Menurutnya, Israel justru merasa bangga dengan pidato tersebut. Mengapa? Karena sikap Indonesia dinilai sejalan dengan konsep “Two State Solution”, membagi Palestina menjadi dua negara: Negara Israel dan Negara Palestina.
IB HRS menegaskan, sikap itu mirip dengan sebagian pemimpin Arab yang juga telah menerima skema dua negara.
IB HRS menegaskan, sikap itu mirip dengan sebagian pemimpin Arab yang juga telah menerima skema dua negara.
Padahal, konsep ini bukan baru, melainkan turunan langsung dari Resolusi PBB No. 181 Tahun 1947, produk politik Amerika Serikat dan Eropa Barat.
Pertanyaan untuk Indonesia
IB HRS juga menantang nurani bangsa Indonesia:
Pertanyaan retoris itu mengundang refleksi mendalam: mengapa bangsa yang dulu berdarah-darah merebut kemerdekaan kini justru berpotensi mengamini konsep yang mengebiri perjuangan bangsa Palestina?
Pidato Presiden RI di PBB, yang oleh sebagian kalangan disebut mewakili diplomasi damai, justru ditafsir berbeda oleh Israel:
Dalam pandangan IB HRS, “Two State Solution” hanyalah jebakan geopolitik Barat. Solusi sejati hanyalah satu: tegaknya kembali دولة فلسطين الحرة Palestina merdeka dari sungai hingga laut.
(as)
#PalestinaMerdeka #NoTwoState #IBHRS #PidatoPresiden #Israel #Palestina #StopPenjajahan #Resolusi181 #DeklarasiBalfour #MajalahOnline
Bangsa Palestina sejak awal menolak resolusi jahat tersebut. Selama 78 tahun mereka tetap ingin satu negara saja, yaitu دولة فلسطين الحرة (Negara Palestina Merdeka),” tegasnya.
Sejarah Kelam: Dari Khilafah Runtuh hingga Israel Berdiri
Untuk memahami mengapa penolakan Palestina begitu keras, IB HRS mengingatkan kembali sejarah panjang berdarah yang melahirkan Israel:
Untuk memahami mengapa penolakan Palestina begitu keras, IB HRS mengingatkan kembali sejarah panjang berdarah yang melahirkan Israel:
- 1916 – Kekalahan Khilafah Islamiyah dalam Perang Dunia I membuat Palestina jatuh ke tangan Inggris.
- 1917 – Inggris mengumumkan Deklarasi Balfour, janji berdirinya negara Yahudi di tanah Palestina.
- 1920 – Inggris mulai mendatangkan imigran Yahudi dari Eropa dan Amerika ke Palestina.
- 1924 – Runtuhnya Khilafah Islam setelah pengkhianatan Mustafa Kemal Ataturk, yang mengganti Turki Utsmani menjadi negara sekuler. Seluruh wilayah Timur Tengah, termasuk Palestina, semakin mudah dikuasai Barat.
- 1945 – PBB berdiri, dan segera dijadikan alat Amerika–Eropa untuk melegitimasi Israel.
- 1947 – Lahirlah Resolusi PBB No. 181 tentang konsep Two State.
- 1948 – Israel dideklarasikan. Negara-negara Arab melawan, tetapi Israel—dengan sokongan Amerika dan Eropa—menang dan memperluas wilayahnya ke Mesir, Yordania, Suriah, dan Lebanon.
- 1949 – Israel diakui sebagai negara sah dan diterima sebagai anggota PBB.
Analogi Pedas: Rampok dan Lurah
IB HRS menggambarkan kondisi Palestina–Israel dengan sebuah analogi tajam:
Pertanyaan itu seakan menampar logika “Two State Solution” yang selama ini dipromosikan Barat dan kini diamini sebagian pemimpin dunia, termasuk Indonesia.
IB HRS menggambarkan kondisi Palestina–Israel dengan sebuah analogi tajam:
Bayangkan, jika rampok masuk rumah, menjarah harta, memperkosa istri, membunuh anak. Lalu datang lurah menawarkan damai: rumah dibagi dua dengan perampok, dan keselamatan perampok dijamin. Apa Anda ridho!?
Pertanyaan itu seakan menampar logika “Two State Solution” yang selama ini dipromosikan Barat dan kini diamini sebagian pemimpin dunia, termasuk Indonesia.
Pertanyaan untuk Indonesia
IB HRS juga menantang nurani bangsa Indonesia:
Tatkala Belanda dan Jepang menjajah Indonesia, apa kita rela bila Indonesia dibagi dua saja dengan penjajah, dan keselamatan penjajah pun dijamin?
Pertanyaan retoris itu mengundang refleksi mendalam: mengapa bangsa yang dulu berdarah-darah merebut kemerdekaan kini justru berpotensi mengamini konsep yang mengebiri perjuangan bangsa Palestina?
Pidato Presiden RI di PBB, yang oleh sebagian kalangan disebut mewakili diplomasi damai, justru ditafsir berbeda oleh Israel:
sebuah pengakuan terselubung atas legalitas eksistensi Israel di tanah rampasan.
Dalam pandangan IB HRS, “Two State Solution” hanyalah jebakan geopolitik Barat. Solusi sejati hanyalah satu: tegaknya kembali دولة فلسطين الحرة Palestina merdeka dari sungai hingga laut.
#PalestinaMerdeka #NoTwoState #IBHRS #PidatoPresiden #Israel #Palestina #StopPenjajahan #Resolusi181 #DeklarasiBalfour #MajalahOnline


