Prof. Din Syamsudin: Waspadai Rekayasa Politik di Balik Kekacauan untuk Menjatuhkan Presiden!


Fatahillah313, Jakarta - Suasana malam Maulid Akbar 1447 H di Markaz FPI, Petamburan, Jakarta, terasa penuh semangat spiritual sekaligus sarat dengan pesan politik kebangsaan. Ribuan jamaah, tokoh umat, dan aktivis Islam dari berbagai ormas tumpah ruah menyambut peringatan kelahiran Nabi Muhammad ﷺ. Lantunan shalawat bergema, diselingi yel-yel perjuangan: “Bela Palestina! Selamatkan Gaza! Merdekakan Palestina! Stop Genosida!”

Di tengah gegap gempita itu, Prof. Dr. Din Syamsudin.  Ketua Komite Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina, naik ke podium dengan suara lantang. Pesan utamanya jelas dan tegas: umat Islam harus waspada terhadap rekayasa politik yang tengah dimainkan untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.




Doa untuk Palestina dan Luka yang Tak Pernah Sembuh

Dalam pembukaan ceramahnya, Prof. Din menyinggung derita panjang rakyat Palestina. Ia menuturkan kisah pahit penjajahan, genosida, dan penderitaan yang seolah tak ada habisnya. Namun, ia juga menegaskan bahwa bangsa Indonesia tak tinggal diam.
“Alhamdulillah, Indonesia telah membantu Palestina. Dan di hadapan saudara-saudara kita dari Palestina yang hadir di sini, kita panjatkan doa tulus: Semoga Allah segera memberi kemenangan, kemerdekaan, dan keadilan bagi Palestina.”

Suasana berubah haru ketika jamaah serentak mengangkat tangan, melafalkan doa bersama, membubuhkan tekad bahwa “Palestina Merdeka adalah harga mati!”


Menyinggung Kekerasan Sosial: Dari Gedung DPRD yang Dibakar hingga Rakyat yang Jadi Korban


Tak hanya bicara soal Palestina, Prof. Din juga menyoroti kerusuhan sosial yang melanda Indonesia dalam beberapa hari terakhir. Ia menyinggung peristiwa pembakaran gedung DPRD di sejumlah provinsi, hingga kekerasan represif aparat yang merenggut korban dari kalangan rakyat kecil.

Dengan nada getir, beliau menggambarkan bagaimana rakyat jelata ditindas oleh aparat bersenjata.
“Betapa sadis, bengis, dan kejam ketika rakyat dilindas mobil rantis Baracuda. Betapa memilukan ketika mereka yang hanya menyuarakan aspirasi diperlakukan bak musuh negara.”

Kata-katanya mengguncang hati jamaah. Isyarat kuat bahwa ketidakadilan sedang berlangsung di depan mata.


Rekayasa Politik untuk Menjatuhkan Presiden?

Dalam diskusi yang melibatkan berbagai tokoh ormas Islam, Prof. Din mengingatkan adanya kekuatan tersembunyi yang sedang memainkan irama politik.
“Ada yang sedang bermain. Ada rekayasa politik yang bertujuan ganda. Kami meyakini, salah satu tujuannya adalah menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto. Mereka tidak sabar ingin berkuasa.”
Ia menekankan, kelompok ini tak tampak jelas namun gelagatnya sangat kentara. Mereka didukung oleh oligarki dengan dana besar, memanfaatkan krisis ekonomi rakyat, dan menunggangi gerakan mahasiswa serta pemuda.


Bagi orang-orang cerdas, cukup dengan isyarat: ada kelompok yang ingin merebut kekuasaan dengan cara-cara licik.


Seruan Kesabaran, Kewaspadaan, dan Menunggu Perintah Imam Besar

Di hadapan ribuan jamaah, Prof. Din menyerukan umat Islam agar tetap tenang dan tidak terjebak dalam skenario lawan.

"Tokoh tokoh ormas islam, Angkatan Muda Islam, Laskar Laskar Islam, Brigade brigade ormas Islam, agar tenang , sabar dan mampu menahan diri, jangan sampai terjebak kedalam permainan orang lain."
“Umat Islam harus sabar. Jangan sampai ikut menabuh atau mengikuti irama gendang yang dimainkan orang lain. Amati, cermati keadaan. Dan tunggulah perintah Imam Besar.”

Suasana kembali bergemuruh ketika beliau menegaskan bahwa jika NKRI benar-benar diganggu, maka umat Islam tidak boleh berdiam diri.
“Kalau mereka berani merongrong NKRI yang kita cintai ini, maka sebagai bangsa yang mencintai keadilan dan kebenaran, kita tidak boleh tinggal diam! Allahu Akbar!”
Pekikan takbir pun membahana, mengguncang langit Petamburan.


Pesan Berjuang dan Ayat Al-Qur’an

Mengakhiri sambutannya, Prof. Din menyampaikan rasa terima kasih kepada FPI yang konsisten menjaga semangat umat. Lalu, ia menutup dengan firman Allah dalam Surat Al-Anfal ayat 60:
"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi, dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu, serta orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan di jalan Allah, niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu, dan kamu tidak akan dirugikan.”

Ayat itu menjadi penutup yang penuh makna: seruan untuk siaga, berstrategi, dan berjuang di jalan Allah, tanpa pernah lelah menghadapi rekayasa jahat musuh.


Antara Spirit Maulid dan Tantangan Kebangsaan

Peringatan Maulid Nabi di Markaz FPI bukan sekadar ritual religius. Ia menjelma menjadi momentum peringatan moral, dakwah kebangsaan, sekaligus alarm kewaspadaan politik.

Prof. Din Syamsudin mengingatkan bahwa sejarah Islam selalu penuh ujian: dari luar maupun dari dalam. Kini, ujian itu datang berupa rekayasa politik, yang bisa menjerumuskan bangsa ke dalam konflik horizontal dan kejatuhan kepemimpinan nasional.

Namun, di tengah semua itu, umat Islam diminta tetap sabar, cerdas, dan setia menunggu komando dari Imam Besar. Satu pesan inti mengkristal malam itu: Islam adalah kekuatan moral bangsa, dan umat Islam harus menjadi penjaga keadilan, bukan korban permainan politik.


(Ahmad Saugi)
#DinSyamsudin #MaulidAkbar1447H #Petamburan #FPI #BewarePoliticalEngineering #RekayasaPolitik #SelamatkanNKRI #PresidenPrabowo #BelaPalestina #StopGenosida #AllahuAkbar #UmatIslamBersatu #ImamBesar #AliansiBelaPalestina