Drama Reshuffle: Budi Arie Unfollow Instagram Presiden Prabowo, Netizen Heboh


Fatahillah313, Jakarta - Drama politik kerap melahirkan cerita sampingan yang tak kalah menarik dari isu utama. Begitulah yang terjadi pasca perombakan Kabinet Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu nama yang tersorot adalah Budi Arie Setiadi, eks Menteri Koperasi dan UKM, yang dicopot dari kursinya pada Senin (8/9/2025). Namun yang membuat heboh publik bukan hanya pencopotannya, melainkan aksi kocak sekaligus emosional Budi Arie di media sosial: unfollow akun Instagram Presiden Prabowo Subianto.


Dari Menteri ke Mantan: Kursi Digantikan Ferry Juliantono

Posisi Budi Arie kini resmi digantikan oleh Ferry Juliantono, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Koperasi. Pergantian ini merupakan bagian dari reshuffle Kabinet Merah Putih yang disebut-sebut sebagai strategi konsolidasi kekuasaan Presiden Prabowo di tahun pertamanya memimpin.

Saat ditanya awak media soal pencopotan mendadaknya, Budi Arie mengaku tidak mengetahui lebih awal kabar reshuffle tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa hak prerogatif sepenuhnya ada di tangan Presiden, sehingga dirinya “menerima dengan legowo”. Meski demikian, gestur yang kemudian terjadi di media sosial seolah menceritakan sisi emosional yang berbeda.


Aksi "Unfollow" yang Tertangkap Basah

Pada Selasa (9/9/2025), publik mendapati akun Instagram resmi milik Budi Arie, @budiariesetiadi, berhenti mengikuti akun @prabowo. Fakta ini pertama kali dibagikan akun X (Twitter) @IndoPopBase pukul 11.16 WIB.

Menurut pantauan warganet, jumlah akun yang diikuti Budi Arie sebelumnya 98, lalu berkurang menjadi 97 setelah aksi unfollow. Tak ada lagi nama @prabowo dalam daftar following. Artinya, Budi Arie benar-benar sempat menekan tombol “berhenti mengikuti”.

Namun, drama ini tak berlangsung lama. Sekitar tiga jam setelah viral di X, akun Budi Arie kembali mengikuti @prabowo. Jumlah following pun kembali ke angka semula: 98.


Reaksi Publik: Dari Satir Hingga Meme

Momen singkat unfollow-follow kembali itu langsung menjadi bahan guyonan di dunia maya. Cuitan @IndoPopBase mencatat lebih dari dua juta tayangan, disertai 23 ribu likes dan ribuan komentar.

Beragam respons warganet bermunculan, mulai dari sindiran satir, plesetan layaknya hubungan asmara, hingga komentar nyinyir:
    • “Day 1 diputusin.”
    • “Ngambek dulu bentar, terus inget kalo masih perlu liat update kerjaan penggantinya.”
    • “Baru juga unfoll, belum sampe blokir. Kayak pacar lagi cekcok.”
    • “Udah kayak cewek ngambek, sejam sekali masih kepo.”

Fenomena ini menunjukkan betapa setiap gestur elite politik kini diawasi dengan ketat di ruang digital. Publik tak hanya menyoroti kebijakan, tapi juga interaksi kecil di media sosial yang bisa dimaknai sebagai simbol hubungan personal dan politik.


Politik, Media Sosial, dan Simbol

Kasus Budi Arie menjadi contoh nyata bagaimana politik modern tak lagi sebatas ruang sidang atau istana, melainkan juga panggung media sosial. Satu klik unfollow mampu memicu interpretasi luas: apakah tanda sakit hati, bentuk protes halus, atau sekadar reaksi spontan?

Meski akhirnya ia kembali mengikuti akun Presiden, drama kecil ini sudah telanjur jadi konsumsi publik. Di era digital, setiap tindakan pejabat publik, bahkan sekecil unfollow, dapat dianggap sebagai sinyal politik.


Reshuffle kabinet seharusnya menjadi isu serius soal arah pemerintahan, efisiensi birokrasi, dan distribusi kekuasaan. Namun, dalam kasus Budi Arie, sorotan justru bergeser ke urusan tombol “follow” di Instagram. Bagi warganet, kejadian ini bukan sekadar gosip ringan, tapi cermin bagaimana pejabat pun tak lepas dari ekspresi emosional yang terlihat jelas di ruang digital.

Apakah aksi unfollow ini sekadar kekhilafan sesaat, atau simbol dari hubungan yang mulai renggang antara Budi Arie dan Presiden Prabowo? Waktu yang akan menjawab.

(as)
#BudiArie #Reshuffle #Prabowo #DramaPolitik