Fatahillah313, Babelan - Semangat menjaga ulama dan meneguhkan kecintaan kepada Rasulullah ﷺ kembali menggelora dalam Majlis Tawasul Raatib & Maulid yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Jajaka Babelan.
Acara sakral tersebut berlangsung ba’da Isya di kediaman pengurus DPC Jajaka Babelan, Bang Raden Sidi, Kp. Pulo Asem, Kecamatan Babelan.
Hadir sebagai tokoh sentral, Al-Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al-Jawy al-Bantani, S.Pd, M.Pd, Gr. (UAF), yang merupakan Dewan Pertimbangan Jawara Jaga Kampung Nusantara (JAJAKA). Kehadiran beliau memberi makna mendalam, tidak hanya melalui doa yang dipanjatkan, salah satunya doa untuk kemerdekaan Palestina, tetapi juga penegasan mengenai ruh perjuangan JAJAKA sebagai garda terdepan menjaga para ulama.
JAJAKA dan Ruh Perjuangan Sahabat Umar bin Khattab Dalam tausiyahnya, UAF menegaskan bahwa JAJAKA lahir dari ruh perjuangan Sahabat Umar bin Khattab RA, sahabat Nabi yang dijuluki Singa Rasulullah. Umar dikenal selalu berada di barisan depan melindungi Rasulullah ﷺ. Semangat inilah yang menjadi landasan bagi JAJAKA hari ini: menjadi benteng bagi para alim ulama, habaib, kiai, syekh, ustadz, dan asatidz, agar mereka bisa berdakwah dengan tenang dan aman.
UAF mengingatkan jamaah agar tidak melupakan peristiwa kelam yang menimpa Syaikh Ali Jaber rahimahullah ta’ala, yang ditusuk oleh orang tak dikenal saat mengisi kajian di Sukabumi, Jawa Barat.
Hadir sebagai tokoh sentral, Al-Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al-Jawy al-Bantani, S.Pd, M.Pd, Gr. (UAF), yang merupakan Dewan Pertimbangan Jawara Jaga Kampung Nusantara (JAJAKA). Kehadiran beliau memberi makna mendalam, tidak hanya melalui doa yang dipanjatkan, salah satunya doa untuk kemerdekaan Palestina, tetapi juga penegasan mengenai ruh perjuangan JAJAKA sebagai garda terdepan menjaga para ulama.
JAJAKA dan Ruh Perjuangan Sahabat Umar bin Khattab Dalam tausiyahnya, UAF menegaskan bahwa JAJAKA lahir dari ruh perjuangan Sahabat Umar bin Khattab RA, sahabat Nabi yang dijuluki Singa Rasulullah. Umar dikenal selalu berada di barisan depan melindungi Rasulullah ﷺ. Semangat inilah yang menjadi landasan bagi JAJAKA hari ini: menjadi benteng bagi para alim ulama, habaib, kiai, syekh, ustadz, dan asatidz, agar mereka bisa berdakwah dengan tenang dan aman.
UAF mengingatkan jamaah agar tidak melupakan peristiwa kelam yang menimpa Syaikh Ali Jaber rahimahullah ta’ala, yang ditusuk oleh orang tak dikenal saat mengisi kajian di Sukabumi, Jawa Barat.
Jangan sampai hal serupa terulang. Ulama adalah pewaris para nabi (al-ulama warotsatul anbiya). Maka, para jawara khususnya JAJAKA harus selalu siap menjadi garda terdepan dalam menjaga mereka,” tegasnya.Ajakan Menghidupkan Bulan Maulid Momentum bulan Maulid juga menjadi penekanan UAF. Ia mengajak umat Islam, khususnya warga Bekasi Raya, agar menghadiri setiap majlis maulid di manapun berada.
Menurutnya, hadir di majlis maulid adalah bentuk nyata mahabbah (cinta) kepada Rasulullah ﷺ.
UAF bahkan mengundang jamaah untuk turut hadir pada Majlis Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang akan diselenggarakan Senin, 22 September 2025, ba’da Magrib, di Markas Majelis Ilmu dan Dzikir Al-Habib Ahmad bin Sholeh Al-Athos hafidzhahullah, berlokasi di Gg. Mawar, Jl. Kartini, Kecamatan Bekasi Timur. “Usahakan shalat Magrib berjamaah di lokasi sebelum acara dimulai,” imbau beliau.
Semangat Jajaka Babelan: Jawara Jaga Ulama Acara di Babelan ini bukan sekadar majlis dzikir, melainkan juga momentum konsolidasi spiritual dan moral bagi JAJAKA Babelan. Spirit “jawara jaga ulama” ditegaskan kembali sebagai identitas dan tanggung jawab bersama.
UAF bahkan mengundang jamaah untuk turut hadir pada Majlis Maulid Nabi Muhammad ﷺ yang akan diselenggarakan Senin, 22 September 2025, ba’da Magrib, di Markas Majelis Ilmu dan Dzikir Al-Habib Ahmad bin Sholeh Al-Athos hafidzhahullah, berlokasi di Gg. Mawar, Jl. Kartini, Kecamatan Bekasi Timur. “Usahakan shalat Magrib berjamaah di lokasi sebelum acara dimulai,” imbau beliau.
Semangat Jajaka Babelan: Jawara Jaga Ulama Acara di Babelan ini bukan sekadar majlis dzikir, melainkan juga momentum konsolidasi spiritual dan moral bagi JAJAKA Babelan. Spirit “jawara jaga ulama” ditegaskan kembali sebagai identitas dan tanggung jawab bersama.
Dalam situasi umat yang penuh tantangan, keberadaan jawara yang berakhlak, cinta ulama, dan cinta Rasulullah sangat dibutuhkan.
Pesan UAF di penghujung acara pun menjadi penutup yang meneguhkan:
Hasbunalloh wa ni’mal wakil, ni’mal maula wa ni’man nashir.” (Cukuplah Allah sebagai penolong kami. Dia sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong).Majlis Tawasul Raatib & Maulid di Babelan pada 21 September 2025 menjadi saksi semangat umat dalam meneguhkan cinta kepada Rasulullah ﷺ sekaligus komitmen menjaga ulama.
Bagi JAJAKA, ini bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi sebuah amanah sejarah: melanjutkan jejak para sahabat dalam menjaga pewaris para nabi.
UAF


