
Fatahillah313, Jakarta - Sejak dideklarasikan pada 14 Mei 1948, keberadaan Israel menjadi salah satu isu politik internasional paling panas hingga hari ini. Deklarasi sepihak yang dipimpin oleh David Ben-Gurion kala itu langsung memicu konflik besar dengan Palestina dan dunia Arab. Meski pada 11 Mei 1949 Israel resmi diterima sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tidak semua negara menyambut dengan tangan terbuka.
Hingga 2023, tercatat ada 28 negara anggota PBB yang menolak mengakui Israel sebagai negara berdaulat. Indonesia, dengan populasi Muslim terbesar di dunia, termasuk di antara negara yang secara konsisten menolak menjalin hubungan diplomatik dengan Tel Aviv.
Latar Belakang: Konflik Palestina–Israel yang Tak Pernah Reda
Penolakan terhadap Israel tidak bisa dilepaskan dari sejarah panjang konflik dengan Palestina. Bagi banyak negara, khususnya yang mayoritas berpenduduk Muslim, keberadaan Israel dianggap hasil dari kolonialisme modern yang merebut tanah rakyat Palestina.
Sejak awal, Liga Arab menolak eksistensi Israel. Perang demi perang terjadi, 1948, 1967 (Perang Enam Hari), hingga 1973 (Perang Yom Kippur), yang menegaskan bahwa kehadiran Israel di jantung Timur Tengah tidak pernah diterima sepenuhnya.
Selain faktor sejarah dan politik, persoalan Yerusalem yang diklaim sebagai ibu kota Israel semakin menambah ketegangan, karena kota suci itu juga menjadi tempat paling sakral bagi umat Islam dan Kristen.
Daftar Negara yang Tidak Mengakui Israel
Dari 193 negara anggota PBB, sebanyak 28 negara hingga kini tidak mengakui Israel. Mayoritas berasal dari dunia Arab, Afrika, hingga Asia. Beberapa di antaranya bahkan tidak memiliki hubungan diplomatik sama sekali dengan Tel Aviv.
Kawasan Timur Tengah & Afrika Utara
01. Aljazair
02. Bahrain (sebelum normalisasi 2020, kini mengakui)
03. Irak
04. Kuwait
05. Lebanon
06. Libya
07. Maroko (berubah sikap sejak 2020 lewat Abraham Accords)
08. Oman
09. Qatar
10. Arab Saudi
11. Suriah
12. Tunisia
13. Yaman
Kawasan Asia
14. Afghanistan
15. Bangladesh
16. Brunei Darussalam
17. Indonesia
18. Malaysia
19. Maladewa
20. Pakistan
Kawasan Afrika
21. Chad (baru membuka hubungan 2019, tapi sangat terbatas)
22. Comoros
23. Djibouti
24. Mali (masih tarik ulur dengan tekanan internasional)
25. Niger (hubungan belum resmi, hanya kontak informal)
26. Somalia
27. Sudan (proses normalisasi belum final)
Kawasan Amerika Latin
28. Kuba
28. Kuba
Indonesia: Konsistensi Politik Luar Negeri
Indonesia menjadi salah satu negara yang paling vokal dalam menolak Israel. Prinsip ini sejalan dengan amanat Pembukaan UUD 1945, yang menolak segala bentuk penjajahan di atas dunia.
Pemerintah Indonesia berulang kali menegaskan bahwa pengakuan terhadap Israel hanya akan diberikan jika Palestina merdeka. Dukungan ini tercermin dalam berbagai forum internasional, termasuk PBB, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga Gerakan Non-Blok.
Selain itu, isu Palestina juga menjadi bagian penting dalam diplomasi Indonesia, baik melalui bantuan kemanusiaan, lobi politik, maupun dukungan diplomatik atas resolusi internasional.
Normalisasi Hubungan: Tekanan Global vs Keteguhan Prinsip
Meski beberapa negara Arab seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Maroko mulai melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accords (2020) yang difasilitasi Amerika Serikat, Indonesia tetap bertahan pada prinsip awal.
Tekanan dari Barat, terutama Amerika Serikat, agar Jakarta membuka jalur diplomatik dengan Tel Aviv tidak pernah surut. Namun, suara publik Indonesia yang kuat mendukung Palestina membuat pemerintah konsisten menolak.
Keberadaan Israel di dunia internasional memang diakui secara formal oleh mayoritas negara, tetapi penolakan 28 negara menunjukkan bahwa konflik ini jauh dari selesai. Bagi Indonesia dan banyak negara lain, pengakuan penuh terhadap Israel hanya mungkin terjadi jika Palestina memperoleh kedaulatan yang adil.
Persoalan ini bukan sekadar isu diplomatik, melainkan persoalan kemanusiaan dan keadilan global yang akan terus mewarnai politik internasional di masa mendatang.
#Israel #Palestina #Indonesia #PolitikGlobal #PBB #TimurTengah #Diplomasi #AbrahamAccords #SolidaritasPalestina

