AMANAT JUANG REUNI AKBAR ALUMNI 212 2025



Fatahillah313, Jakarta, 2 Desember 2025 - Silang Monas kembali menjadi saksi berkumpulnya gelombang massa umat yang hadir dalam Reuni Akbar Alumni 212 2025. 
Ribuan peserta memenuhi kawasan bersejarah ini, menyimak momen paling sakral dari rangkaian acara: 
Pembacaan Amanat Juang yang ditandatangani oleh dua figur sentral panitia, yaitu Habib Muhammad bin Husein Al Attas, Lc, MA selaku Ketua Organizing Committee dan KH. Ahmad Sabri Lubis, S.Pd.I sebagai Ketua Steering Committee.

Amanat ini kemudian dibacakan secara bergantian oleh delapan tokoh dari latar belakang ulama, akademisi, advokat, hingga aktivis, mempertegas bahwa gerakan moral Alumni 212 tetap lintas profesi, lintas komunitas, namun satu dalam semangat perjuangan.


Reuni 212: Momentum Konsolidasi Moral dan Suara Kebangsaan 

Di tengah hiruk pikuk situasi sosial dan politik Indonesia yang terus bergerak cepat, Reuni Akbar 212 tahun 2025 hadir sebagai penanda bahwa suara umat masih hidup, terorganisir, dan memiliki arah. 
Para tokoh yang hadir bukan hanya menyuarakan pesan spiritual, tetapi juga menyampaikan kritik konstruktif terhadap arus kebijakan nasional, kondisi keadilan, hingga konsistensi moral bangsa.

Silang Monas pagi itu dipenuhi lantunan takbir, doa, dan seruan menjaga persatuan umat. Ribuan peserta membawa pesan yang sama: 
Menjaga Indonesia dengan iman, keadilan, dan keberanian.


Delapan Tokoh, Delapan Suara, Satu Amanat Juang 

Amanat Juang dibacakan oleh delapan tokoh representatif, dipilih untuk menunjukkan bahwa gerakan 212 adalah kombinasi antara pemikiran, spiritualitas, advokasi hukum, dan pembelaan terhadap hak publik. 
Berikut daftar pembaca Amanat Juang secara berurutan:

1. Prof. Dr. H. Eggi Sudjana, SH, MSI 
Ketua TPUA/ Tim Pembela Ulama dan Aktivis Tokoh advokat senior ini membuka pembacaan amanat dengan nada lantang, menegaskan pentingnya supremasi hukum dan perlindungan terhadap ulama serta aktivis dakwah.

2. KH. Asep Syarifudin (Kang UAS) 
Ketua API Jabar & Koordinator Aliansi Ulama dan Tokoh Jabar Menekankan komitmen Jawa Barat sebagai basis kekuatan umat dalam menjaga moralitas publik dan gerakan keadilan.

3. Ustadz Alfian Tanjung (UAT) 
Pakar Anti-Komunis Menggarisbawahi bahaya infiltrasi ideologi yang bertentangan dengan jati diri bangsa, menyerukan kewaspadaan kolektif.

4. Ustadz Ir. Andri Kurniawan, M.Ag 
Pimpinan Ma'had Tahfizhul Qur'an Al Firqah An Naziyah Menyampaikan pentingnya pendidikan Al-Qur’an dan regenerasi umat sebagai fondasi perjuangan jangka panjang.

5. HM. Rizal Fadilah, SH 
Pemerhati Sosial-Politik & Tokoh Muhammadiyah Jabar Menganalisis dinamika sosial-politik terkini dan meminta negara tetap tegak pada prinsip keadilan serta konstitusi.

6. Ustadz Abu Taqi Mayestino 
Gerakan Nasional Anti Islamofobia Menyoroti meningkatnya sentimen negatif terhadap simbol dan ekspresi keagamaan, menyerukan perlindungan kebebasan beragama.

7.H. Achmad Michdan, SH 
Advokat Senior, Tim Pembela Muslim Menegaskan bahwa perjuangan hukum adalah benteng terakhir ketika keadilan mengalami distorsi.

8. Dr. KH. Badrudin H. Subky, M.Hi 
Rais Am KUN / Khitthah Ulama Nahdhiyin Menutup pembacaan dengan ajakan menjaga ukhuwah, memperbaiki moral bangsa, dan merawat perjuangan dengan hikmah.


Makna Amanat Juang 2025: Menguatkan Identitas, Meneguhkan Komitmen 


Amanat Juang bukan sekadar teks. Ia merupakan manifestasi sikap:
    • komitmen terhadap keadilan,
    • keberanian menyuarakan kebenaran,
    • menjaga marwah umat,
    • dan kesetiaan kepada nilai-nilai konstitusi serta ajaran Islam.

Reuni Akbar Alumni 212 2025 menegaskan bahwa ruang publik tetap menjadi tempat umat menyampaikan aspirasi secara damai, bermartabat, dan terorganisir.


Pembacaan Amanat Juang di Silang Monas bukan hanya ritual tahunan, tetapi penegasan kembali bahwa perjuangan umat akan terus hidup selama masih ada suara yang menjaga moral, keadilan, dan persatuan bangsa. 
Dengan kehadiran ribuan jamaah dan tampilnya tokoh-tokoh lintas latar belakang, Reuni 212 tahun ini berubah menjadi momentum refleksi nasional: 
Indonesia butuh kedewasaan spiritual dan ketegasan moral.

Acara ini ditutup dengan doa bersama, mengharap keberkahan dan perlindungan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, agar perjuangan tetap berada di jalan yang lurus dan bermanfaat bagi bangsa.


(as)
#ReuniAkbar212 #AmanatJuang2025 #Alumni212 #Monas #UlamaBersatu #KeadilanUntukUmat #Suara212 #AksiDamai212