Fatahillah313, Jakarta - Api kritik menyala dari Jawa Timur. Badan Siber Ansor (BSA) Jawa Timur resmi menyuarakan sikap keras terhadap Trans7 atas tayangan yang dianggap melecehkan pesantren dan santri.
Melalui juru bicaranya, Habib M. Mahdi Kherid, BSA Jatim menegaskan bahwa insiden ini bukan sekadar kekhilafan media, melainkan mengandung indikasi ideologis yang patut diusut tuntas.
Kita pantau isu dalam sosial media beberapa waktu terakhir. Ada skenario yang sedang dijalankan guna menjatuhkan citra santri serta lembaga pesantren. Oleh karena itu, kami melalui BSA Jatim akan terus mengawal proses investigasi,
tegas Habib Mahdi, dalam pernyataan resminya di Surabaya.
Dugaan Operasi Ideologis di Balik Layar BSA Jatim menduga, penayangan konten yang menyinggung kehidupan pesantren itu bukan insiden acak.
Dugaan Operasi Ideologis di Balik Layar BSA Jatim menduga, penayangan konten yang menyinggung kehidupan pesantren itu bukan insiden acak.
Ada pola sistematis yang berpotensi menjadi bagian dari operasi framing ideologis terhadap lembaga keagamaan.
Menurut Habib Mahdi, narasi yang beredar di publik memperlihatkan adanya upaya merusak reputasi pesantren, yang selama ini dikenal sebagai benteng moral dan keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Menurut Habib Mahdi, narasi yang beredar di publik memperlihatkan adanya upaya merusak reputasi pesantren, yang selama ini dikenal sebagai benteng moral dan keilmuan Islam Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Pesantren bukan tempat yang bisa dilecehkan seenaknya. Ada kiai, ada santri, ada ilmu, dan ada kehormatan yang dijaga dengan darah dan doa,
ujarnya.
Habib Mahdi juga menambahkan, permintaan maaf Trans7 tidak cukup untuk menutup perkara ini.
Habib Mahdi juga menambahkan, permintaan maaf Trans7 tidak cukup untuk menutup perkara ini.
Ia mendesak investigasi menyeluruh dan terbuka, agar masyarakat tahu siapa yang berada di balik skenario tersebut.
Investigasi Terbuka: “Kami Akan Kawal Sampai Sidang Terakhir”
Investigasi Terbuka: “Kami Akan Kawal Sampai Sidang Terakhir”
Badan Siber Ansor Jatim kini membentuk Tim Investigasi Gabungan antara Ansor dan Pesantren.
Tim ini akan menelusuri alur produksi tayangan, motif editorial, hingga kemungkinan keterlibatan pihak luar yang berkepentingan menggiring opini publik.
Kami akan kawal hingga sidang terakhir. Ini bukan semata perkara media, tapi soal kehormatan umat dan eksistensi pesantren,
ujar Habib Mahdi dengan nada tegas.
BSA Jatim menegaskan, pesantren bukan objek lelucon atau satire murahan.
BSA Jatim menegaskan, pesantren bukan objek lelucon atau satire murahan.
Lembaga yang telah melahirkan ribuan ulama dan tokoh bangsa itu, kata Habib Mahdi, harus dihormati sebagai benteng peradaban Islam Nusantara.
Pesantren, Marwah, dan Ancaman Propaganda Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pesantren menjadi sasaran isu negatif di media sosial dan kanal digital.
Pesantren, Marwah, dan Ancaman Propaganda Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah pesantren menjadi sasaran isu negatif di media sosial dan kanal digital.
Narasi-narasi yang cenderung mengarah pada pesantren phobia mulai muncul, baik secara halus maupun terbuka.
Menurut pengamatan BSA Jatim, hal ini tak bisa dilepaskan dari perang ideologi digital yang makin masif.
Ada pihak-pihak yang ingin menanamkan bibit kebencian terhadap simbol Islam tradisional. Pesantren dianggap tidak modern, kolot, atau tertutup. Padahal justru dari pesantren lahir gagasan toleransi, nasionalisme, dan cinta tanah air,
jelasnya.
BSA Jatim menyebut fenomena ini sebagai bentuk soft attack ideologis, yang harus direspons dengan pendekatan digital strategis dan kebijakan publik yang tegas.
Ansor Jatim: Tegas, Tidak Gentar Langkah Badan Siber Ansor Jatim ini menjadi penegasan bahwa organisasi kepemudaan NU tersebut siap berdiri di garis depan untuk membela marwah pesantren dan para kiai.
BSA Jatim menyebut fenomena ini sebagai bentuk soft attack ideologis, yang harus direspons dengan pendekatan digital strategis dan kebijakan publik yang tegas.
Ansor Jatim: Tegas, Tidak Gentar Langkah Badan Siber Ansor Jatim ini menjadi penegasan bahwa organisasi kepemudaan NU tersebut siap berdiri di garis depan untuk membela marwah pesantren dan para kiai.
Dalam pernyataannya, BSA juga mengimbau seluruh media nasional agar lebih sensitif terhadap nilai-nilai budaya dan religius masyarakat.
Kebebasan pers itu penting, tapi kebebasan tanpa tanggung jawab bisa menjadi racun,
pungkas Habib Mahdi.
📍 Sekretariat BSA Ansor Jatim:
📍 Sekretariat BSA Ansor Jatim:
Jl. Masjid Nasional Al-Akbar Timur No. 9A, Surabaya, Jawa Timur 60235
📷 Foto: Dok. BSA Ansor Jatim
📰 Sumber: Media Informasi Ansor Jatim
(as)
#HabibMahdi #AnsorJatim #BadanSiberAnsor #Trans7 #Pesantren #Santri #GPAnsor #NU #MediaBertanggungjawab #InvestigasiTerbuka #IdeologiDigital #JagaMarwahPesantren
(as)
#HabibMahdi #AnsorJatim #BadanSiberAnsor #Trans7 #Pesantren #Santri #GPAnsor #NU #MediaBertanggungjawab #InvestigasiTerbuka #IdeologiDigital #JagaMarwahPesantren


