Viral! Mobil Sultan HB X Tertib Antre di Tengah Macet, Disalip Rombongan “Tot-Tot Wuk-Wuk” di DIY

Fenomena Langka di Jalanan Yogya: Ketika Sultan HB X Pilih Antre. 

Fatahillah313, YOGYAKARTA - Sebuah video sederhana berdurasi tak lebih dari satu menit, memperlihatkan pemandangan langka di jalanan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). 
Mobil Lexus hitam dengan pelat akhir HBX, kendaraan pribadi milik Sri Sultan Hamengku Buwono X, tampak tertib antre dalam kemacetan, tanpa pengawalan, tanpa sirine, tanpa keistimewaan.

Namun, momen itu menjadi viral ketika rombongan kendaraan berplat merah dan mobil Patwal bersuara “tot-tot wuk-wuk” justru menyalip mobil Sultan di tengah padatnya lalu lintas.

Video tersebut langsung menyebar di berbagai platform sosial seperti X (Twitter), TikTok, dan Instagram, memancing beragam reaksi dari publik.


“Tot Tot Wuk Wuk” vs Kesederhanaan Seorang Raja 

Dalam video yang direkam warga itu, terlihat mobil Sultan HB X berhenti bersama kendaraan lain di ruas jalan yang macet. 
Tak ada tanda-tanda pengawalan istimewa. 
Namun di lajur kanan, tampak konvoi mobil Patwal dengan sirine “tot-tot wuk-wuk” khas pengawalan pejabat, melaju kencang dan menyalip kendaraan Sultan tanpa ragu.

Suara sirine terdengar jelas:
Tottot… wukwuk… wukwuk…

Ironisnya, justru mobil Gubernur DIY yang memilih tertib dalam antrean, sementara rombongan yang disinyalir pejabat pusat itu melintas dengan pengawalan penuh.


Konfirmasi Resmi: Benar Itu Mobil Sultan 

Dikonfirmasi oleh Dya Nanaryo Aji, Pranata Humas Ahli Muda Diskominfo DIY, kejadian itu dibenarkan.
Ya, benar, mobil yang antre itu milik Sri Sultan Hamengku Buwono X, 
ujar Dya, Sabtu (11/10/2025).

Dya menjelaskan, pada saat itu Sultan sedang mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam rangkaian kunjungan kerja di wilayah Bantul dan Gunung Kidul.
Beliau menggunakan kendaraan pribadi saat mendampingi kunjungan Pak Menteri. Selama ini Sultan memang lebih sering tidak menggunakan Patwal, bahkan saat tugas ke kabupaten pun demikian, 
tambah Dya.

Menurutnya, rombongan “Tot-Tot Wuk-Wuk” yang menyalip kemungkinan adalah rombongan dari kementerian pusat yang tengah melakukan perjalanan dinas bersamaan.


Tradisi Kesederhanaan Sultan HB X 

Bagi masyarakat Yogyakarta, kesederhanaan Sri Sultan Hamengku Buwono X bukan hal baru. Dalam banyak kesempatan, Sultan memang tidak menggunakan fasilitas pengawalan atau sirine bahkan ketika menjalankan tugas resmi.
Beliau lebih memilih menjadi teladan dengan tertib di jalan, menghormati pengguna jalan lain, 
ujar salah satu warga net, @titikyogya, dalam komentarnya di X.

Warga pun membandingkan perilaku Sultan dengan sejumlah pejabat lain yang kerap melintas dengan pengawalan berlebihan.
Yang benar-benar Sultan justru nggak pakai ‘tot-tot wuk-wuk’. Yang bukan, malah pamer kekuasaan di jalan raya, 
tulis akun @wargajogja dengan emoji tepuk tangan.

Unggahan itu langsung disukai lebih dari 50 ribu kali dan dibagikan ulang ribuan pengguna.


Publik: "Inilah Esensi Ngayogyakarto Hadiningrat" 

Banyak netizen menilai momen itu sebagai simbol etika kepemimpinan dan budaya Jawa yang luhur. Bahwa jabatan tidak selalu harus disertai privilese, tetapi keteladanan.

Ungkapan dalam bahasa Arab pun ramai dikutip oleh warganet:

اَلْمُلْكُ يَبْقَى مَعَ الْعَدْلِ وَلَا يَبْقَى مَعَ الظُّلْمِ 
Kekuasaan akan langgeng bersama keadilan, tidak akan bertahan bersama kezaliman.


Bagi publik Yogya, sikap Sultan yang tertib di jalan, meski memiliki hak istimewa sebagai Gubernur sekaligus Raja Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, adalah bentuk nyata filosofi “tahta untuk rakyat.”

Ironi Jalanan dan Cermin Kekuasaan Fenomena ini menyisakan ironi. Ketika seorang Raja memilih menunggu, yang lain justru menuntut jalan dibuka. 
Ketika pemimpin daerah tertib, sebagian pejabat pusat justru minta didahulukan.

Viralnya video ini menjadi tamparan simbolik di tengah budaya pejabat yang sering merasa “lebih penting” di jalan raya.
Kalau semua pemimpin meniru Sultan, mungkin sirine ‘Tot-Tot Wuk-Wuk’ bisa diganti dengan suara azan, memanggil orang kepada kebaikan,
tulis seorang warganet dengan nada satire.

Sebuah Keteladanan Sederhana, Tapi Menggetarkan Sri Sultan HB X kembali menunjukkan esensi kepemimpinan yang berakar dari nilai-nilai budaya Jawa: nguwongke uwong, memanusiakan manusia. 
Di tengah hiruk-pikuk sirine, rotator, dan arogansi pejabat, ketenangan dan ketertiban beliau justru jadi pesan moral yang paling lantang.

Sebuah pelajaran kecil di jalan raya, tapi besar maknanya bagi bangsa ini.


(as)

#SultanHBX #ViralJogja #TotTotWukWuk #KeteladananPemimpin #Yogyakarta #BudayaJawa #AHY #Patwal #SirinePejabat #TahtaUntukRakyat #JogjaIstimewa #NgayogyakartoHadiningrat #ViralIndonesia