Ribuan Umat Islam Geruduk Polsek Winongan Usai Makam Keluarga Habaib Dirusak

Fatahillah313, Jakarta - Pasuruan kembali memanas. Rabu (1/10/2025) siang, ribuan umat Islam tumpah ruah ke Polsek Winongan, Kabupaten Pasuruan. 
Mereka datang bersama para habaib, ulama, dan tokoh masyarakat, menuntut keadilan atas insiden perusakan makam keluarga habaib di Dusun Serambi, Desa Winongan Kidul.

Aksi ini dipimpin langsung oleh Habib Abubakar Assegaf. Massa menuntut agar aparat kepolisian segera menangkap para pelaku yang disebut-sebut terkait dengan kelompok PWI-LS.


Makam Keluarga Habaib Jadi Sasaran Vandalisme 

Peristiwa memilukan ini terjadi Rabu pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Sejumlah makam suci keluarga habaib dirusak secara brutal, di antaranya:

  • Makam Habib Abdul Kadir bin Umar al Hadar
  • Makam Habib Abdul Kadir bin Hasyim bin Muhammad bin Umar al Hadar
  • Makam Syarifah Khotijah binti Achmad al Habsyi
  • Makam Habib Mustofa bin Abdullah al Hadar
  • Serta beberapa makam keluarga habaib lainnya.

Kerusakan itu meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan umat Islam. Cara-cara yang digunakan mengingatkan publik pada metode PKI sebelum 1965, ketika mereka dikenal sangat membenci ulama, habaib, dan orang-orang saleh.



Laporan Resmi: Kerugian Ditaksir Rp 80 Juta

Perusakan ini pertama kali dilaporkan oleh Sayyid Hasan Fahmi (29), warga Desa Bandaran, Kecamatan Winongan. 
Ia mengaku kaget saat berziarah dan mendapati makam keluarganya sudah hancur.
Setelah ziarah, saya mendapati kondisi makam keluarga sudah rusak parah. Karena itu saya melaporkannya ke pihak kepolisian,” ujar Fahmi.


Laporan tersebut sudah diterima Polsek Winongan dengan nomor registrasi STPL/13/X/2025/Polsek Winongan. 
Kerugian akibat aksi biadab ini diperkirakan mencapai Rp 80 juta.

Polsek Winongan menyatakan kasus ini disangkakan dengan Pasal 179 jo 170 KUHP tentang pengrusakan, dan memastikan penyelidikan berjalan serius.


Dugaan Keterlibatan PWI-LS & Klaim Nasab Palsu

Menurut kesaksian warga, aksi vandalisme diduga dilakukan oleh kelompok yang dikomandoi Cak UD dkk, berafiliasi dengan PWI-LS, sebuah kelompok yang berada di bawah kendali Imaduddin bin Sarmana bin Arsa.

Imaduddin, pria asal Banten, selama ini dikenal memiliki ambisi besar untuk diakui sebagai keturunan Walisongo dan bahkan dzurriyah Nabi Muhammad SAW. 
Namun, klaim tersebut ditolak mentah-mentah oleh Rabithah Alawiyah dan seluruh naqobah asyraf resmi dunia.

Fakta otentik menunjukkan bahwa ayah kandung Imad adalah Sarmana bin Arsa, bukan bagian dari nasab Sultan Hasanuddin Banten atau Walisongo.

Motif iri dan dendam terhadap kemuliaan nasab habaib diyakini menjadi faktor utama perusakan makam ini. Imad dan kelompoknya selama ini gencar memfitnah dzurriyah Rasulullah ﷺ.


Umat Islam Murka, Desak Polisi Bertindak


Tegas Ribuan warga yang mendatangi Polsek Winongan mendesak agar aparat tidak main-main dalam menangani kasus ini. 
Mereka menuntut pelaku segera ditangkap dan diproses hukum, agar tidak muncul konflik horizontal di masyarakat.
Ini bukan sekadar pengrusakan benda mati. Ini penistaan terhadap kehormatan habaib dan ulama. Polisi harus tegas!” seru salah satu tokoh masyarakat di lokasi.


Masyarakat menegaskan bahwa makam habaib adalah simbol kesucian, sejarah, dan warisan spiritual. Mereka berharap aparat menjaga keamanan dan memastikan insiden serupa tidak terulang.

Polsek Winongan menyatakan akan segera menindaklanjuti laporan dan melakukan pengusutan menyeluruh.


(as)
#MakamHabaib #PasuruanBerduka #GerudukPolsek #HabibAssegaf #PWI_LS #RabithahAlawiyah #DzurriyahRasulullah #UmatIslamBersatu #PerusakanMakam #KeadilanUntukHabaib