Seruan Revolusi Akhlak, Perang Antikorupsi, dan Solidaritas Nasional untuk Sumatera
Fatahillah313, Jakarta, 2 Desember 2025 - Lautan manusia kembali memenuhi kawasan Monas dalam gelaran Reuni Akbar 212 yang digelar pada malam 2 Desember 2025.
Ribuan jamaah dari berbagai daerah memadati pusat ibu kota untuk mengikuti rangkaian zikir, selawat, doa kebangsaan, serta ceramah utama yang disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab.
Tahun ini, Reuni 212 mengangkat tema besar
Tahun ini, Reuni 212 mengangkat tema besar
Revolusi Akhlak: Selamatkan NKRI dari Penjahat, dan Terus Berjuang Memerdekakan Palestina.
Tema tersebut menjadi dasar pesan moral yang mengisi seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi seruan kolektif untuk memperbaiki bangsa melalui akhlak, solidaritas sosial, dan sikap tegas terhadap praktik-praktik kotor yang merusak negara.
Kehadiran Para Ulama dan Tokoh Nasional: Simbol Persatuan Lintas Ormas
Kehadiran Para Ulama dan Tokoh Nasional: Simbol Persatuan Lintas Ormas
Acara dibuka dengan rasa haru dan kebanggaan jamaah ketika jajaran habaib, ulama, kiai, aktivis dakwah, hingga tokoh masyarakat berdiri satu panggung.
Beberapa pejabat publik, termasuk perwakilan Kementerian Agama dan pemerintah daerah, turut hadir sebagai simbol bahwa Reuni 212 bukan lagi hanya agenda segelintir kelompok, namun menjadi ruang silaturahmi besar umat.
Habib Rizieq menegaskan bahwa kehadiran berbagai ormas Islam, NU, Muhammadiyah, FPI, Hidayatullah, dan banyak lainnya, menunjukkan bahwa umat Islam mampu bersatu dalam nilai dakwah dan amar makruf nahi munkar, bukan dalam urusan politik praktis.
Revolusi Akhlak: Menjawab Darurat Moral Indonesia
Habib Rizieq menegaskan bahwa kehadiran berbagai ormas Islam, NU, Muhammadiyah, FPI, Hidayatullah, dan banyak lainnya, menunjukkan bahwa umat Islam mampu bersatu dalam nilai dakwah dan amar makruf nahi munkar, bukan dalam urusan politik praktis.
Revolusi Akhlak: Menjawab Darurat Moral Indonesia
Dalam ceramahnya, Habib Rizieq menyampaikan bahwa Indonesia tengah berada dalam kondisi darurat akhlak, ditandai oleh:
Menurutnya, semua kerusakan tersebut bersumber dari hilangnya akhlak, hilangnya rasa malu, serta lemahnya iman dan takwa. Ia mengutip sebuah pantun lama yang menyiratkan nilai moral:
Pesan tersebut kemudian diperdalam dengan penjelasan Al-Qur’an Surah Al-A’raf tentang janji keberkahan bagi negeri yang beriman dan bertakwa, serta ancaman bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Perang Melawan Mafia, Koruptor, dan Oligarki: Reuni 212 Menjadi Seruan Bersama Pidato Habib Rizieq juga menyoroti deklarasi Presiden yang menyatakan komitmen memberantas:
Habib Rizieq menuturkan bahwa umat akan mendukung Presiden jika komitmen tersebut dijalankan dengan keseriusan penuh, bukan sekadar wacana.
- maraknya korupsi di berbagai sektor,
- praktik mafia yang menggerogoti aset negara,
- kekuatan oligarki yang disebut merugikan rakyat,
- dan banyaknya ketidakadilan kepada masyarakat kecil.
Menurutnya, semua kerusakan tersebut bersumber dari hilangnya akhlak, hilangnya rasa malu, serta lemahnya iman dan takwa. Ia mengutip sebuah pantun lama yang menyiratkan nilai moral:
Tegaknya negara karena budi, hilangnya budi, negara binasa.
Pesan tersebut kemudian diperdalam dengan penjelasan Al-Qur’an Surah Al-A’raf tentang janji keberkahan bagi negeri yang beriman dan bertakwa, serta ancaman bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah.
Kalau Indonesia ingin berkah, ingin jauh dari bala dan musibah, seluruh penduduk negeri, ulama, pemimpin, pejabat, dan rakyat, harus kembali pada iman dan takwa, kembali pada akhlak, kembali pada kejujuran, kembali pada amanah.
Perang Melawan Mafia, Koruptor, dan Oligarki: Reuni 212 Menjadi Seruan Bersama Pidato Habib Rizieq juga menyoroti deklarasi Presiden yang menyatakan komitmen memberantas:
- koruptor,
- mafia,
- dan oligarki busuk.
Habib Rizieq menuturkan bahwa umat akan mendukung Presiden jika komitmen tersebut dijalankan dengan keseriusan penuh, bukan sekadar wacana.
Ia mengingatkan bahwa rakyat dan ulama siap berdiri di garis depan untuk mendorong pemberantasan korupsi dengan tegas.
Momentum tersebut disertai pembacaan Qasidah Anti Korupsi, mengajak jamaah mengangkat tangan dan berseru tegas menolak segala bentuk korupsi yang membuat rakyat miskin, pendidikan mahal, pelayanan publik macet, dan harga-harga meroket.
Seruan Solidaritas Nasional untuk Bencana Besar di Sumatera Bagian penting dari ceramah adalah penekanan pada kewajiban umat membantu korban bencana gempa di Aceh, Sumatera Utara, dan
Kalau Presiden serius, kita akan lebih serius. Kalau Presiden tidak serius, kita tetap serius. Kita perang lawan mafia, koruptor, dan oligarki.
Momentum tersebut disertai pembacaan Qasidah Anti Korupsi, mengajak jamaah mengangkat tangan dan berseru tegas menolak segala bentuk korupsi yang membuat rakyat miskin, pendidikan mahal, pelayanan publik macet, dan harga-harga meroket.
Seruan Solidaritas Nasional untuk Bencana Besar di Sumatera Bagian penting dari ceramah adalah penekanan pada kewajiban umat membantu korban bencana gempa di Aceh, Sumatera Utara, dan
Sumatera Barat. Data BNPB yang dibacakan meliputi:
Habib Rizieq menyayangkan bahwa pemerintah belum menetapkan status bencana nasional, padahal cakupan bencana sudah sangat luas dan dampaknya berskala besar.
- 659 korban meninggal,
- 475 orang hilang,
- 2.600 orang luka-luka,
- 3,2 juta warga terdampak,
- 1,1 juta pengungsi,
- serta puluhan kabupaten/kota mengalami kerusakan parah.
Habib Rizieq menyayangkan bahwa pemerintah belum menetapkan status bencana nasional, padahal cakupan bencana sudah sangat luas dan dampaknya berskala besar.
Penetapan bencana nasional dianggap penting agar pintu bantuan internasional dapat terbuka lebih cepat dan tertata.
Ia menegaskan bahwa seluruh ormas Islam wajib:
Selawat Badar sebagai Penutup: Doa untuk Negeri dan Umat Acara ditutup dengan pembacaan Selawat Badar oleh para habaib dan ulama, sebagai doa agar Indonesia dijauhkan dari bencana, disatukan dalam kebaikan, dan diberkahi oleh Allah SWT.
Habib Rizieq juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, pemerintah pusat dan daerah yang mempermudah jalannya acara serta memastikan bahwa Reuni 212 tetap berada dalam koridor dakwah dan persatuan, bukan politik praktis.
Ia menegaskan bahwa seluruh ormas Islam wajib:
- mengumpulkan donasi,
- mengirim relawan,
- membuka dapur umum,
- memetakan wilayah terdampak agar bantuan merata.
Duka Sumatera adalah duka seluruh Indonesia. Tidak boleh ada seorang pun yang menertawakan musibah. Itu bukan akhlak orang beriman.
Selawat Badar sebagai Penutup: Doa untuk Negeri dan Umat Acara ditutup dengan pembacaan Selawat Badar oleh para habaib dan ulama, sebagai doa agar Indonesia dijauhkan dari bencana, disatukan dalam kebaikan, dan diberkahi oleh Allah SWT.
Habib Rizieq juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, pemerintah pusat dan daerah yang mempermudah jalannya acara serta memastikan bahwa Reuni 212 tetap berada dalam koridor dakwah dan persatuan, bukan politik praktis.
Reuni 212 adalah gerakan aman, damai, dan religius. Ini ruang dakwah, bukan panggung politik. Yang hadir di sini berasal dari berbagai kelompok, namun bersatu dalam semangat persaudaraan.
(as)
#Reuni212 #RevolusiAkhlak #AntiKorupsi #SolidaritasSumatera #Monas2025 #212Jakarta #UmatBersatu

