Habib Rizieq Ungkap 12 Fitnah Keji kepada Santri dan Kyai
Fatahillah313, Jakarta - Dalam sebuah tausiyah yang mengguncang publik, Habib Rizieq Shihab dengan lantang menyingkap sederet fitnah keji yang diarahkan kepada dunia pesantren, santri, dan para kyai.
Ia menegaskan bahwa ada upaya sistematis untuk menghancurkan wibawa ulama dan melemahkan tradisi keilmuan Islam yang berakar di pesantren.
Awas Laskar Setan dan Tran Setan! Mereka sedang berusaha menebar racun pemikiran untuk memutus hubungan cinta dan hormat antara santri dan kyai,
tegas Habib Rizieq.
Menurutnya, ada pihak-pihak yang dengan sengaja memutarbalikkan makna luhur akhlak santri menjadi seolah-olah perbudakan dan penghambaan.
Menurutnya, ada pihak-pihak yang dengan sengaja memutarbalikkan makna luhur akhlak santri menjadi seolah-olah perbudakan dan penghambaan.
Padahal, yang disebut “khidmah” dalam pesantren adalah sebuah latihan ruhani untuk menumbuhkan adab, tawadhu’, dan kecintaan kepada ilmu.
Daftar Fitnah Keji yang Dibongkar Habib Rizieq
1. Santri mendisiplinkan diri di pesantren disebut penindasan.
Padahal, disiplin adalah bagian dari tazkiyatun nafs (penyucian jiwa). Tanpa kedisiplinan, tidak lahir kesungguhan menuntut ilmu.
2. Santri kerja bakti di pesantren disebut eksploitasi.
Padahal, kerja bakti adalah khidmah—pengabdian yang melatih keikhlasan dan kebersamaan.
3. Santri melatih jiwa & menata hati untuk memuliakan Kyai disebut pengkultusan.
Justru, penghormatan kepada guru adalah bagian dari adab thalabul ‘ilm (etika menuntut ilmu).
4. Santri hormat Kyai disebut feodalisme.
Padahal, menghormati guru adalah perintah Rasulullah ﷺ:
"ليس منا من لم يوقر كبيرنا، ويرحم صغيرنا، ويعرف لعالمنا حقه"Bukan golongan kami orang yang tidak menghormati yang tua, menyayangi yang muda, dan mengetahui hak ulama di antara kami.
5. Santri cium tangan Kyai disebut penghambaan.
Padahal, itu simbol ta’dzim dan kasih sayang, bukan penyembahan.
6. Santri jalan merendah di hadapan Kyai disebut penyembahan.
Itu justru bentuk sopan santun (tawadhu’), bukan perendahan diri yang hina.
7. Santri berdiri menyambut Kyai disebut penuhanan.
7. Santri berdiri menyambut Kyai disebut penuhanan.
Padahal, berdiri untuk menyambut guru adalah tanda penghormatan sebagaimana dilakukan para sahabat kepada Rasulullah ﷺ.
8. Santri khidmah kepada Kyai disebut perbudakan.
8. Santri khidmah kepada Kyai disebut perbudakan.
Justru khidmah adalah latihan hati untuk melayani ilmu, bukan manusia.
9. Santri memberi hadiah kepada Kyai disebut pemerasan.
9. Santri memberi hadiah kepada Kyai disebut pemerasan.
Padahal, hadiah adalah tahiyyah dan ungkapan terima kasih, bukan kewajiban.
10. Santri meniru Kyai disebut penjajahan.
10. Santri meniru Kyai disebut penjajahan.
Meneladani guru adalah kunci keberkahan ilmu. Sebab ilmu tanpa keteladanan adalah kering.
11. Santri membela Kyai disebut pendewaan.
11. Santri membela Kyai disebut pendewaan.
Membela kehormatan ulama adalah bentuk cinta kepada kebenaran, bukan pemujaan.
12. Santri mencintai & memuji Kyai sebagai perantara ilmu disebut pemujaan.
12. Santri mencintai & memuji Kyai sebagai perantara ilmu disebut pemujaan.
Padahal, cinta kepada ulama adalah cinta kepada ilmu dan agama itu sendiri.
Tradisi Pesantren: Menjaga Warisan Akhlak Rasulullah ﷺ Habib Rizieq menegaskan, pesantren adalah benteng terakhir akhlak bangsa.
Tradisi Pesantren: Menjaga Warisan Akhlak Rasulullah ﷺ Habib Rizieq menegaskan, pesantren adalah benteng terakhir akhlak bangsa.
Dari lembaga inilah lahir para pejuang, ulama, dan tokoh moral yang menjaga nilai-nilai Islam di tengah arus globalisasi materialistis.
Menurutnya, mereka yang menuduh tradisi santri sebagai “feodal” atau “kolot” sesungguhnya sedang terperangkap dalam virus liberalisme dan sekularisme.
Menurutnya, mereka yang menuduh tradisi santri sebagai “feodal” atau “kolot” sesungguhnya sedang terperangkap dalam virus liberalisme dan sekularisme.
Pandangan seperti itu, kata beliau, adalah bagian dari proyek besar untuk menghapus peran ulama dan menghancurkan adab Islam dari akar-akarnya.
Kalau santri tak lagi hormat kepada kyai, maka tamatlah riwayat ilmu. Karena ilmu tidak turun kepada orang yang sombong,
ujar Habib Rizieq.
Awas, Laskar Setan dan Tran Setan! Di akhir pesannya, Habib Rizieq memperingatkan:
Ia menyerukan agar seluruh umat Islam, terutama para santri dan alumni pesantren, tetap menjaga ikatan ruhani, cinta, dan hormat kepada para ulama, sebagaimana pesan Imam Syafi’i:
Penutup Pesan Habib Rizieq ini menjadi alarm keras bagi umat Islam agar tidak terjebak dalam narasi fitnah yang merusak tatanan adab dan keilmuan.
Awas, Laskar Setan dan Tran Setan! Di akhir pesannya, Habib Rizieq memperingatkan:
Awas Laskar Setan dan Tran Setan! Mereka berwajah modern, berpakaian intelektual, tapi misinya menghancurkan pesantren. Mereka ingin anak muda Islam membenci ulama dan meninggalkan adab!
Ia menyerukan agar seluruh umat Islam, terutama para santri dan alumni pesantren, tetap menjaga ikatan ruhani, cinta, dan hormat kepada para ulama, sebagaimana pesan Imam Syafi’i:
Aku membuka lembaran ilmu karena hormatku kepada guruku.
Penutup Pesan Habib Rizieq ini menjadi alarm keras bagi umat Islam agar tidak terjebak dalam narasi fitnah yang merusak tatanan adab dan keilmuan.
Tradisi santri bukanlah perbudakan, melainkan madrasah kehidupan yang menumbuhkan manusia beradab.
Adab sebelum ilmu, hormat sebelum pintar, khidmah sebelum jabatan.
(as)
Tagar: #HabibRizieq #Santri #Kyai #Pesantren #FitnahKeji #LaskarSetan #TranSetan #Ulama #AhlussunnahWalJamaah #AkhlakSantri #HabibRizieqShihab #MajalahIslamika


