Soft Launching Buku “Jokowi’s White Paper” di UC UGM: Suasana Ramai, Antusiasme Tinggi Meski Ada Hambatan Teknis

Fatahillah313, Yogyakarta, 19 Agustus 2025 – Senin sore (18/8), Coffee Shop University Club (UC) Universitas Gadjah Mada (UGM) dipenuhi suara tawa, langkah kaki, dan percakapan antusias saat soft launching buku Jokowi’s White Paper karya Dr. KRMT Roy Suryo, Dr. Rismon Hasiholan Sianipar, dan dr. Tifauzia Tiyassuma (Dokter Tifa) digelar. Acara yang awalnya dijadwalkan di Ruang Nusantara UC UGM ini dipindahkan secara mendadak, namun justru menghadirkan suasana lebih hidup dari perkiraan.

Suasana yang Hidup dan Berwarna
Pukul 14.00 WIB, pintu coffee shop mulai dipenuhi pengunjung. Mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum memadati setiap sudut ruangan. Aroma kopi bercampur dengan suara obrolan hangat menciptakan atmosfer informal tapi berenergi tinggi.

Beberapa pengunjung terlihat sibuk mengambil foto, sementara yang lain menyalin poin-poin penting dari presentasi penulis. Cahaya lampu gantung yang hangat memantul di gelas kopi, menambah kesan cozy.

Fadli, mahasiswa Fisipol UGM, berkomentar, “Suasananya berbeda dari seminar biasanya. Kita bisa ngobrol langsung dengan penulis, lebih santai tapi tetap serius.”

Siti, alumni UGM, menambahkan sambil tersenyum, “Meski sempat lampu mati, suasananya justru makin hangat. Semua saling bercanda dan membantu.”

Urutan Acara 
Sesi 1: Pembukaan
Panitia membuka acara dengan sambutan hangat di depan pintu masuk. Kamera imajiner mengikuti para pengunjung yang duduk di kursi kayu, beberapa bersandar di sofa, dan yang lain berdiri sambil menunggu acara dimulai. Latar musik lembut menambah suasana hangat.

Sesi 2: Presentasi Penulis
Roy Suryo memulai dengan berbicara di podium kecil. Kamera fokus pada ekspresinya yang serius, tangan sesekali menunjuk slide presentasi. “Buku ini bukan politik praktis, tapi perspektif kritis terhadap kebijakan nasional,” ujarnya.

Dokter Tifa menambahkan perspektif sosial dan kesehatan, sementara Rismon menyajikan data dan analisis politik dengan gestur tangan yang energik. Para pengunjung mencatat dengan serius, beberapa berbisik menanyakan satu sama lain untuk memperjelas poin.

Sesi 3: Diskusi Interaktif
Suara tanya jawab memenuhi ruangan. Seorang mahasiswa mengangkat tangan, “Bagaimana peran generasi muda dalam kebijakan nasional?” Kamera beralih ke Roy yang menanggapi dengan antusias, “Generasi muda memiliki peran penting. Kritik konstruktif kalian akan memperkaya demokrasi.”

Beberapa pengunjung tertawa kecil, memberi tepuk tangan, dan ada yang mencatat jawaban di ponsel mereka.

Sesi 4: Doa Bersama dan Penandatanganan Buku
Acara beralih lebih intim, dengan semua peserta duduk melingkar untuk doa bersama. Lampu sempat mati beberapa menit, cahaya dari smartphone menjadi pencahayaan tambahan. Suasana menjadi hangat, hampir seperti adegan film, saat penulis dan pengunjung saling bertatap mata.

Setelah doa, penulis menandatangani buku satu per satu. Beberapa peserta terlihat berfoto dengan penulis, senyum lebar menghiasi wajah mereka.

Hambatan Teknis yang Menjadi Cerita
AC dan lampu mati tidak menghentikan antusiasme. Bahkan beberapa pengunjung mengambil momen ini untuk saling berinteraksi, menyalakan senter ponsel, dan berfoto kreatif. “Justru membuat momen lebih memorable,” kata Fadli.

Rencana Grand Launching di Jakarta
Soft launching ini menjadi pemanasan sebelum grand launching yang dijadwalkan di Jakarta pada 27 Agustus 2025. Grand launching akan lebih besar, menampilkan seminar, diskusi panel dengan akademisi nasional, dan interaksi mahasiswa dari berbagai kampus.

Kesimpulan
Soft launching Jokowi’s White Paper di UC UGM membuktikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap literasi politik tetap tinggi. Hambatan teknis dan perubahan lokasi tidak mengurangi semangat peserta. Suasana hangat, interaksi langsung dengan penulis, dan antusiasme pengunjung menjadikan acara ini pengalaman unik yang akan dikenang.

(as)