Bersama Kyai Fuad Sidogiri dan Habib Rizieq, Lautan Jamaah Bersiap Padati Pamekasan untuk Palestina

Fatahillah313, Jakarta - Di tengah dunia yang terus diguncang konflik kemanusiaan, ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia bersiap memadati Lapangan Pegantenan, Pamekasan, Madura, pada Senin malam, 11 Mei 2026. 
Mereka datang bukan sekadar menghadiri sebuah pengajian akbar, melainkan membawa satu suara yang sama: solidaritas untuk Palestina.

Gerakan Peduli Palestina (GPP) dijadwalkan menggelar kegiatan bertajuk Tabligh Akbar dan Istighosah Internasional untuk Kemerdekaan Palestina, sebuah momentum spiritual dan kemanusiaan yang diperkirakan dihadiri sekitar 30 ribu jamaah. 
Dari santri, tokoh agama, aktivis kemanusiaan, hingga masyarakat umum, semuanya akan berkumpul dalam satu hamparan doa dan kepedulian.

Acara ini menjadi simbol bahwa isu Palestina bukan sekadar persoalan geopolitik yang jauh dari Indonesia. 
Di mata banyak umat Islam, Palestina adalah luka kemanusiaan yang terus hidup di hati masyarakat. 
Karena itu, gelombang solidaritas terus tumbuh, termasuk melalui kegiatan keagamaan dan doa bersama seperti yang akan digelar di Pamekasan.


Ulama Nasional Bersatu untuk Palestina

Dalam publikasi resmi panitia, sejumlah tokoh ulama nasional dijadwalkan hadir dan memberikan tausiah. 
Nama pengasuh pesantren ternama KH Fuad Noer Hasan atau yang akrab dikenal sebagai Kyai Fuad Sidogiri menjadi salah satu magnet utama kegiatan tersebut. 
Selain itu, Habib Rizieq Shihab juga dijadwalkan hadir bersama sejumlah tokoh dan aktivis kemanusiaan lainnya.

Kehadiran para ulama itu dinilai memberi pesan kuat tentang pentingnya persatuan umat dalam menyikapi tragedi kemanusiaan internasional. 
Tidak hanya Palestina, panitia juga menyebut kegiatan ini membawa semangat kepedulian terhadap negara-negara Muslim lain yang sedang mengalami konflik berkepanjangan seperti Yaman, Suriah, Lebanon, Irak, hingga Iran.

Bagi masyarakat Madura sendiri, kegiatan semacam ini bukan hanya agenda seremonial. 
Kultur religius yang kuat menjadikan tabligh akbar dan istighosah sebagai ruang spiritual sekaligus sosial untuk memperkuat solidaritas umat.


Doa Menjadi Bahasa Perlawanan

Di saat dunia internasional masih dipenuhi tarik ulur kepentingan politik, ribuan jamaah di Pamekasan memilih jalan doa sebagai bentuk dukungan moral terhadap rakyat Palestina. 
Istighosah dan munajat bersama diyakini menjadi kekuatan batin yang mampu menyatukan hati umat Islam lintas daerah dan generasi.

Panitia menyebut acara akan dimulai pukul 19.00 WIB dengan rangkaian doa bersama, tausiah kebangsaan, refleksi kemanusiaan, hingga penggalangan solidaritas untuk rakyat Palestina.

Slogan yang diangkat dalam kegiatan tersebut, 
Bersatu, berdoa, beraksi untuk Palestina
, menggambarkan semangat utama acara: 
Bahwa kepedulian tidak berhenti pada simpati, tetapi harus diwujudkan melalui aksi nyata dan kebersamaan.

Banyak jamaah disebut telah bersiap datang sejak sore hari. 
Sebagian bahkan berangkat menggunakan rombongan bus dan kendaraan terbuka dari berbagai kota di Madura dan Jawa Timur. 
Bendera Palestina, syal bertuliskan kemerdekaan Palestina, hingga atribut solidaritas diperkirakan akan mewarnai kawasan Lapangan Pegantenan.


Palestina dan Ikatan Emosional Umat

Bagi sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia, Palestina memiliki ikatan emosional dan historis yang sangat kuat. 
Masjid Al-Aqsa sebagai kiblat pertama umat Islam menjadi salah satu alasan mengapa isu Palestina terus mendapat perhatian luas.

Di sisi lain, tayangan krisis kemanusiaan yang terus muncul dari wilayah konflik memperkuat rasa empati masyarakat. 
Anak-anak yang kehilangan keluarga, rumah-rumah yang hancur, hingga keterbatasan bantuan kemanusiaan menjadi gambaran nyata penderitaan yang menyentuh hati banyak orang.

Karena itu, forum-forum keagamaan seperti tabligh akbar tidak hanya dipandang sebagai agenda dakwah, tetapi juga ruang membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya solidaritas kemanusiaan lintas negara.


Pamekasan Jadi Pusat Gelombang Solidaritas

Dipilihnya Pamekasan sebagai lokasi acara juga memiliki makna tersendiri. 
Madura dikenal sebagai wilayah dengan tradisi keislaman yang kuat dan basis pesantren yang besar. 
Kehadiran puluhan ribu jamaah diperkirakan akan menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu agenda solidaritas Palestina terbesar di wilayah Jawa Timur tahun ini.

Panitia berharap kegiatan berlangsung damai, tertib, dan menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah dinamika global yang terus berubah.

Di tengah dinginnya diplomasi dunia, ribuan masyarakat Indonesia memilih menyuarakan harapan lewat lantunan doa. 
Dari Madura, suara solidaritas itu akan kembali bergema: 
Palestina tidak sendiri.


(as)
#PalestinaMerdeka #SavePalestine #TablighAkbarPalestina #IstighosahPalestina #Pamekasan #MaduraBelaPalestina #SolidaritasPalestina #PrayForPalestine #HabibRizieq #KyaiFuadSidogiri