Fatahillah313, Surakarta - Perdebatan mengenai keaslian dan konsistensi identitas dalam dokumen pendidikan Presiden Joko Widodo memasuki babak yang semakin teknis dan kompleks.
Dalam sidang yang menghadirkan keterangan ahli, pembahasan tidak lagi sekadar soal dokumen, tetapi merambah ke wilayah biometrik wajah, struktur anatomi, perilaku visual, hingga analisis matematis berbasis probabilitas.
Bagian ketiga ini menyoroti satu klaim utama: perbedaan hingga 92% antara foto ijazah dan foto pembanding, yang kemudian memicu hipotesis adanya perbedaan individu.
Bagian ketiga ini menyoroti satu klaim utama: perbedaan hingga 92% antara foto ijazah dan foto pembanding, yang kemudian memicu hipotesis adanya perbedaan individu.
Berikut ulasan lengkapnya dalam alur sistematis.
Foto Alumni dan Ijazah: Identik, Tapi Menyisakan Pertanyaan
Ahli menjelaskan bahwa foto dalam album alumni disebut identik dengan foto pada ijazah setelah melalui proses enhancement digital.
Dua Spesimen Ijazah dan Ambiguitas Istilah “Identik”
Sorotan berikutnya tertuju pada proses pemeriksaan oleh aparat.
Ahli menilai terdapat dua versi spesimen ijazah yang pernah ditampilkan, namun hingga kini belum ada kejelasan:
Dalam perspektif ilmiah dokumen:
Penggunaan istilah yang dianggap ambigu dinilai menunjukkan bahwa kesimpulan pemeriksaan belum final secara saintifik.
Anatomi Wajah: Struktur yang Sulit Berubah
Bagian paling teknis dalam kesaksian adalah analisis biometrik wajah berbasis neurosains dan anatomi.
Ahli menegaskan beberapa parameter wajah bersifat permanen pada orang dewasa, kecuali terjadi:
Parameter utama yang dianalisis:
Faktor seperti:
dianggap hanya menghasilkan noise, yang dapat dihilangkan melalui pengolahan matematis.
Struktur Gigi: Identitas Biologis yang Stabil
Analisis juga menyentuh aspek dental:
Perbedaan morfologi gigi, jika signifikan, dapat menjadi indikator identitas biologis yang berbeda.
Namun, ahli menegaskan bahwa kesimpulan tetap berbasis perhitungan matematis keseluruhan, bukan satu variabel tunggal.
Dampak terhadap Validitas Dokumen
Jika foto dalam dokumen tidak konsisten secara biometrik dengan individu yang mengklaimnya, maka:
Ahli bahkan menyatakan secara opini profesional bahwa persoalan ini tidak lagi semata domain hukum, melainkan menyangkut tata kelola pemerintahan (good governance).
Tiga Arena Konflik: Ilmiah, Hukum, dan Politik
Menurut ahli, isu ini kini berada dalam tiga ranah sekaligus:
Solusi yang diusulkan:
Ketika Ilmu Bicara, Siapa yang Menjawab?
Bagian ketiga dari polemik ini memperlihatkan bahwa perdebatan telah melampaui isu administratif. Klaim berbasis matematika, anatomi, dan probabilitas membawa diskursus ke level yang lebih teknis, namun sekaligus menuntut verifikasi yang lebih komprehensif dan transparan.
Dalam konteks demokrasi modern, pertanyaan akhirnya bukan hanya tentang benar atau salah, tetapi tentang bagaimana negara merespons keraguan publik dengan standar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
Foto Alumni dan Ijazah: Identik, Tapi Menyisakan Pertanyaan
Ahli menjelaskan bahwa foto dalam album alumni disebut identik dengan foto pada ijazah setelah melalui proses enhancement digital.
Kesimpulan awal:
Namun, polemik muncul ketika data pendukung lain, khususnya asal sekolah, dinilai tidak konsisten dalam buku alumni.
- Foto ijazah dan foto alumni berasal dari sumber yang sama
- Tidak ditemukan indikasi manipulasi digital
- Secara visual, keduanya dianggap identik
Namun, polemik muncul ketika data pendukung lain, khususnya asal sekolah, dinilai tidak konsisten dalam buku alumni.
Perbedaan informasi mengenai riwayat pendidikan menimbulkan hipotesis kemungkinan adanya lebih dari satu individu dengan nama yang sama.
Di titik ini, narasi bergeser dari sekadar kesamaan foto menuju pertanyaan yang lebih besar:
Di titik ini, narasi bergeser dari sekadar kesamaan foto menuju pertanyaan yang lebih besar:
Apakah seluruh data identitas benar-benar merujuk pada satu orang yang sama?
Dua Spesimen Ijazah dan Ambiguitas Istilah “Identik”
Sorotan berikutnya tertuju pada proses pemeriksaan oleh aparat.
Ahli menilai terdapat dua versi spesimen ijazah yang pernah ditampilkan, namun hingga kini belum ada kejelasan:
- Spesimen mana yang sebenarnya diuji laboratorium
- Mengapa digunakan istilah “identik”, bukan “asli” atau “palsu”
Tidak ada istilah identik.Yang ada hanya otentik atau tidak otentik.
Penggunaan istilah yang dianggap ambigu dinilai menunjukkan bahwa kesimpulan pemeriksaan belum final secara saintifik.
Anatomi Wajah: Struktur yang Sulit Berubah
Bagian paling teknis dalam kesaksian adalah analisis biometrik wajah berbasis neurosains dan anatomi.
Ahli menegaskan beberapa parameter wajah bersifat permanen pada orang dewasa, kecuali terjadi:
- Cedera serius
- Operasi plastik
Parameter utama yang dianalisis:
- Jarak antar pupil (interorbital distance)
- Struktur tulang hidung
- Bentuk rahang (mandibula)
- Posisi telinga
Faktor seperti:
- Pencahayaan
- Sudut kamera
- Perubahan berat badan
dianggap hanya menghasilkan noise, yang dapat dihilangkan melalui pengolahan matematis.
Hasil Analisis: Perbedaan Hingga 92,37%
Menggunakan model probabilistik berbasis matematika (Bayesian), diperoleh hasil:
Kesimpulan ahli:
Menggunakan model probabilistik berbasis matematika (Bayesian), diperoleh hasil:
- Perbedaan tanpa koreksi usia: sekitar 86%
- Perbedaan dengan koreksi usia: 92,37%
- Probabilitas kedua foto berasal dari orang yang sama: sekitar 7%
Kesimpulan ahli:
Secara saintifik, kedua foto memiliki kemungkinan besar berasal dari individu yang berbeda.
Kacamata dan Kronologi Penampilan
Selain wajah, ahli menyoroti aspek perilaku visual, khususnya penggunaan kacamata.
Dalam ilmu kedokteran:
Perubahan pola penggunaan kacamata dalam kronologi penampilan dinilai sebagai anomali yang perlu dijelaskan secara medis atau kronologis.
Selain wajah, ahli menyoroti aspek perilaku visual, khususnya penggunaan kacamata.
Dalam ilmu kedokteran:
- Hampir semua orang usia di atas 40 tahun mengalami presbiopia (rabun dekat)
- Tanpa intervensi medis (misalnya LASIK), kondisi penglihatan tidak membaik secara alami
Perubahan pola penggunaan kacamata dalam kronologi penampilan dinilai sebagai anomali yang perlu dijelaskan secara medis atau kronologis.
Struktur Gigi: Identitas Biologis yang Stabil
Analisis juga menyentuh aspek dental:
- Struktur gigi dan lengkung rahang bersifat permanen
- Perubahan signifikan hanya terjadi melalui:
- Perawatan medis
- Trauma atau kecelakaan
Perbedaan morfologi gigi, jika signifikan, dapat menjadi indikator identitas biologis yang berbeda.
Namun, ahli menegaskan bahwa kesimpulan tetap berbasis perhitungan matematis keseluruhan, bukan satu variabel tunggal.
Dampak terhadap Validitas Dokumen
Jika foto dalam dokumen tidak konsisten secara biometrik dengan individu yang mengklaimnya, maka:
- Dokumen berpotensi bermasalah dari sisi identitas
- Validitas otentisitas perlu diuji ulang secara menyeluruh
Ahli bahkan menyatakan secara opini profesional bahwa persoalan ini tidak lagi semata domain hukum, melainkan menyangkut tata kelola pemerintahan (good governance).
Tiga Arena Konflik: Ilmiah, Hukum, dan Politik
Menurut ahli, isu ini kini berada dalam tiga ranah sekaligus:
- Diskursus ilmiah – perdebatan metodologi dan data
- Diskursus hukum – penyelidikan dan pembuktian formal
- Diskursus politik – dampak terhadap kepercayaan publik
Solusi yang diusulkan:
- Verifikasi biometrik ulang oleh otoritas negara
- Pengujian multidisipliner
- Perdebatan terbuka di forum ilmiah, bukan sekadar opini publik
Ketika Ilmu Bicara, Siapa yang Menjawab?
Bagian ketiga dari polemik ini memperlihatkan bahwa perdebatan telah melampaui isu administratif. Klaim berbasis matematika, anatomi, dan probabilitas membawa diskursus ke level yang lebih teknis, namun sekaligus menuntut verifikasi yang lebih komprehensif dan transparan.
Dalam konteks demokrasi modern, pertanyaan akhirnya bukan hanya tentang benar atau salah, tetapi tentang bagaimana negara merespons keraguan publik dengan standar ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan.
BACA JUGA:
PART 1 DR TIFA : FOTO IJAZAH 88% BEDA DENGAN PRESIDEN JOKOWI !
PART 2 ANALISA WAJAH DR TIFA BUKTIKAN JOKOWI BERBOHONG !
PART 4 : SIDANG SOLO PANAS! GELAR DR TIFA DIRAGUKAN LAWYER UGM ???
PART 5 :BONATUA SILALAHI : IJAZAH JOKOWI TAK PERNAH TERBUKTI OTENTIK
Part 6 BONATUA : SEMUA IJAZAH JOKOWI CUMA FOTOKOPI ! ASLINYA MANA ?
(as)
#Jokowi #PolemikIjazah #AnalisisBiometrik #IsuNasional #TransparansiPublik #GoodGovernance #FaktaDanData #DiskursusIlmiah #IndonesiaUpdate #KontroversiNasional

