Polisi Ungkap Wajah Eksekutor Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS dari Rekaman CCTV

Fatahillah313, Jakarta - Perkembangan terbaru kasus penyiraman air keras terhadap aktivis hak asasi manusia kembali menjadi sorotan publik. 
Kepolisian Daerah Metro Jaya akhirnya menampilkan wajah dua orang yang diduga sebagai eksekutor dalam penyerangan terhadap aktivis Andrie Yunus, seorang pegiat dari KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan).

Langkah ini disampaikan langsung oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Iman Imannudin dari Polda Metro Jaya dalam konferensi pers di Jakarta pada Rabu (18/3/2026). 
Polisi memperlihatkan potongan gambar dari kamera pengawas (CCTV) yang merekam pergerakan para pelaku sebelum hingga setelah aksi penyiraman terjadi.

Pengungkapan ini menjadi titik penting dalam upaya penegakan hukum atas serangan brutal yang menyasar aktivis yang selama ini dikenal vokal mengadvokasi isu-isu pelanggaran hak asasi manusia di Indonesia.


Rekaman CCTV Jadi Kunci Pengungkapan 

Dalam penjelasannya, Kombes Iman Imannudin menegaskan bahwa foto yang dipublikasikan merupakan hasil tangkapan langsung dari rekaman kamera pengawas di sepanjang jalur yang dilalui para pelaku. 
Polisi menekankan bahwa gambar tersebut tidak mengalami manipulasi digital maupun rekayasa teknologi.
Ini hasil dari pengambilan gambar terhadap CCTV yang sudah kami peroleh. 
Kami tekankan kepada rekan-rekan sekalian, ini sama sekali tidak dilakukan perubahan atau pengolahan. 
Sehingga kami dapat pertanggungjawabkan ini bukan hasil artificial intelligence,
jelas Iman.

Penegasan tersebut disampaikan untuk menepis kemungkinan keraguan publik terhadap keaslian gambar yang beredar. 
Dalam era digital saat ini, manipulasi visual melalui teknologi kecerdasan buatan kerap menjadi kekhawatiran dalam proses pembuktian.

Menurut pihak kepolisian, rekaman CCTV yang diperoleh berasal dari sejumlah titik kamera pengawas yang berada di jalur pergerakan pelaku. 
Dari rekaman tersebut, polisi berhasil menyusun kronologi perjalanan para pelaku sebelum hingga sesudah aksi penyerangan.


Dua Pelaku Terekam Menggunakan Sepeda Motor 

Dalam foto yang dipublikasikan, terlihat dua orang pria mengendarai sepeda motor. 
Keduanya mengenakan pakaian yang cukup mencolok: 
Satu menggunakan kemeja bermotif batik, sementara yang lainnya mengenakan pakaian berwarna biru.

Polisi menyebutkan bahwa posisi kedua pelaku pada kendaraan tersebut juga sesuai dengan peran masing-masing dalam aksi penyiraman.

Pria yang berada di bagian depan bertindak sebagai pengendara sepeda motor, sementara pria yang duduk di belakang merupakan pelaku yang secara langsung melakukan penyiraman air keras terhadap korban.
Ini adalah bagian belakang, yang di TKP terlihat menyiramkan cairan kepada korban,
terang Iman.

Rekaman CCTV menunjukkan bagaimana motor tersebut melintas di beberapa titik sebelum akhirnya tiba di lokasi kejadian. 
Setelah melakukan aksinya, keduanya kembali melarikan diri dengan kendaraan yang sama.


Polisi Kantongi Inisial Pelaku 

Selain menampilkan foto dari rekaman CCTV, pihak kepolisian juga mengungkap identitas awal para terduga pelaku. 
Polisi menyebut keduanya dengan inisial BHC dan MAK.

Meski demikian, aparat belum membeberkan secara rinci latar belakang maupun peran lebih luas dari kedua individu tersebut. 
Penyelidikan masih terus berlangsung untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam perencanaan maupun pelaksanaan serangan tersebut.

Kepolisian juga membuka kemungkinan adanya aktor intelektual di balik aksi kekerasan ini, mengingat korban merupakan seorang aktivis yang aktif dalam isu-isu sensitif terkait penegakan hak asasi manusia.


Serangan terhadap Aktivis dan Kekhawatiran 

Publik Kasus penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus memicu perhatian luas dari masyarakat sipil. 
Serangan terhadap aktivis dipandang sebagai ancaman serius terhadap ruang demokrasi dan kebebasan sipil.

Sebagai lembaga advokasi HAM, KontraS dikenal aktif mengungkap berbagai kasus pelanggaran hak asasi manusia, mulai dari kasus kekerasan negara hingga isu impunitas.

Karena itu, penyerangan terhadap salah satu aktivisnya menimbulkan kekhawatiran bahwa tindakan kekerasan dapat digunakan untuk membungkam kritik terhadap kekuasaan atau aparat.

Sejumlah organisasi masyarakat sipil pun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut kasus ini secara transparan dan tuntas, termasuk mengungkap siapa pun yang berada di balik perintah penyerangan tersebut.


Penyelidikan Masih Berlanjut 

Polda Metro Jaya menegaskan bahwa penyelidikan kasus ini masih terus berlangsung. 
Pengumpulan bukti tambahan, pemeriksaan saksi, serta penelusuran jaringan para pelaku menjadi fokus utama aparat dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan dipublikasikannya wajah para terduga pelaku dari rekaman CCTV, kepolisian juga berharap masyarakat dapat membantu memberikan informasi yang relevan apabila mengenali individu yang dimaksud.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi dan penangkapan pelaku, sekaligus memastikan bahwa kasus penyerangan terhadap aktivis ini tidak berhenti pada pelaku lapangan semata.


(as)
#AndrieYunus #KontraS #PenyiramanAirKeras #AktivisHAM #PoldaMetroJaya #CCTVPelaku #KasusKekerasan #PenegakanHukum #DemokrasiIndonesia