Gubernur DKI Pramono Anung Hadiri Reuni 212 di Monas: Momentum Ukhuwah dan Solidaritas Umat


Fatahillah313
, Jakarta - Suasana kawasan Monumen Nasional (Monas) pada Selasa, 2 Desember 2025, kembali dipenuhi lautan manusia dalam gelaran Reuni Akbar Mujahid dan Mujahidah 212
Ribuan peserta dari berbagai daerah memadati area sejak sebelum Subuh, membawa semangat persatuan dan doa bersama untuk kebaikan negeri.

Di antara kerumunan itu, hadir sosok yang menjadi pusat perhatian: 
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, yang datang secara langsung untuk bersilaturahmi sekaligus memberikan dukungan terhadap berlangsungnya kegiatan tahunan ini. 
Kehadirannya sontak mendapatkan sambutan hangat dari peserta yang memenuhi pelataran Monas.


Kehadiran Gubernur: Simbol Komunikasi, Kedekatan, dan Ruang Dialog

Gubernur Pramono Anung tiba dengan pengawalan sederhana dan langsung menyapa sejumlah tokoh yang hadir. 
Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa pemerintah provinsi memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkumpul dan mengekspresikan aspirasi secara tertib.

Menurutnya, Reuni 212 bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga momentum memperkuat rasa kebersamaan antarwarga.

Silaturahmi seperti ini harus tetap dijaga. Jakarta adalah rumah bagi semua, dan ruang publik seperti Monas memang kami fasilitasi untuk kegiatan yang membawa kedamaian dan persatuan,
ujarnya kepada sejumlah jurnalis di lokasi.

Kehadiran Gubernur menunjukkan upaya pemerintah dalam menjaga komunikasi yang harmonis dengan berbagai kelompok masyarakat. 
Langkah ini mendapat apresiasi dari sejumlah peserta yang menilai bahwa pendekatan humanis pemerintah menjadi contoh penting bagi pejabat publik lainnya.


Suasana Reuni: Tertib, Khidmat, dan Penuh Syukur

Acara Reuni Akbar 212 tahun ini berjalan tertib dengan rangkaian kegiatan yang dimulai dari sholat Subuh berjamaah, dzikir, tausiyah, hingga pembacaan doa untuk keselamatan bangsa.

Peserta yang datang dari lintas usia dan daerah, mengisi area Monas dengan lantunan takbir dan doa, menciptakan suasana religius yang hangat. 
Para relawan juga tersebar di berbagai titik untuk menjaga kebersihan, membagikan air minum, dan membantu peserta lanjut usia.

Selain menjadi ajang nostalgia perjuangan masa lalu, Reuni ini juga menjadi media mempererat ukhuwah Islamiyah. 
Banyak peserta menyatakan bahwa yang terpenting dari acara ini adalah menjaga semangat kebersamaan, bukan sekadar jumlah massa.


Pesan Persatuan dan Masa Depan Reuni 212

Para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir menyampaikan pesan agar Reuni 212 terus menjadi wadah pemersatu umat, bukan sarana memecah belah. 
Mereka menekankan bahwa keberkahan sebuah acara tergantung pada niat dan manfaatnya bagi masyarakat luas.

Gubernur Pramono Anung pun menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus mendukung kegiatan masyarakat yang membawa pesan positif. 
Jakarta adalah ruang inklusif. Semoga kegiatan seperti ini membawa keberkahan dan memperkuat hubungan antarwarga,
tuturnya.

Dengan berakhirnya acara menjelang siang hari, para peserta membubarkan diri dengan tertib. 
Kebersamaan yang tercipta di Monas hari itu menjadi pengingat bahwa persatuan selalu lebih kuat daripada perbedaan.


(as)
 #Reuni212 #MonasJakarta #PramonoAnung #AksiDamai #UkhuwahIslamiyah #Jakarta2025