Fatahillah313, Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Prof. Dr. Mahfud MD kembali membuat gebrakan tajam.
Dalam podcast terbarunya yang tayang di kanal YouTube pribadinya pada Selasa, 14 Oktober 2025, Mahfud secara terbuka mendukung langkah tegas Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa yang menolak membayar utang proyek kereta cepat Jakarta - Bandung (KCJB) Whoosh menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saya mendukung penuh keputusan Pak Purbaya. Jangan satu rupiah pun uang rakyat dipakai untuk membayar proyek yang sejak awal penuh kejanggalan!
tegas Mahfud dalam tayangan berdurasi hampir satu jam itu.
Dugaan Mark-Up Gila-Gilaan
Mahfud MD menilai, proyek kereta cepat ini sarat dugaan mark-up anggaran yang luar biasa besar.
Menurutnya, sejak awal perencanaan hingga pelaksanaan, angka biaya proyek ini melonjak tak wajar hingga menembus Rp116 triliun.
Kalau dari hitungan para ahli dari UI dan UGM waktu itu, biaya seharusnya bisa jauh lebih murah. Tapi entah kenapa tiba-tiba bisa melonjak beberapa kali lipat,
ujar Mahfud dengan nada tajam.
Ia mengutip pernyataan dua pengamat ekonomi ternama, Agus Pambagyo dan Anthony Budiawan, yang sebelumnya juga menyebut adanya indikasi kuat pembengkakan anggaran (mark-up) dalam proyek kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok tersebut.
Ia mengutip pernyataan dua pengamat ekonomi ternama, Agus Pambagyo dan Anthony Budiawan, yang sebelumnya juga menyebut adanya indikasi kuat pembengkakan anggaran (mark-up) dalam proyek kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok tersebut.
Kisah di Balik Gagalnya Deal dengan Jepang
Lebih lanjut, Mahfud mengungkapkan bahwa pada awalnya proyek Whoosh sudah hampir dipastikan akan dikerjakan oleh Jepang dengan skema pinjaman berbunga sangat rendah, hanya 0,1%.
Namun secara mengejutkan, Jepang sempat meminta sedikit kenaikan bunga, dan tiba-tiba proyek tersebut dipindahkan ke Tiongkok dengan bunga pinjaman 2%, dua puluh kali lipat lebih tinggi.
Waktu itu para ahli dari UI dan UGM sudah menghitung matang dengan Jepang, tapi entah kenapa semuanya dibatalkan begitu saja,
ungkap Mahfud.
Ignasius Jonan: Dipecat karena Menolak Proyek Cina
Salah satu fakta paling mengejutkan yang dibongkar Mahfud adalah nasib Ignasius Jonan, Menteri Perhubungan kala itu.
Jonan disebut menolak keras kerja sama dengan Tiongkok, dan bahkan sudah menghadap langsung Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan keberatannya.
Menurut Mahfud, Jonan menyampaikan bahwa proyek dengan Cina tidak memiliki perhitungan keuntungan yang rasional, dan lebih berisiko terhadap keuangan negara.
Menurut Mahfud, Jonan menyampaikan bahwa proyek dengan Cina tidak memiliki perhitungan keuntungan yang rasional, dan lebih berisiko terhadap keuangan negara.
Namun, tak lama setelah menyampaikan pandangan itu, Jonan dicopot dari jabatannya.
Jonan itu orang lurus, dia sudah memperingatkan Presiden. Tapi akhirnya malah dipecat, hanya karena menolak proyek yang tidak logis ini,
kata Mahfud dalam nada getir.
Jokowi Akui: “Itu Ide Saya Sendiri”
Dalam bagian paling sensasional dari podcast tersebut, Mahfud mengutip percakapan antara Jokowi dan pengamat ekonomi Agus Pambagyo.
Dalam bagian paling sensasional dari podcast tersebut, Mahfud mengutip percakapan antara Jokowi dan pengamat ekonomi Agus Pambagyo.
Ketika ditanya siapa sebenarnya yang menggagas proyek kereta cepat bekerja sama dengan Cina, Jokowi dengan lugas menjawab:
Pernyataan itu, menurut Mahfud, semakin memperjelas siapa yang paling bertanggung jawab atas keputusan besar yang kini menimbulkan beban finansial hingga triliunan rupiah.
Mahfud:
Itu ide saya sendiri.
Pernyataan itu, menurut Mahfud, semakin memperjelas siapa yang paling bertanggung jawab atas keputusan besar yang kini menimbulkan beban finansial hingga triliunan rupiah.
Mahfud:
Bangsa Ini Tak Boleh Dibodohi Lagi
Mahfud menegaskan, proyek-proyek besar seperti ini tak boleh dijadikan ajang bancakan politik dan bisnis.
Negara, katanya, harus belajar dari kesalahan masa lalu agar tidak terus membebani rakyat dengan utang.
Kalau benar ada mark-up, harus dibuka semuanya. Jangan rakyat disuruh menanggung akibat dari keputusan politik yang salah arah. Bangsa ini tak boleh dibodohi lagi!
tegas Mahfud.
Ia juga menyindir keras sikap sebagian pejabat yang seolah-olah menutup mata terhadap fakta bahwa utang proyek ini kini membengkak tanpa kepastian keuntungan ekonomi nyata.
Ia juga menyindir keras sikap sebagian pejabat yang seolah-olah menutup mata terhadap fakta bahwa utang proyek ini kini membengkak tanpa kepastian keuntungan ekonomi nyata.
Saatnya Transparansi Total
Podcast Mahfud MD kali ini bukan sekadar kritik biasa. Ia mengirim pesan tegas kepada pemerintah: transparansi dan akuntabilitas harus ditegakkan, terutama dalam proyek raksasa yang melibatkan dana dan masa depan bangsa.
Kalau rakyat diam, para pembuat keputusan akan terus bermain di balik layar. Ini saatnya kita bersuara,
tutup Mahfud, seraya menatap kamera.
(as)
#MahfudMDBicara #WhooshGate #UtangAPBN #ProyekCina #TransparansiNegara #KorupsiBerkedokProyek #IgnasiusJonan #PurbayaTegas #Jokowi #MajalahIndonesiaMerdeka

