Gelombang Penolakan Kedatangan Muwafiq ke Kalbar Terus Meluas


Fatahillah313, KALBAR - Rencana kedatangan tokoh PWI-LS, KH. Muwafiq, ke Pontianak untuk mengisi Ceramah Kebangsaan dalam rangka Hari Santri Nasional 2025 menuai gelombang penolakan luas dari berbagai elemen masyarakat Kalimantan Barat.

Acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Rumah Adat Melayu Kalbar pada Rabu, 5 November 2025, dan dihadiri sejumlah tokoh keagamaan serta pejabat daerah. 
Namun, menjelang hari pelaksanaan, sejumlah organisasi dan masyarakat menegaskan sikap tegas mereka: 
menolak kehadiran Muwafiq di Bumi Khatulistiwa.


Aksi Penolakan Meluas di Kalbar 

Penolakan terhadap kedatangan Muwafiq pertama kali disuarakan oleh Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu, yang menilai ceramah-ceramah Muwafiq sebelumnya telah menyinggung dan dianggap melecehkan Nabi Muhammad SAW serta keluarga beliau.

Menurut keterangan yang dihimpun, sejumlah perwakilan ormas Islam, tokoh masyarakat, dan santri dari berbagai daerah di Kalbar telah menyampaikan aspirasi mereka baik melalui media sosial maupun surat terbuka kepada pihak panitia penyelenggara.
Kami tidak ingin sosok yang pernah mengucapkan hal-hal yang menghina Rasulullah SAW hadir dan berbicara di tanah Kalimantan Barat,
ujar salah satu perwakilan Aliansi saat dikonfirmasi, Rabu (29/10/2025). 
Ia menegaskan bahwa umat Islam di Kalbar sangat menghormati ulama dan santri, namun tetap menolak keras apabila terdapat tokoh yang dinilai merendahkan simbol-simbol agama.


Respons Panitia dan Pihak Terkait 

Sementara itu, pihak panitia penyelenggara peringatan Hari Santri Nasional masih belum memberikan pernyataan resmi terkait desakan pembatalan kedatangan Muwafiq. 
Beberapa sumber internal menyebutkan, panitia tengah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan tokoh masyarakat untuk mencari jalan terbaik agar situasi tetap kondusif.

Pihak kepolisian juga dikabarkan telah memantau dinamika di lapangan dan mengimbau masyarakat agar menyampaikan aspirasi secara tertib tanpa menimbulkan gangguan keamanan.


Gelombang Penolakan di Media Sosial 

Selain aksi nyata di lapangan, media sosial pun dipenuhi seruan penolakan terhadap kehadiran Muwafiq. 
Tagar seperti #TolakMuwafiqKePontianak dan #JagaKehormatanNabi ramai digunakan oleh warganet Kalimantan Barat. 
Beberapa akun komunitas Islam lokal juga menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mengedepankan cara-cara damai dalam menyampaikan sikap mereka.


Latar Belakang Kontroversi 

Nama Muwafiq sendiri bukan kali pertama menjadi sorotan publik. Beberapa tahun terakhir, potongan video ceramahnya yang berisi pernyataan dianggap menghina Nabi Muhammad SAW dan istri beliau sempat viral di berbagai platform digital. 
Meski telah memberikan klarifikasi, sebagian masyarakat menilai pernyataan itu tetap melukai perasaan umat Islam.

Kini, menjelang Hari Santri Nasional 2025, isu lama tersebut kembali mencuat, memantik gelombang reaksi keras dari masyarakat yang menolak kehadirannya di Pontianak.


Rencana kedatangan Gus. Muwafiq ke Pontianak dalam acara Hari Santri Nasional 2025 kini diwarnai protes besar-besaran. 
Aliansi umat Islam di Kalimantan Barat menyuarakan aspirasi mereka agar acara tersebut ditinjau ulang, sementara pihak panitia diminta bijak dalam merespons situasi yang berkembang.

Meski perbedaan pandangan merupakan hal wajar, publik berharap agar seluruh pihak tetap menjaga kedamaian dan menghormati nilai-nilai keagamaan di tengah momentum peringatan Hari Santri Nasional.



(as)
#TolakMuwafiq #HariSantri2025 #Pontianak #UmatIslamKalbar #BeritaKalbar #SiaranKalbar