Saatnya umat Islam bersatu menjaga bangsa dan membela para ulama dari fitnah dan kriminalisasi,
seru Habib Rizieq di hadapan ratusan ribu jamaah.
Fatahillah313, Pandeglang - Alun-alun Pandeglang pada Ahad malam, 19 Oktober 2025 (27 Rabi’ul Akhir 1447 H) berubah menjadi lautan manusia.
Fatahillah313, Pandeglang - Alun-alun Pandeglang pada Ahad malam, 19 Oktober 2025 (27 Rabi’ul Akhir 1447 H) berubah menjadi lautan manusia.
Ratusan ribu jamaah dari berbagai penjuru Banten, bahkan luar provinsi, tumpah ruah menghadiri Istighotsah Kubro dan Tabligh Akbar dalam rangka Maulid Nabi Muhammad ﷺ serta Haul Sulthonul Auliya Syaikh Abdul Qadir Jaelani RA.
Dengan tema
Dengan tema
Menjaga Persatuan Umat untuk Keberkahan NKRI,” acara ini tidak hanya menjadi peringatan spiritual, tetapi juga deklarasi moral tentang cinta tanah air, ukhuwah Islamiyah, dan pembelaan terhadap para ulama.
Kebangkitan Spirit Umat di Tanah Jawara
Ribuan bendera tauhid dan panji putih berkibar lembut diterpa angin sore Pandeglang.
Dentuman sholawat menggema, berpadu dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang dibacakan oleh Ustadz Syahroni, membuka rangkaian acara.
Di atas panggung utama, para habaib, ulama karismatik, dan tokoh masyarakat duduk berdampingan. Hadir Imam Besar Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab, Abuya KH Ahmad Qurthubi Jaelani, jajaran DPP - DPD FPI Banten, serta para tamu kehormatan seperti Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Kapolda Banten, Kapolres Pandeglang, dan Bupati Pandeglang.
Suasana berlangsung khusyuk namun meriah. Gemuruh “Allahu Akbar!” dan lantunan “Shallu ‘alan Nabi Muhammad ﷺ” berulang kali menggema, menggambarkan semangat umat yang menyatu dalam doa dan cinta Rasulullah.
Doa untuk Negeri dan Palestina
Di atas panggung utama, para habaib, ulama karismatik, dan tokoh masyarakat duduk berdampingan. Hadir Imam Besar Habib Muhammad Rizieq bin Husein Syihab, Abuya KH Ahmad Qurthubi Jaelani, jajaran DPP - DPD FPI Banten, serta para tamu kehormatan seperti Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, Kapolda Banten, Kapolres Pandeglang, dan Bupati Pandeglang.
Suasana berlangsung khusyuk namun meriah. Gemuruh “Allahu Akbar!” dan lantunan “Shallu ‘alan Nabi Muhammad ﷺ” berulang kali menggema, menggambarkan semangat umat yang menyatu dalam doa dan cinta Rasulullah.
Doa untuk Negeri dan Palestina
Salah satu inti acara ialah doa bersama bagi keselamatan bangsa dan kemerdekaan Palestina.
Sejak awal hingga akhir, jamaah menitikkan air mata kala lantunan doa bergema:
اللهم احفظ اندونيسيا وحرر فلسطين، واجعل هذا البلد آمنا مطمئنا وسائر بلاد المسلمين. “Ya Allah, lindungilah Indonesia dan bebaskan Palestina, jadikan negeri ini aman dan tenteram bersama negeri-negeri kaum Muslimin.
Acara berlangsung tertib di bawah koordinasi KH. AA Moch Roji, Korlap dan Pangda LPI Banten, yang memastikan jalannya kegiatan aman, damai, dan penuh penghormatan.
Apresiasi dari Pejabat dan Ulama
Dalam sambutannya, Affan Makmum selaku ketua panitia menyampaikan terima kasih atas dukungan semua pihak.
Dalam waktu persiapan hanya setengah bulan, acara sebesar ini bisa terlaksana. Ini bukti keberkahan dan kerja sama semua elemen umat,
ujarnya disambut takbir jamaah.
Sementara Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengingatkan pentingnya istighotsah sebagai sarana spiritual menjaga negeri:
Sementara Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengingatkan pentingnya istighotsah sebagai sarana spiritual menjaga negeri:
Kalau kita ingin ridha dan keberkahan Allah, sering-seringlah beristighotsah seperti malam ini. Semoga Palestina merdeka, Pandeglang diberkahi dan aman. Terima kasih kepada FPI dan semua panitia. Jaga persatuan walau berbeda,
tegasnya.
Sedangkan Buya Qurthubi Jaelani menegaskan keistimewaan acara tersebut karena menyatukan dua jalan thariqah besar:
Habib Rizieq: Bela Ulama, Jaga NKRI
Sedangkan Buya Qurthubi Jaelani menegaskan keistimewaan acara tersebut karena menyatukan dua jalan thariqah besar:
Hari ini kita gabungkan antara Dzikir Thoriqoh Qodiriyyah dengan Thoriqoh Alawiyyah, Ba‘alawi. Semoga ini menjadi washilah turunnya keberkahan bagi negeri.
Habib Rizieq: Bela Ulama, Jaga NKRI
Puncak acara ditandai dengan tausiyah dari Imam Besar Habib Rizieq Syihab yang disambut gemuruh shalawat. Dalam nada tegas, Habib Rizieq mengingatkan bahwa saat ini ada upaya sistematis untuk merusak citra ulama, santri, dan pesantren melalui media dan framing jahat.
Ia mencontohkan:
Seruan beliau menggetarkan ribuan jamaah:
Habib Rizieq juga mendorong negara agar segera membuat Undang-Undang Perlindungan Ulama dan Guru untuk menghentikan kriminalisasi dan fitnah terhadap mereka.
Momentum Ukhuwah dan Aksi Nyata untuk Palestina
Ia mencontohkan:
Ketika santri hormat kepada kiainya, disebut pengkultusan. Saat santri bergotong royong membangun pesantren, diframing eksploitasi. Saat alumni memberi hadiah, dibilang pemerasan. Bahkan kalau pesantren tertimpa musibah, justru kiainya yang dituduh bersalah. Ini kezaliman!
Seruan beliau menggetarkan ribuan jamaah:
Umat Islam jangan diam! Kita harus bersatu menjaga ulama, membela pesantren, dan mengawal NKRI dari upaya adu domba. Jangan biarkan fitnah memecah belah bangsa!
Habib Rizieq juga mendorong negara agar segera membuat Undang-Undang Perlindungan Ulama dan Guru untuk menghentikan kriminalisasi dan fitnah terhadap mereka.
Momentum Ukhuwah dan Aksi Nyata untuk Palestina
Selain istighotsah dan tausiyah, acara ini juga diisi penggalangan dana untuk rakyat Palestina yang akan disalurkan langsung oleh KPA-HILMI FPI di Gaza. Panitia mengumumkan bahwa antusiasme jamaah luar biasa, ribuan amplop dan transfer digital mengalir malam itu.
Salah satu panitia mengatakan dengan penuh haru:
Live di IBTV: Umat Menyatu dalam Cinta Rasul
Salah satu panitia mengatakan dengan penuh haru:
Alhamdulillah, umat begitu kompak. Semua datang dengan niat cinta Rasulullah ﷺ dan membela sesama Muslim di Palestina.
Live di IBTV: Umat Menyatu dalam Cinta Rasul
Seluruh rangkaian acara disiarkan live streaming oleh IBTV, dengan ratusan ribu penonton daring. Link tayangan:
🔗 https://www.youtube.com/live/CbnGvjUPdAg?si=Rt3avpE1ZIUWAojW
Dari Pandeglang untuk Dunia Islam Istighotsah Kubro dan Tabligh Akbar di Pandeglang ini menjadi bukti bahwa Banten masih menyala sebagai benteng Islam dan persatuan bangsa.
Dari Pandeglang untuk Dunia Islam Istighotsah Kubro dan Tabligh Akbar di Pandeglang ini menjadi bukti bahwa Banten masih menyala sebagai benteng Islam dan persatuan bangsa.
Spirit “Hubbul Wathan Minal Iman” bukan sekadar slogan, tetapi nyata dalam gerak dan doa umat. Dari Pandeglang, gema cinta Rasul dan seruan persatuan menggema ke seluruh nusantara.
Umat Islam kuat karena bersatu, dan NKRI tegak karena ulama dijaga,
tegas Habib Rizieq di akhir tausiyahnya.
(as)
#HabibRizieqSyihab #IstighotsahPandeglang #TablighAkbar #MaulidNabi #HaulAbdulQadirJaelani #NKRIHargaMati #BelaUlama #DoaUntukPalestina #UkhuwahIslamiyah #FPIBanten #PersatuanUmat
(as)
#HabibRizieqSyihab #IstighotsahPandeglang #TablighAkbar #MaulidNabi #HaulAbdulQadirJaelani #NKRIHargaMati #BelaUlama #DoaUntukPalestina #UkhuwahIslamiyah #FPIBanten #PersatuanUmat


