari.
Ada yang mengejar seseorang tetapi akhirnya tidak menjadi pasangan.
Ada yang tidak pernah direncanakan justru menjadi pertemuan yang menentukan perjalanan hidup.
Ada pekerjaan yang dianggap sebagai tujuan akhir, ternyata hanya menjadi jembatan menuju jalan berikutnya.
Di situlah manusia belajar bahwa masa depan bukan wilayah kekuasaan manusia sepenuhnya.
- Manusia menjalani sebab.
- Allah menentukan jalan dan hasilnya.
Jangan Meremehkan Warisan, Jangan Membanggakan Keringat
Karena itu, orang yang memperoleh harta dari warisan tidak layak merasa paling beruntung.
Dan orang yang memperoleh kekayaan melalui keringat dan perjuangan juga tidak layak merasa paling hebat.
Keduanya sama-sama sedang berjalan melalui pintu yang Allah bukakan.
Yang menerima warisan mendapatkan jalannya.
Yang bekerja keras mendapatkan jalannya.
Yang berdagang mendapatkan jalannya.
Yang menjadi pegawai mendapatkan jalannya.
Yang membangun usaha dari nol mendapatkan jalannya.
Perbedaan jalan tidak berarti perbedaan Tuhan yang memberi.
Bahkan orang yang bekerja keras tetap membutuhkan banyak hal yang tidak mampu ia ciptakan sendiri.
Ia tidak menciptakan jantungnya.
Ia tidak menciptakan otaknya.
Ia tidak menciptakan mata yang digunakan untuk membaca peluang.
Ia tidak menciptakan waktu.
Ia tidak menciptakan dunia tempat usahanya berlangsung.
Dan kesadaran itulah yang membuat keberhasilan melahirkan syukur, bukan kesombongan.
Sebab ketika manusia sadar bahwa dirinya hanya menempuh jalan yang telah dibukakan Allah, ia akan lebih mudah berkata:
Rezeki adalah wilayah kekuasaan Allah.
Keduanya sama-sama sedang berjalan melalui pintu yang Allah bukakan.
Yang menerima warisan mendapatkan jalannya.
Yang bekerja keras mendapatkan jalannya.
Yang berdagang mendapatkan jalannya.
Yang menjadi pegawai mendapatkan jalannya.
Yang membangun usaha dari nol mendapatkan jalannya.
Perbedaan jalan tidak berarti perbedaan Tuhan yang memberi.
Bahkan orang yang bekerja keras tetap membutuhkan banyak hal yang tidak mampu ia ciptakan sendiri.
Ia tidak menciptakan jantungnya.
Ia tidak menciptakan otaknya.
Ia tidak menciptakan mata yang digunakan untuk membaca peluang.
Ia tidak menciptakan waktu.
Ia tidak menciptakan dunia tempat usahanya berlangsung.
Maka kerja keras adalah kewajiban manusia, tetapi keberhasilan bukan alasan untuk menuhankan kemampuan diri.
Pada akhirnya, semua kembali kepada Allah.
Dan kesadaran itulah yang membuat keberhasilan melahirkan syukur, bukan kesombongan.
Sebab ketika manusia sadar bahwa dirinya hanya menempuh jalan yang telah dibukakan Allah, ia akan lebih mudah berkata:
Aku berusaha sekuat yang aku bisa. Tetapi saat berhasil aku tidak pernah lupa, Allah-lah yang memberi jalan.
Rezeki adalah wilayah kekuasaan Allah.
Jodoh berada dalam ketetapan-Nya.
Masa depan berada dalam pengetahuan-Nya.
Sementara manusia diberi tugas untuk berikhtiar, berdoa, bersabar, dan menjalani jalan yang tersedia.
Maka jangan terlalu cepat membanggakan hasil.
Jangan merendahkan orang yang mendapatkan rezeki melalui jalan berbeda.
Jangan pula menganggap warisan sebagai sesuatu yang membuat seseorang lebih rendah daripada orang yang bekerja keras.
Sebab pada akhirnya, yang menentukan bukan dari mana rezeki itu datang, melainkan siapa yang mengizinkan jalan itu terbuka.
Allah Maha Pengatur.
Allah Maha Berkehendak.
Dan manusia, sekuat apa pun kemampuan serta sehebat apa pun pencapaiannya, tetaplah seorang hamba yang hidup dalam izin dan kekuasaan-Nya.
Ikhtiar adalah jalan kita.
Tetapi Allah adalah Pengatur jalan.
(as)
#AllahMahaPengatur #Rezeki #Jodoh #Takdir #KehendakAllah #Ikhtiar #Tawakal #Syukur #Quran #Hadits #Islam #Kesombongan #RenunganIslam #RezekiAllah #MasaDepan
Maka jangan terlalu cepat membanggakan hasil.
Jangan merendahkan orang yang mendapatkan rezeki melalui jalan berbeda.
Jangan pula menganggap warisan sebagai sesuatu yang membuat seseorang lebih rendah daripada orang yang bekerja keras.
Sebab pada akhirnya, yang menentukan bukan dari mana rezeki itu datang, melainkan siapa yang mengizinkan jalan itu terbuka.
Allah Maha Pengatur.
Allah Maha Berkehendak.
Dan manusia, sekuat apa pun kemampuan serta sehebat apa pun pencapaiannya, tetaplah seorang hamba yang hidup dalam izin dan kekuasaan-Nya.
Ikhtiar adalah jalan kita.
Tetapi Allah adalah Pengatur jalan.
(as)
#AllahMahaPengatur #Rezeki #Jodoh #Takdir #KehendakAllah #Ikhtiar #Tawakal #Syukur #Quran #Hadits #Islam #Kesombongan #RenunganIslam #RezekiAllah #MasaDepan


