Fatahillah313, Surakarta - Isu keaslian ijazah Presiden ke-7 RI kembali menjadi sorotan publik setelah persidangan menghadirkan keterangan ahli dari Tiffa Fauzia Tyasuma atau yang dikenal sebagai Dr. Tifa.
Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim, ia memaparkan analisis ilmiah terkait foto pada ijazah yang dipersoalkan, yang dikaitkan dengan sosok Joko Widodo.
Berikut laporan lengkap bergaya majalah online, disusun sistematis sesuai alur persidangan.
Awal Sidang: Keberatan dan Penegasan Fokus Gugatan
Berikut laporan lengkap bergaya majalah online, disusun sistematis sesuai alur persidangan.
Awal Sidang: Keberatan dan Penegasan Fokus Gugatan
Persidangan diawali dengan keberatan dari pihak tergugat terkait status hukum Dr. Tifa yang disebut tengah berstatus tersangka dalam laporan di Polda Metro Jaya.
Namun proses tetap berlanjut setelah majelis hakim mengatur teknis pemeriksaan.
Sebelum pemeriksaan dimulai, ahli diambil sumpah untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan keahliannya.
Kuasa penggugat kemudian menegaskan bahwa gugatan tidak mempermasalahkan riwayat pendidikan, lokasi kuliah, nilai, atau skripsi, melainkan hanya satu hal:
Apakah foto pada ijazah yang beredar (spesimen digital) benar berasal dari ijazah asli milik Joko Widodo?
Profil Keahlian: Tiga Bidang Ilmu yang Digunakan
Sebelum pemeriksaan dimulai, ahli diambil sumpah untuk memberikan keterangan sesuai pengetahuan dan keahliannya.
Kuasa penggugat kemudian menegaskan bahwa gugatan tidak mempermasalahkan riwayat pendidikan, lokasi kuliah, nilai, atau skripsi, melainkan hanya satu hal:
Apakah foto pada ijazah yang beredar (spesimen digital) benar berasal dari ijazah asli milik Joko Widodo?
Profil Keahlian: Tiga Bidang Ilmu yang Digunakan
Dalam persidangan, Dr. Tifa menjelaskan latar belakang akademiknya:
Ia menekankan bahwa analisisnya berfokus pada komponen “benda hidup” dalam ijazah, yakni manusia yang fotonya tertera.
Metodologi Ilmiah: Dari Hipotesis hingga Model Matematis
- S1 Kedokteran di Universitas Gadjah Mada
- S2 Epidemiologi perilaku
- Kandidat doktor:
- Neurosains perilaku di Universitas Indonesia
- Neuropolitik di Universitas Padjadjaran
Ia menekankan bahwa analisisnya berfokus pada komponen “benda hidup” dalam ijazah, yakni manusia yang fotonya tertera.
Metodologi Ilmiah: Dari Hipotesis hingga Model Matematis
Dr. Tifa menyusun dua hipotesis:
Untuk mengujinya, ia menggunakan dua pendekatan:
- H0: Foto pada ijazah sama dengan foto Joko Widodo
- H1: Foto pada ijazah berbeda dengan foto Joko Widodo
Untuk mengujinya, ia menggunakan dua pendekatan:
1. Facial Action Coding System (FACS)Metode analisis ekspresi dan struktur wajah yang telah digunakan secara luas sejak 1981.
2. Model Matematika Bayesian & Monte CarloPendekatan statistik untuk mengukur probabilitas kesamaan atau perbedaan secara kuantitatif.
Menurutnya, penggunaan matematika bertujuan menghindari subjektivitas dalam penilaian visual.
Tahap Awal: Peningkatan Kualitas Foto
Karena foto spesimen dinilai buram, dilakukan proses enhancement (penajaman digital) untuk menghilangkan noise dan kabut visual.
Hasilnya:
Titik Pembanding: Anatomi yang Tidak Berubah Seumur Hidup
Hasilnya:
- Tingkat akurasi enhancement: 93%
- Foto hasil perbaikan kemudian dijadikan dasar analisis lanjutan.
Titik Pembanding: Anatomi yang Tidak Berubah Seumur Hidup
Analisis difokuskan pada struktur wajah yang bersifat permanen karena ditentukan oleh tulang, antara lain:
Dr. Tifa menegaskan bahwa parameter ini tidak berubah oleh usia, kecuali terjadi kecelakaan berat atau operasi.
Tantangan Data: Minim Foto Usia Muda
- Jarak antar pupil (interpupillary distance)
- Lebar dan struktur hidung
- Proporsi wajah (atas–tengah–bawah)
- Posisi vertikal mata–hidung–mulut
- Bentuk dagu
Dr. Tifa menegaskan bahwa parameter ini tidak berubah oleh usia, kecuali terjadi kecelakaan berat atau operasi.
Tantangan Data: Minim Foto Usia Muda
Tim peneliti mengumpulkan sekitar 200 foto yang diklaim sebagai foto masa muda Jokowi.
Namun, menurutnya:
Hasil Analisis: Perbedaan 86,6%
- Banyak foto tidak valid atau tidak identik
- Foto usia 24–25 tahun sulit ditemukan
- Akhirnya digunakan empat foto pembanding dengan estimasi usia 39–42 tahun (masih dalam toleransi statistik)
Hasil Analisis: Perbedaan 86,6%
Dengan foto ijazah sebagai gold standard, model Bayesian menghasilkan:
Dr. Tifa menegaskan bahwa kesimpulan tersebut merupakan hasil model statistik, bukan opini pribadi.
Perspektif Neurosains Perilaku: Jejak Pendidikan sebagai Pola Perilaku
- Probabilitas kesamaan: 13,4%
- Probabilitas perbedaan: 86,6%
Hipotesis nol ditolak.
Foto pada ijazah berbeda sebesar 86,6% dibandingkan foto Joko Widodo.
Dr. Tifa menegaskan bahwa kesimpulan tersebut merupakan hasil model statistik, bukan opini pribadi.
Perspektif Neurosains Perilaku: Jejak Pendidikan sebagai Pola Perilaku
Selain analisis visual, ia juga mengaitkan studi pendidikan dengan ilmu perilaku.
Menurutnya, proses memperoleh ijazah merupakan rangkaian perilaku yang dipengaruhi pengalaman dan stimulus sosial.
Pendekatan ini disebut mendukung analisis dari sisi telematika dan forensik digital yang sebelumnya telah disampaikan ahli lain.
Makna Persidangan: Ilmu, Data, dan Kontroversi Publik
Pendekatan ini disebut mendukung analisis dari sisi telematika dan forensik digital yang sebelumnya telah disampaikan ahli lain.
Makna Persidangan: Ilmu, Data, dan Kontroversi Publik
Keterangan ahli ini menambah lapisan baru dalam polemik yang telah lama menjadi perdebatan publik.
Persidangan kini tidak hanya menyentuh aspek hukum, tetapi juga:
Hasil akhirnya tetap akan ditentukan melalui penilaian menyeluruh majelis hakim terhadap seluruh bukti dan keterangan yang diajukan.
(as)
- Forensik digital
- Statistik ilmiah
- Anatomi medis
- Neurosains perilaku
Hasil akhirnya tetap akan ditentukan melalui penilaian menyeluruh majelis hakim terhadap seluruh bukti dan keterangan yang diajukan.
BACA JUGA:
PART 2 ANALISA WAJAH DR TIFA BUKTIKAN JOKOWI BERBOHONG !
PART 3: KACAMATA DAN MORFOLOGI GIGI BUKTIKAN 92% : ADA 2 ORANG JOKO WIDODO ???
PART 4 : SIDANG SOLO PANAS! GELAR DR TIFA DIRAGUKAN LAWYER UGM ???
PART 5 :BONATUA SILALAHI : IJAZAH JOKOWI TAK PERNAH TERBUKTI OTENTIK
Part 6 BONATUA : SEMUA IJAZAH JOKOWI CUMA FOTOKOPI ! ASLINYA MANA ?
(as)
#SidangIjazah #DrTifa #PolemikIjazah #Jokowi #AnalisisForensik #IsuNasional #HukumIndonesia #FaktaPersidangan #KontroversiPolitik #IndonesiaTerkini

