DPP FPI Kecam Keras Trans7: Tayangan “Xpose Uncensored” Dinilai Lecehkan Kyai, Ulama, dan Dunia Pesantren


Gelombang Kecaman untuk Trans7

Fatahillah313, Jakarta - Front Persaudaraan Islam (FPI) kembali bersuara lantang. 
Kali ini, Dewan Pimpinan Pusat (DPP-FPI) mengecam keras tayangan program “Xpose Uncensored” di Trans7 yang dianggap mendiskreditkan Kyai, Ulama, dan lembaga pendidikan Pondok Pesantren, pilar utama dalam tradisi keilmuan Islam Indonesia.

Dalam Pernyataan Sikap Nomor 002/PS/DPP-FPI/Rabi’ul Akhir/1447 H, yang ditandatangani oleh Ketua Umum HB. Muhammad Alattas, Lc., MA. dan Sekretaris Umum HB. Ali Abubakar Alattas, SH., DPP-FPI menilai tayangan tersebut penuh fitnah, tendensius, dan cacat logika, karena menampilkan narasi yang seolah menggiring opini publik bahwa kehidupan pesantren sarat penyimpangan.

Program itu bahkan menyinggung KH. Anwar Manshur dan Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren tertua dan paling berpengaruh di Nusantara.


Pernyataan Sikap DPP Front Persaudaraan Islam


بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

DPP FPI menegaskan, pesantren dan para kyai bukan sekadar lembaga pendidikan, tetapi penjaga moral bangsa dan pewaris tradisi keilmuan Islam yang telah berkontribusi besar sejak masa perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Berikut butir-butir utama Pernyataan Sikap Resmi DPP-FPI:

  1. Pesantren dan Kyai adalah fondasi peradaban Islam di Indonesia. Mereka telah eksis jauh sebelum kemerdekaan dan turut memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia.
  2. Relasi guru - murid dalam pesantren bersandar pada adab dan sanad ilmu yang lurus, sebagaimana diwariskan oleh Rasulullah ﷺ.
  3. Tayangan Xpose Uncensored dinilai berisi fitnah murahan terhadap lembaga pesantren dan menyimpangkan pemahaman publik tentang sistem pendidikan Islam.
  4. Isi tayangan tersebut cacat logika dan sesat pikir, karena menggeneralisasi kasus individu sebagai cermin keseluruhan dunia pesantren.
  5. FPI menegaskan bahwa oknum tidak bisa dijadikan alasan untuk menstigma pesantren sebagai lembaga yang bobrok.
  6. Jika logika tayangan Trans7 dipakai, maka seluruh lembaga pendidikan lain, termasuk sekolah negeri dan universitas, juga harus dianggap bermasalah, karena kasus serupa ada di mana-mana.
  7. DPP-FPI menuntut Pemerintah memberikan sanksi tegas terhadap Trans7 sesuai hukum yang berlaku.

DPP-FPI mengimbau umat Islam untuk mewaspadai gerakan Islamofobia yang terus berusaha mendelegitimasi ajaran Islam dan pesantren di mata masyarakat.
Semoga Allah SWT melindungi Indonesia dari gerakan Islamofobia yang berupaya melemahkan iman dan tradisi keilmuan umat,
tutup pernyataan resmi itu.


Pesantren: Benteng Peradaban Islam Nusantara

Pondok pesantren bukan hanya tempat belajar ilmu agama, tetapi juga pusat pembentukan karakter, adab, dan jiwa kebangsaan. 
Di sanalah para santri ditempa untuk menjadi penerus ulama, guru, dan pemimpin umat yang berpegang pada nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

Menyerang pesantren sama saja dengan menyerang jantung moral bangsa. 
Apalagi pesantren seperti Lirboyo, Tebuireng, Sidogiri, Gontor, dan lainnya telah berkontribusi nyata dalam sejarah perjuangan bangsa, baik dalam melawan penjajahan maupun menjaga moralitas sosial.


Seruan DPP FPI: Hentikan Stigmatisasi Dunia Pesantren

DPP-FPI menilai tayangan seperti “Xpose Uncensored” berpotensi menciptakan ketegangan sosial dan mengaburkan realitas. 
Narasi yang salah tentang pesantren bisa berujung pada kriminalisasi simbol-simbol Islam, serta membuka ruang bagi politik kebencian berbasis agama.

Karena itu, FPI mendesak agar KPI (Komisi Penyiaran Indonesia) segera memeriksa dan memberikan sanksi tegas kepada Trans7, serta menuntut klarifikasi terbuka.
Kami menyerukan kepada seluruh umat Islam untuk tetap solid membela kehormatan para kyai dan pesantren, penjaga benteng aqidah dan akhlak umat,
tegas HB. Muhammad Alattas.


Pernyataan FPI ini menjadi alarm keras bagi semua pihak, terutama media massa, agar berhati-hati dalam menyajikan konten tentang lembaga keagamaan. 
Di tengah derasnya arus disinformasi dan kampanye Islamofobia global, pesantren tetaplah mercusuar peradaban Islam Nusantara, tempat ilmu, akhlak, dan tradisi dijaga dalam harmoni.


(as)
#FPI #Pesantren #Trans7 #Islamofobia #Ulama #Kyai #DuniaPesantren #MediaBertanggungjawab #FPIStatement #Lirboyo #XposeUncensored #KPI #Santri