Fatahillah313, Yogyakarta, 19 Agustus 2025 – Acara soft launching buku Jokowi’s White Paper yang rencananya digelar di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada Senin (18/8/2025), berlangsung di bawah tekanan dan insiden yang disebut pihak panitia sebagai bentuk “pembungkaman”.Pemesanan Ruang dan Intervensi Aparat
Menurut kronologi yang disampaikan panitia, pada Minggu (17/8/2025), dr. Tifa selaku penyelenggara telah melakukan pemesanan Ruang Nusantara di University Club (UC) UGM untuk kegiatan pada Senin (18/8/2025), pukul 14.00–17.00 WIB, dan telah mentransfer uang muka sebesar Rp1 juta.
Namun pada Minggu malam, pihak UC UGM dikabarkan mendapat kunjungan dari Unit Pengamanan UGM (UP4), Pamdal kampus, serta perwakilan Polsek Bulaksumur. “Mereka menginterogasi pihak UC terkait acara yang akan digelar,” ungkap panitia.
Keesokan harinya, Senin pagi, pihak UC UGM mengirimkan pesan WhatsApp kepada panitia untuk membatalkan pemesanan ruangan, sekaligus menawarkan pengembalian dana booking.
Acara Tetap Berjalan
Menghadapi situasi tersebut, panitia sempat berencana memindahkan acara ke sebuah kafe di Jalan Cik Ditiro. Namun, karena sebagian besar peserta dan media sudah terlanjur hadir di area UC UGM, maka acara diputuskan tetap berlangsung di coffee shop UC.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Namun, insiden tak terduga terjadi saat pembacaan doa. “Tiba-tiba lampu dan AC dimatikan oleh pihak UC UGM. Padahal fasilitas lain, seperti toilet, tetap menyala,” kata panitia dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, acara tetap berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini dimungkinkan karena panitia menggunakan mikrofon nirkabel berbaterai dan tambahan pencahayaan dari media serta YouTuber yang hadir.
Tokoh Nasional Hadir
Sejumlah tokoh nasional turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Jenderal (Purn.) Tyasno Sudarto, Said Didu, Refly Harun, Dr. Taufik, dan Agus FDI. Mereka disebut sebagai saksi langsung atas insiden pemadaman listrik dan AC tersebut.
“Banyak dosen UGM dari berbagai fakultas, media, serta masyarakat umum ikut serta. Antusiasme tinggi terlihat dari minat mereka membeli buku, meskipun grand launching baru akan dilaksanakan pada 27 Agustus di Jakarta,” ujar panitia.
Simbolik Foto Bersama
Karena keterbatasan fasilitas, panitia akhirnya mengakhiri kegiatan dengan foto bersama di Boulevard Kampus UGM, tepat di depan tulisan ikonik Universitas Gadjah Mada yang biasa digunakan sebagai latar foto wisuda. “Malah jadi lebih simbolik dan berkesan,” sebut penyelenggara.
Panitia menilai rangkaian kejadian tersebut sebagai bentuk upaya pembungkaman. “Kami bersyukur acara tetap terlaksana meskipun ada tekanan. Ini adalah bukti semangat kebebasan akademik dan kebebasan berekspresi masih hidup,” ujar dr. Tifa.
Grand launching buku Jokowi’s White Paper dijadwalkan akan digelar di Jakarta pada Rabu, 27 Agustus 2025.
Menghadapi situasi tersebut, panitia sempat berencana memindahkan acara ke sebuah kafe di Jalan Cik Ditiro. Namun, karena sebagian besar peserta dan media sudah terlanjur hadir di area UC UGM, maka acara diputuskan tetap berlangsung di coffee shop UC.
Sekitar pukul 14.00 WIB, kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Gadjah Mada. Namun, insiden tak terduga terjadi saat pembacaan doa. “Tiba-tiba lampu dan AC dimatikan oleh pihak UC UGM. Padahal fasilitas lain, seperti toilet, tetap menyala,” kata panitia dalam keterangan tertulis.
Meski demikian, acara tetap berlangsung hingga sekitar pukul 16.00 WIB. Hal ini dimungkinkan karena panitia menggunakan mikrofon nirkabel berbaterai dan tambahan pencahayaan dari media serta YouTuber yang hadir.
Tokoh Nasional Hadir
Sejumlah tokoh nasional turut menghadiri acara tersebut, di antaranya Jenderal (Purn.) Tyasno Sudarto, Said Didu, Refly Harun, Dr. Taufik, dan Agus FDI. Mereka disebut sebagai saksi langsung atas insiden pemadaman listrik dan AC tersebut.
“Banyak dosen UGM dari berbagai fakultas, media, serta masyarakat umum ikut serta. Antusiasme tinggi terlihat dari minat mereka membeli buku, meskipun grand launching baru akan dilaksanakan pada 27 Agustus di Jakarta,” ujar panitia.
Simbolik Foto Bersama
Karena keterbatasan fasilitas, panitia akhirnya mengakhiri kegiatan dengan foto bersama di Boulevard Kampus UGM, tepat di depan tulisan ikonik Universitas Gadjah Mada yang biasa digunakan sebagai latar foto wisuda. “Malah jadi lebih simbolik dan berkesan,” sebut penyelenggara.
Panitia menilai rangkaian kejadian tersebut sebagai bentuk upaya pembungkaman. “Kami bersyukur acara tetap terlaksana meskipun ada tekanan. Ini adalah bukti semangat kebebasan akademik dan kebebasan berekspresi masih hidup,” ujar dr. Tifa.
Grand launching buku Jokowi’s White Paper dijadwalkan akan digelar di Jakarta pada Rabu, 27 Agustus 2025.
(as)

