Momentum kebangkitan itu akan digelar pada Senin, 1 Juni 2026, di Masjid Jami’ Nurul Iman, Kampung Cibuntu, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Acara dijadwalkan berlangsung sejak pukul 04.30 hingga 07.30 WIB, dengan mengusung seruan yang menggugah:
Hadiri & Syiar’kanlah!Gerakan ini kembali dihidupkan oleh Ustadz Namruddin DF selaku Ketua Umum GMJ (Gerakan Muslim Jakarta), yang menilai bahwa sholat subuh berjamaah bukan sekadar ritual ibadah, melainkan simbol kebangkitan moral, persatuan umat, dan kekuatan spiritual bangsa.
Dari Kevakuman Menuju Kebangkitan Dakwah
Nama GISS sebelumnya dikenal luas sebagai salah satu gerakan dakwah yang aktif menyerukan pentingnya memakmurkan masjid pada waktu subuh.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, geliat gerakan tersebut nyaris tak terdengar, seiring menurunnya aktivitas KH. Muhammad Al-Khaththath akibat kondisi kesehatan yang beliau alami.
Bagi banyak aktivis dakwah dan jamaah, KH. Al-Khaththath merupakan sosok penggerak utama yang selama ini konsisten menyerukan persatuan umat melalui masjid.
Bagi banyak aktivis dakwah dan jamaah, KH. Al-Khaththath merupakan sosok penggerak utama yang selama ini konsisten menyerukan persatuan umat melalui masjid.
Vakumnya gerakan tersebut sempat meninggalkan kekosongan dalam denyut dakwah berbasis jamaah subuh.
Kini, kebangkitan kembali GISS dianggap bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi juga simbol estafet perjuangan dakwah yang kembali menyala.
Ustadz Namruddin DF menegaskan bahwa gerakan ini ingin menghidupkan kembali kesadaran umat Islam terhadap pentingnya menjaga sholat subuh berjamaah sebagai pondasi perubahan masyarakat.
Kini, kebangkitan kembali GISS dianggap bukan sekadar agenda rutin keagamaan, tetapi juga simbol estafet perjuangan dakwah yang kembali menyala.
Ustadz Namruddin DF menegaskan bahwa gerakan ini ingin menghidupkan kembali kesadaran umat Islam terhadap pentingnya menjaga sholat subuh berjamaah sebagai pondasi perubahan masyarakat.
Subuh bukan hanya soal ibadah personal. Ia adalah momentum kebangkitan umat, disiplin ruhani, dan persatuan kaum muslimin,
demikian semangat yang terus digaungkan panitia dan penggerak acara.
Hadirkan Tokoh-Tokoh Dakwah dan Nasional
Hadirkan Tokoh-Tokoh Dakwah dan Nasional
Agenda GISS di Cianjur ini akan menghadirkan sejumlah tokoh yang dikenal aktif dalam dakwah, pembinaan umat, serta isu kebangsaan.
Di antaranya:
Kehadiran para pembicara tersebut diperkirakan akan membahas berbagai persoalan umat dari perspektif spiritual, sosial, hingga kebangsaan, dengan titik tekan utama pada pentingnya membangun kekuatan umat dimulai dari masjid dan sholat subuh berjamaah.
Masjid Sebagai Titik Konsolidasi Umat
- Buya Dr. Fikri Bareno
- Buya Dr. Kol. (Purn) Asmil Ilyas
- Ustadz Abu Sa’ad
- Ustadz Namruddin DF
Kehadiran para pembicara tersebut diperkirakan akan membahas berbagai persoalan umat dari perspektif spiritual, sosial, hingga kebangsaan, dengan titik tekan utama pada pentingnya membangun kekuatan umat dimulai dari masjid dan sholat subuh berjamaah.
Masjid Sebagai Titik Konsolidasi Umat
Pemilihan Masjid Jami’ Nurul Iman di wilayah Cilaku, Cianjur, dinilai memiliki makna tersendiri.
Di tengah derasnya tantangan sosial dan perubahan zaman, masjid kembali ditempatkan sebagai pusat pembinaan umat dan ruang konsolidasi moral masyarakat.
Gerakan seperti GISS dinilai menjadi pengingat bahwa kebangkitan umat tidak selalu dimulai dari panggung besar atau ruang politik, melainkan dari saf-saf sholat subuh yang terisi penuh oleh jamaah.
Panitia juga mengajak masyarakat luas, tokoh pemuda, aktivis dakwah, hingga warga sekitar untuk turut hadir dan meramaikan syiar Islam tersebut.
Kolaborasi Ormas dan Elemen Dakwah
Acara ini turut didukung oleh sejumlah elemen dan organisasi seperti:
Kolaborasi berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya semangat bersama untuk kembali menghidupkan dakwah akar rumput berbasis masjid dan jamaah.
Bagi sebagian kalangan, gerakan sholat subuh berjamaah memiliki dimensi sosial yang kuat.
- FUI
- GMJ
- Brigade 212
- DKM Masjid Nurul Iman
Kolaborasi berbagai unsur tersebut memperlihatkan adanya semangat bersama untuk kembali menghidupkan dakwah akar rumput berbasis masjid dan jamaah.
Bagi sebagian kalangan, gerakan sholat subuh berjamaah memiliki dimensi sosial yang kuat.
Selain membangun kedekatan spiritual, kegiatan semacam ini juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta membangun solidaritas di tengah masyarakat.
Seruan untuk Hadir dan Menjadi Bagian dari Syiar
Seruan untuk Hadir dan Menjadi Bagian dari Syiar
Panitia berharap agenda ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi menjadi awal dari gelombang kebangkitan baru gerakan sholat subuh di berbagai daerah.
Dengan semangat “Hadiri & Syiar’kanlah”, masyarakat diajak untuk bukan hanya datang, tetapi juga menyebarkan semangat dakwah tersebut kepada keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar.
Karena dari subuh yang berjamaah, lahir kekuatan umat yang lebih kokoh.
(Ahmad Saugi)
#GISS #GerakanIndonesiaSholatSubuh #SholatSubuhBerjamaah #SyiarIslam #GMJ #FUI #Brigade212 #Cianjur #KebangkitanUmat #MasjidNurulIman
Dengan semangat “Hadiri & Syiar’kanlah”, masyarakat diajak untuk bukan hanya datang, tetapi juga menyebarkan semangat dakwah tersebut kepada keluarga, sahabat, dan lingkungan sekitar.
Karena dari subuh yang berjamaah, lahir kekuatan umat yang lebih kokoh.
(Ahmad Saugi)
#GISS #GerakanIndonesiaSholatSubuh #SholatSubuhBerjamaah #SyiarIslam #GMJ #FUI #Brigade212 #Cianjur #KebangkitanUmat #MasjidNurulIman


