"Tonton Sampai Tuntas Supaya Tahu Kejinya Fitnah Ini" — Habib Jafar bin Abdul Qadir Al Haddar Membuka Kronologi Lengkap Pembongkaran Makam Secara Kriminal di Pasuruan
Fatahillah313, PASURUAN - Suara getir dan tenang bercampur dalam tutur Habib Jafar bin Abdul Qadir bin Umar bin Abdul Qadir bin Ahmad bin Saleh Al Haddar, ketika ia membuka pernyataan panjangnya menanggapi tuduhan keji yang dilayangkan oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan PWI-LS.
Tuduhan itu, menurutnya, bukan sekadar kesalahan informasi, tetapi sebuah fitnah sistematis yang berujung pada tindakan kriminal: pembongkaran makam keluarga secara brutal dan terencana.
Pembongkaran Langsung Disiarkan Live
Pagi harinya, Rabu, 1 Oktober 2025, saat keluarga bersiap menghadiri undangan mediasi, kabar mengejutkan datang dari warga sekitar makam.
Makam Fiktif? Bukti-Bukti Otentik Dibuka
Salah satu tuduhan yang disebar oleh pihak penyerang adalah bahwa makam keluarga Al Haddar disebut “makam fiktif”.
Fitnah Berlapis: Dari Isu Penindasan hingga Tanah Wakaf Palsu
Tidak berhenti di situ, muncul pula framing liar yang menuduh bahwa makam keluarga Al Haddar menindih makam ulama lain.
Dalam penjelasan panjangnya, Habib Jafar mengungkap bahwa pembangunan makam itu bukan dilakukan oleh keluarganya, melainkan oleh para ulama dan orang-orang saleh, termasuk Habib Umar bin Hafid, yang menyerahkan dana khusus untuk perawatan makam leluhur Al Haddar pada akhir 1990-an.
Seruan Damai dan Keadilan
Kisah ini bukan sekadar polemik antar keluarga. Ia adalah potret kelam penyalahgunaan wewenang, fitnah publik, dan penghancuran simbol sejarah Islam yang mestinya dijaga.
Habib Jafar menegaskan:
(as)
#PWI_LS #FitnahMakam #HabibJafarMenjawab #KasusSerambi #PasuruanBerduka #MakamAlHaddar #PembongkaranBrutal #UmatIslamBersatu #StopFitnah #KeadilanUntukAulia
Acara pembongkaran ini bukan tiba-tiba, tapi sudah direncanakan jauh-jauh hari, terprogram. Ini kriminal yang sudah diatur,
tegas Habib Jafar membuka kesaksiannya.
Dengan pembukaan penuh adab dan ketenangan, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ... beliau menuturkan kronologi lengkap kejadian yang menimpa makam leluhurnya di kawasan Serambi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Dengan pembukaan penuh adab dan ketenangan, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ... beliau menuturkan kronologi lengkap kejadian yang menimpa makam leluhurnya di kawasan Serambi, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
Fitnah dan Surat Aneh dari PWI-LS
Menurut kesaksian Habib Jafar, fitnah ini bermula dari surat undangan “mediasi” yang diterimanya malam Rabu, beberapa jam setelah kajiannya.
Menurut kesaksian Habib Jafar, fitnah ini bermula dari surat undangan “mediasi” yang diterimanya malam Rabu, beberapa jam setelah kajiannya.
Dua orang datang membawa surat atas nama PWI-LS dan Kepala Desa, yang disebut-sebut menindaklanjuti aduan masyarakat dan keturunan Bani Musa serta Bani Saleh.
Namun, ketika ditanya siapa masyarakat yang dimaksud, tak seorang pun bisa menjawab.
Namun, ketika ditanya siapa masyarakat yang dimaksud, tak seorang pun bisa menjawab.
Saya tanya, masyarakat mana yang mengadu? Tidak bisa jawab. Saya tanya lagi, kalau yang mengadu Bani Musa dan Bani Saleh, apa urusannya dengan saya? Ini makam keluarga saya. Kenapa PWI yang nyurati saya?
ujar beliau heran.
Habib Jafar menyebut bahwa undangan itu sempat ingin ditarik kembali, seolah-olah ada yang panik karena surat itu sudah sampai di tangan pihak keluarga makam.
Habib Jafar menyebut bahwa undangan itu sempat ingin ditarik kembali, seolah-olah ada yang panik karena surat itu sudah sampai di tangan pihak keluarga makam.
Untung, adiknya segera menyalin dan memfotokopi surat tersebut sebagai bukti.
Pembongkaran Langsung Disiarkan Live
Pagi harinya, Rabu, 1 Oktober 2025, saat keluarga bersiap menghadiri undangan mediasi, kabar mengejutkan datang dari warga sekitar makam.
Habib, kuburan datuknya jenengan diserbu massa. Genteng-gentengnya dijatuhkan semua. Saya nggak bisa bantu, Habib, banyak aparat,
cerita warga sambil menangis di ujung telepon.
Yang lebih mengejutkan, aksi itu disiarkan langsung di YouTube. Habib Jafar menyebutnya sebagai “kriminal yang di-live-kan”, sebuah bentuk keberanian yang tak lagi berakal.
Yang lebih mengejutkan, aksi itu disiarkan langsung di YouTube. Habib Jafar menyebutnya sebagai “kriminal yang di-live-kan”, sebuah bentuk keberanian yang tak lagi berakal.
Subhanallah... iki model opo iki? Kriminal di live!
seru beliau.
Ironisnya, kepala desa yang menandatangani undangan mediasi justru terlihat hadir di lokasi pembongkaran.
Ironisnya, kepala desa yang menandatangani undangan mediasi justru terlihat hadir di lokasi pembongkaran.
Makam Fiktif? Bukti-Bukti Otentik Dibuka
Salah satu tuduhan yang disebar oleh pihak penyerang adalah bahwa makam keluarga Al Haddar disebut “makam fiktif”.
Tuduhan itu, kata Habib Jafar, sepenuhnya bohong.
Saya sendiri, Jafar bin Abdul Qadir bin Umar. Kakek saya, Habib Umar, dimakamkan di situ. Saya hadir waktu pemakamannya. Bagaimana bisa disebut fiktif?
tegasnya sambil menunjukkan bukti-bukti foto dan silsilah.
Bahkan warga Serambi, termasuk marbot masjid dan para sesepuh kampung, turut bersaksi bahwa makam tersebut benar-benar makam keluarga Al Haddar yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Bahkan warga Serambi, termasuk marbot masjid dan para sesepuh kampung, turut bersaksi bahwa makam tersebut benar-benar makam keluarga Al Haddar yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu.
Saya kenal Habib Umar. Orang alim. Dimakamkan di situ,
tutur seorang marbot dalam video kesaksian yang kini viral.
Fitnah Berlapis: Dari Isu Penindasan hingga Tanah Wakaf Palsu
Tidak berhenti di situ, muncul pula framing liar yang menuduh bahwa makam keluarga Al Haddar menindih makam ulama lain.
Loh, nindes dari mana? Warga setempat paham itu tanah kosong. Semua saksi tahu, tidak ada satu pun nisan yang tertindas,
jelas Habib Jafar.
Fitnah berikutnya: makam dibangun di tanah wakaf.
Habib Jafar membantah tegas.
Saksi, Fakta, dan Uang Habib Umar bin Hafid
Tanah itu bukan tanah wakaf. Itu tanah mawat, tanah tak bertuan, dicek oleh perangkat desa dan disampaikan langsung oleh Ketua PCNU. Jadi siapa yang bilang wakaf itu jelas bohong!
Saksi, Fakta, dan Uang Habib Umar bin Hafid
Dalam penjelasan panjangnya, Habib Jafar mengungkap bahwa pembangunan makam itu bukan dilakukan oleh keluarganya, melainkan oleh para ulama dan orang-orang saleh, termasuk Habib Umar bin Hafid, yang menyerahkan dana khusus untuk perawatan makam leluhur Al Haddar pada akhir 1990-an.
Tahun 1997 atau 1998 Habib Umar datang, bawa uang untuk pembangunan makam. Dikasih ke warga, bukan ke keluarga kami,
jelasnya.
Pondasi yang ada saat ini pun, kata beliau, merupakan kelanjutan dari pondasi lama tahun 1990-an, bukan bangunan baru seperti yang difitnahkan.
Kepala Desa “Khilaf”, Aparat Diam
Salah satu pernyataan paling mengejutkan datang dari kepala desa yang mengaku “khilaf” telah memberi izin pembangunan jalan akses ziarah yang melewati area makam.
Pondasi yang ada saat ini pun, kata beliau, merupakan kelanjutan dari pondasi lama tahun 1990-an, bukan bangunan baru seperti yang difitnahkan.
Kepala Desa “Khilaf”, Aparat Diam
Salah satu pernyataan paling mengejutkan datang dari kepala desa yang mengaku “khilaf” telah memberi izin pembangunan jalan akses ziarah yang melewati area makam.
Padahal, menurut Habib Jafar, jalan itu jalan umum yang digunakan semua warga, bukan eksklusif keluarga.
Dengan nada getir, Habib Jafar menutup pernyataannya dengan seruan keras agar umat tidak terprovokasi, tetapi juga tidak diam menghadapi kezaliman.
Saya izin resmi, kepala desa kasih izin. Tapi sekarang malah bilang khilaf. Ini aneh. Apa hukum bisa diatur pakai kata ‘khilaf’?
Islam Model Apa Ini?
Dengan nada getir, Habib Jafar menutup pernyataannya dengan seruan keras agar umat tidak terprovokasi, tetapi juga tidak diam menghadapi kezaliman.
Mereka bilang pembela Wali Songo, tapi kok malah bongkar kuburan? Islam model apa ini?
katanya.
Ia berharap agar pemerintah Kabupaten Pasuruan dan aparat penegak hukum bertindak tegas dan mengusut siapa dalang di balik pembongkaran brutal ini.
Ia berharap agar pemerintah Kabupaten Pasuruan dan aparat penegak hukum bertindak tegas dan mengusut siapa dalang di balik pembongkaran brutal ini.
Kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta‘ala, semoga dengan barokah Nabi Muhammad ﷺ dan para auliya, kebenaran segera dibuka, pelaku ditangkap, dan umat Islam disatukan kembali,
pungkasnya.
Seruan Damai dan Keadilan
Kisah ini bukan sekadar polemik antar keluarga. Ia adalah potret kelam penyalahgunaan wewenang, fitnah publik, dan penghancuran simbol sejarah Islam yang mestinya dijaga.
Habib Jafar menegaskan:
Kita tidak mencari permusuhan, tapi mencari keadilan. Karena fitnah lebih kejam dari pembunuhan.
(as)
#PWI_LS #FitnahMakam #HabibJafarMenjawab #KasusSerambi #PasuruanBerduka #MakamAlHaddar #PembongkaranBrutal #UmatIslamBersatu #StopFitnah #KeadilanUntukAulia


