📚 Guru dan Dosen: Pilar Peradaban Bangsa

Fatahillah313, Jakarta - Ketika gaji guru dan dosen masih diperdebatkan, kita lupa satu hal: tanpa mereka, bangsa ini akan kehilangan cahaya. Mereka bukan sekadar pekerja, melainkan pengabdi peradaban.

1. GURU DAN DOSEN ADALAH PAHLAWAN
Guru dan dosen bukan sekadar profesi, mereka adalah penjaga peradaban.
Tugas mereka jauh melampaui ruang kelas:
    • Mengajarkan huruf pertama pada anak negeri.
    • Membentuk karakter dan budi pekerti.
    • Menyalakan mimpi serta cita-cita generasi muda.
    • Menjadi inspirasi dalam perjalanan panjang bangsa.
    • Mereka hadir di berbagai medan pengabdian:
    • Di sekolah-sekolah megah perkotaan.
    • Di ruang kelas reyot di desa terpencil.
    • Di pulau sepi, tepi laut, atau pedalaman hutan.
    • Menembus jalan berlumpur dan menantang cuaca demi mendidik anak bangsa.

Semua itu dilakukan demi satu misi: mencerdaskan kehidupan bangsa.


2. IRONI PENGHARGAAN
Meski digelari pahlawan tanpa tanda jasa, banyak guru dan dosen masih hidup dalam keterbatasan.
📌 Fakta di lapangan:
    • Guru honorer: hanya menerima Rp300 ribu – Rp1 juta per bulan.
    • Dosen non-PNS: dihargai Rp50 ribu – Rp100 ribu per SKS per semester.
    • Guru PNS senior: gaji puluhan tahun mengabdi, tetap kalah dibanding biaya perjalanan dinas pejabat selama sepekan.

Sementara itu, pejabat negara menikmati:

    • Gaji puluhan juta per bulan.
    • Tunjangan jabatan di atas Rp13 juta.
    • Rumah dinas, mobil dinas, sopir, pengamanan, dan biaya perjalanan.

💡 Jika dihitung, fasilitas seorang pejabat bisa setara dengan gaji belasan hingga puluhan guru selama satu tahun.
Apakah ini adil?

3. PARTISIPASI RAKYAT YANG TAK TERLIHAT
Sering muncul pertanyaan: “Apakah menggaji guru dan dosen harus sepenuhnya dari keuangan negara?”
Jawabannya jelas: rakyat sudah berpartisipasi.
    • Pajak dari setiap liter bensin.
    • Pajak dari belanja di warung dan pusat perbelanjaan.
    • Pajak dari listrik, air, dan kebutuhan sehari-hari.
    • Pajak dari setiap keringat yang menetes demi nafkah keluarga.

Semua itu kembali ke negara.
Maka wajar bila negara memberikan penghargaan yang layak kepada guru dan dosen—tanpa harus menghitungnya sebagai beban.

4. JANGAN SAKITI GURU DAN DOSEN
Guru dan dosen adalah tiang peradaban bangsa.
Mereka layak dihormati, bukan direndahkan dengan logika untung-rugi.

Kata-kata yang salah bisa menjadi luka.
Dan luka itu bisa menggerus semangat pengabdian mereka.


Islam sendiri mengajarkan adab kepada para pendidik. Allah berfirman dalam QS. Al-Hujurat ayat 2-3:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari. Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.”
Guru, dosen, dan ulama adalah pewaris Nabi.
Menyakiti mereka, bahkan hanya dengan ucapan, adalah perbuatan tercela.



Rasulullah ﷺ bersabda dalam hadits Qudsi:
“Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka Aku umumkan perang kepadanya.” (HR. Bukhari).
Termasuk wali Allah adalah para ulama dan pendidik. Maka siapa yang merendahkan mereka, berarti telah menantang murka Allah.

5. SALAM TAKZIM UNTUK PARA PENDIDIK
Penulis ingin menyampaikan salam hormat untuk seluruh pendidik, khususnya:
    1. Bunda Indah Sari Ummu Fayadh, S.Pd, Gr – Guru di salah satu SMAN di Babelan City, Kab. Bekasi.
    2. KH. Aang Khunaifi Shobri, S.Pd.I – Pengajar di Pesantren At-Taqwa, Bekasi, sekaligus pimpinan Majelis Silaturahmi Guru Aang.
    3. Habib Ali bin Umar Al Athos, S.Pd – Pengajar di SMPI Rodjan (Raudhatul Jannah), Bekasi Timur.
    4. Serta seluruh guru dan dosen hebat yang tak dapat disebutkan satu per satu.

6. PENUTUP
Guru dan dosen adalah pengabdi, pencetak generasi, dan pencerah peradaban.
Mereka bukan beban negara, melainkan investasi masa depan bangsa.

Bangsa yang memuliakan pendidiknya, sejatinya sedang memuliakan dirinya sendiri.

Hasbunalloh Wani’mal Wakil, Ni’mal Maula Wa Ni’man Natsir.

✍️ Oleh:
Al Ustadz Abu Fayadh Muhammad Faisal Al Jawy al Bantani, S.Pd, M.Pd, Gr حفظه اللّٰه تعالى
(UAF/Ustadz Abu Fayadh)

#Guru #Dosen #PahlawanTanpaTandaJasa #Pendidikan #Pendidik #PilarPeradaban