Habib Hanif: "Lucunya Solusi Dua Negara!"


Fatahillah313, Jakarta - Bayangkan sebuah rumah yang kau bangun dengan keringat dan air mata. Tiba-tiba datang seorang perampok bersenjata, merampas rumahmu, mengusirmu ke kamar belakang, menindasmu setiap hari, melarangmu tidur nyenyak, bahkan menutup aksesmu untuk sekadar hidup normal.

Lalu, datanglah segelintir orang yang menyebut dirinya “bijak” menawarkan jalan keluar:
Sudahlah, rumah itu dibagi dua saja dengan perampok, supaya damai.

Pertanyaan sederhana:
  • Apakah itu adil?
  • Apakah itu logis?
  • Apakah itu bukan penghinaan terhadap pemilik rumah yang sah?

"Solusi Dua Negara" = Solusi Palsu Inilah analogi tajam yang disampaikan Habib Hanif ketika mengkritik gagasan “Two State Solution” atau Solusi Dua Negara yang selama ini dipaksakan kepada Palestina. Dunia Barat, PBB, hingga rezim-rezim yang tunduk pada tekanan internasional berulang kali menjadikan wacana ini seakan-akan sebagai satu-satunya jalan perdamaian.

Padahal, sejak awal masalahnya jelas: Israel adalah penjajah!

Sejarah tidak bisa dibohongi. Sebelum tahun 1948, tidak pernah ada negara bernama Israel. Yang ada hanyalah tanah Palestina, milik bangsa Palestina, dari laut hingga sungai, dari Gaza hingga Tepi Barat, dari Al-Quds hingga seluruh tanah yang diberkahi.

Membagi Hak dengan Penjajah = Penghinaan “Solusi Dua Negara” sejatinya bukan solusi, melainkan bentuk legalisasi terhadap penjajahan. Bagaimana mungkin pemilik sah diminta berbagi dengan perampok yang merampas haknya? Itu bukan kompromi, itu penghinaan!

Bagi Palestina, “damai” ala dua negara hanyalah jebakan politik. Ia akan menjadikan Israel tetap berdiri di atas tanah curian, sementara rakyat Palestina dipaksa menerima potongan kecil dari tanahnya sendiri.

Solusi Sejati: Usir Penjajah, Pulihkan Palestina Habib Hanif menegaskan: solusi yang benar hanya satu, yaitu kembalikan hak sepenuhnya kepada bangsa Palestina. Tanpa kompromi. Tanpa negosiasi yang menggadaikan darah para syuhada.

Israel harus diposisikan sebagai apa adanya: rezim penjajah, entitas ilegal, dan proyek kolonial Barat.
الحَقُّ لا يُؤخَذُ بالتَّنازُل، وإنّما يُنتَزَعُ انتِزاعًا 
(Hak tidak didapat dengan kompromi, tetapi direbut dengan perjuangan).

Maka, tugas umat Islam dan seluruh manusia berakal sehat adalah mendukung penuh perjuangan pembebasan Palestina. Bukan sekadar doa, tetapi juga suara, aksi, solidaritas, dan tekanan politik yang konsisten: Free Palestine!


(as)
#HabibHanif #SolusiDuaNegara #FreePalestine #PalestinaMerdeka #IsraelPenjajah #AlQuds #StopZionism #SavePalestine