GURU BESAR DAN PROFESOR KOMPAK DESAK JOKOWI TUNJUKKAN IJAZAH ASLI — “BIARKAN DIUJI DI LABORATORIUM”


Fatahillah313, Jakarta - Drama panjang soal keaslian ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali memanas. 
Setelah sekian lama isu ini tenggelam di antara hiruk-pikuk politik dan hiruk-hiruk manuver jelang akhir masa jabatan, kini suara lantang justru datang dari kalangan akademisi bergelar profesor dan guru besar.

Mereka satu suara: 
Tunjukkan ijazah aslimu, Pak Presiden.


🔹 Prof Henri Subiakto: 
Kalau Asli, Mengapa Tak Ditunjukkan? 
Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Henri Subiakto, menjadi salah satu tokoh akademik yang menyuarakan keprihatinan sekaligus ajakan terbuka kepada Presiden Jokowi.

Melalui akun X (Twitter) pribadinya pada Jumat (10/10/2025), Prof Henri yang juga alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menegaskan bahwa jalan paling sederhana untuk menutup polemik ini adalah keterbukaan total.
Sebagai alumni UGM, selisih dua tahun lulusnya dengan pengakuan Pak Jokowi, saya sealiran dengan Prof Komarudin Hidayat. Hidup itu tidak usah ribet. Kalau ijazah tidak dipercaya ya tinggal ditunjukkan saja pada umum, lalu dipersilakan pihak independen menelitinya. Silakan penelitian dilakukan secara terbuka, 
ujarnya.

Menurutnya, kebenaran tidak perlu disembunyikan, sebab kejujuran tak pernah takut diuji.
Menunjukkan ijazah asli itu bukan aib. Apalagi ijazah UGM, itu justru kebanggaan, 
tegas Henri.

Seruan ini bukan sekadar opini, tapi juga bentuk tanggung jawab moral intelektual terhadap pentingnya kejelasan di ruang publik. 
Bagi Prof Henri, masyarakat berhak tahu kebenaran dari sosok yang memimpin negara.


🔹 Prof Komaruddin Hidayat: 
Masalah Sepele, Tapi Kenapa Tak Diselesaikan? 
Nada senada datang dari Prof Dr Komaruddin Hidayat, akademisi dan cendekiawan Muslim yang juga Ketua Dewan Pers. 
Dalam pernyataan publiknya yang ramai dibagikan di media sosial, Komaruddin menganggap isu ijazah Jokowi sebenarnya perkara sepele, tapi menjadi bom waktu politik karena tak kunjung dijawab tuntas.
Masalah ijazah itu hal sepele. Tunjukkan dengan bangga dan sukarela. Silakan diuji di laboratorium, 
kata Komaruddin dalam video yang diunggah ke akun Instagram pribadinya.

Pernyataan ini disambut luas, bahkan menjadi trending di berbagai platform media sosial. 
Publik menilai, jika mantan presiden ini tidak memiliki masalah dengan ijazahnya, maka menunjukkan dokumen asli bukanlah hal yang sulit.

Namun kenyataannya, isu ini terus menggantung, bahkan kerap digunakan sebagai bahan serangan politik dan bahan olok-olok di dunia maya.


🔹 Tiga Tokoh Peneliti Ijazah: 
Roy Suryo, Rismon, dan Tifauziyah Kontroversi ini tak bisa dilepaskan dari tiga nama vokal:
    1. Roy Suryo, mantan Menpora dan pakar telematika,
    2. Rismon Sianipar,
    3. serta Tifauziyah Tyassuma (Dr. Tifa).

Ketiganya telah melakukan riset panjang dan menerbitkan buku setebal 700 halaman berjudul “Jokowi’s White Paper.”

Buku itu berisi analisis forensik dokumen dan kronologi administrasi pendidikan Jokowi di UGM, yang mereka klaim menunjukkan kejanggalan signifikan. 
Mereka juga menyebut memiliki data baru dari KPU yang memperkuat dugaan bahwa ijazah Jokowi perlu diverifikasi ulang.

Kontroversi semakin memanas ketika publik menuntut uji laboratorium forensik digital untuk membuktikan keaslian fisik dokumen ijazah yang selama ini beredar.


🔹 UGM Bertahan: 
Dokumen Kami Asli dan Lengkap
Di sisi lain, Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Ova Emilia, memberikan klarifikasi resmi yang menegaskan posisi kampus. 
Menurutnya, UGM memiliki rekam jejak administratif lengkap dan autentik terkait perjalanan akademik Joko Widodo.
UGM memiliki dokumen autentik yang mencatat setiap tahap perjalanan pendidikan Jokowi, mulai dari proses penerimaan mahasiswa, kegiatan perkuliahan, hingga kelulusan pada 5 November 1985, 
ujar Ova.

Ia menambahkan, Jokowi telah menerima ijazah sah dan sesuai prosedur saat wisuda pada 19 November 1985.

Namun pernyataan ini ternyata belum cukup menenangkan publik. Banyak yang menilai bahwa pernyataan kampus perlu diperkuat bukti fisik, bukan hanya administratif.


🔹 Publik Menanti Keberanian Jokowi 

Kini, semua bola ada di tangan Jokowi sendiri. Desakan dari para intelektual kampus dan tokoh publik menandakan bahwa masyarakat tidak sedang mencari sensasi, tapi transparansi dan kejujuran.

Menunjukkan ijazah asli, apalagi bila benar-benar sah, justru akan menutup semua celah fitnah, dan mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi kepemimpinan nasional.

Sebagaimana firman Allah:
ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ 
Kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Maka barangsiapa yang mau, hendaklah ia beriman; dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia kafir. 
(QS Al-Kahfi: 29)


Karena pada akhirnya, kebenaran hanya takut pada kebohongan, bukan pada pengujian.


(as)
#IjazahJokowi #Jokowi #UGM #HenriSubiakto #KomaruddinHidayat #RoySuryo #IjazahAsli #WhitePaper #Transparansi #PresidenRI #PolemikIjazah #KebenaranTidakTakutUji