“Kawal Pejuang Kejujuran & Anti Kepalsuan” yang akan digelar pada Jumat, 22 Agustus 2025, pukul 09.30 WIB di depan Gedung Reskrimum Polda Metro Jaya.Dalam undangan terbuka tersebut, Tim Advokasi menyebutkan bahwa aksi ini digelar untuk memberikan dukungan penuh kepada tiga sosok yang disebut sebagai pejuang kejujuran dan kini tengah menghadapi tekanan hukum, yakni:
- Rismon Sianipar
- Mikhael Sinaga
- Moviansyah Susilo
Seruan Lawan Kriminalisasi
Dalam keterangan resminya, Tim Advokasi menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya sekadar mendampingi tiga nama tersebut, melainkan juga menjadi simbol perlawanan terhadap praktik kriminalisasi, pembungkaman suara kritis, serta segala bentuk kepalsuan yang merusak demokrasi.
Apakah aksi kawal pejuang kejujuran ini akan membuka babak baru dalam polemik ijazah Jokowi?
Dalam keterangan resminya, Tim Advokasi menegaskan bahwa aksi ini bukan hanya sekadar mendampingi tiga nama tersebut, melainkan juga menjadi simbol perlawanan terhadap praktik kriminalisasi, pembungkaman suara kritis, serta segala bentuk kepalsuan yang merusak demokrasi.
“Ini bukan sekadar tentang tiga orang, tapi tentang keberanian melawan kepalsuan. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berdiri di sisi kebenaran dan menolak segala bentuk kriminalisasi terhadap pejuang kejujuran,” tegas pernyataan resmi Tim Advokasi.
Ajakan untuk Media & Tokoh Publik
Aksi ini juga ditujukan untuk menggalang dukungan moral yang lebih luas. Tim Advokasi mengundang tokoh masyarakat, akademisi, hingga aktivis lintas organisasi untuk hadir secara langsung di Polda Metro Jaya. Media massa juga diminta mengawal jalannya proses hukum agar publik mendapat informasi yang transparan.
Aksi ini juga ditujukan untuk menggalang dukungan moral yang lebih luas. Tim Advokasi mengundang tokoh masyarakat, akademisi, hingga aktivis lintas organisasi untuk hadir secara langsung di Polda Metro Jaya. Media massa juga diminta mengawal jalannya proses hukum agar publik mendapat informasi yang transparan.
“Semua pihak yang percaya bahwa kejujuran adalah fondasi bangsa, kami ajak hadir. Mari kita tunjukkan bahwa rakyat tidak tinggal diam terhadap segala bentuk pemalsuan dan ketidakadilan,” lanjut pernyataan tersebut.
Kasus yang Tak Kunjung Reda
Kasus dugaan ijazah Jokowi memang sudah lama menjadi polemik. Sejumlah pihak menilai ada kejanggalan administratif dan akademik dalam dokumen tersebut. Namun, bukannya meredam, isu ini justru semakin menguat setelah beberapa aktivis dan akademisi yang lantang bersuara malah dilaporkan ke aparat hukum.
Aksi di Polda Metro Jaya pada Jumat hari ini diprediksi akan menjadi ajang unjuk rasa besar, mengingat semakin banyaknya dukungan dari masyarakat sipil yang ingin hadir memberikan solidaritas.
Kasus dugaan ijazah Jokowi memang sudah lama menjadi polemik. Sejumlah pihak menilai ada kejanggalan administratif dan akademik dalam dokumen tersebut. Namun, bukannya meredam, isu ini justru semakin menguat setelah beberapa aktivis dan akademisi yang lantang bersuara malah dilaporkan ke aparat hukum.
Aksi di Polda Metro Jaya pada Jumat hari ini diprediksi akan menjadi ajang unjuk rasa besar, mengingat semakin banyaknya dukungan dari masyarakat sipil yang ingin hadir memberikan solidaritas.
Apakah aksi kawal pejuang kejujuran ini akan membuka babak baru dalam polemik ijazah Jokowi?
Publik menanti, sementara tekanan terhadap aparat penegak hukum kian menguat agar proses hukum berjalan transparan, adil, dan tidak dijadikan alat pembungkam kritik.
👉 Tagar: #KawalPejuangKejujuran #AntiKepalsuan #StopKriminalisasi #IjazahJokowi
👉 Tagar: #KawalPejuangKejujuran #AntiKepalsuan #StopKriminalisasi #IjazahJokowi


