Capek Lihat Roy Suryo Berdebat, Eros Djarot Desak Gibran Tunjukkan Ijazah: “Kalau Tak Bisa, Mundur Saja!


Fatahillah313, Jakarta - Polemik ijazah Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terus menjadi sorotan publik. 
Perdebatan yang tak kunjung selesai ini memancing komentar tajam dari budayawan sekaligus politikus senior, Eros Djarot. 
Ia dengan tegas meminta Gibran untuk berani tampil di depan publik dan menunjukkan dokumen ijazahnya. 
Bila tidak, Eros menyarankan putra sulung Jokowi itu untuk mundur dari jabatannya demi menjaga kehormatan bangsa.


Polemik Ijazah yang Tak Kunjung Usai

Sejak beberapa tahun terakhir, isu seputar keabsahan ijazah Presiden Jokowi menjadi perdebatan sengit. 
Tokoh publik seperti Roy Suryo bahkan menjadikan isu ini bahan kritik berkepanjangan. 
Alih-alih mereda, kini polemik tersebut juga melebar ke ijazah Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI mendampingi Presiden Prabowo Subianto.

Bagi Eros Djarot, kasus ini tidak seharusnya berlarut-larut. Menurutnya, masalah bisa selesai secara sederhana jika Jokowi dan Gibran secara terbuka menunjukkan ijazah asli kepada publik.
Mulailah dengan cara sederhana, Pak Jokowi tampil, supaya Roy Suryo juga berhenti. Capek juga kita lihat itu,” ujarnya dalam wawancara dengan kanal YouTube Abraham Samad, Senin (22/9/2025).


Kritik Langsung kepada Jokowi dan Gibran

Eros mengaku heran dengan sikap Jokowi yang hingga kini terkesan menghindari desakan publik. Ia menilai, jika memang memiliki ijazah asli, tidak ada alasan untuk tidak memperlihatkannya.
Apa sih susahnya? Saya juga nggak ngerti, Mas Jokowi. Apa sih susahnya ngelihatin ijazah kok susah banget,” katanya dengan nada kecewa.

Sorotan kemudian diarahkan kepada Gibran. Sebagai Wakil Presiden termuda dalam sejarah RI, Gibran seharusnya memberikan teladan keterbukaan. Namun hingga kini, dokumen akademiknya masih menjadi bahan pertanyaan.
Mas Gibran, tampil dong, ‘ini ijazah saya.’ Kalau enggak, berarti memang kamu nggak punya ijazah. Kok susah amat sih,” tegas Eros.

Desakan untuk Mundur demi Kehormatan

Lebih jauh, Eros memberikan saran keras kepada Gibran. Jika memang tidak bisa membuktikan keabsahan ijazahnya, maka langkah terhormat adalah mengundurkan diri dari jabatan Wakil Presiden.
Kalau saya jadi Mas Gibran, lebih baik mundur menurut saya,” ungkapnya.

Eros bahkan menyinggung keteladanan Wakil Presiden pertama RI, Mohammad Hatta, yang pernah berani meletakkan jabatan demi menjaga integritas. 
Ia berharap Gibran mampu mengambil sikap yang sama agar tidak terus menjadi sasaran kritik masyarakat.
Mas Gibran sampeyan masih muda, mbok ya udah daripada nanti diblejeti semua, mbok ya mundur, lebih terhormat, banyak yang berterima kasih,” tambah Eros.


Resonansi dengan Suara Ulama dan Publik

Pernyataan Eros Djarot datang di tengah derasnya kritik dari berbagai kalangan, termasuk ulama, akademisi, dan masyarakat sipil, yang akhir-akhir ini semakin vokal menyoroti isu ijazah Jokowi dan Gibran.

Dalam sebuah forum ulama di Surabaya, bahkan disuarakan desakan agar aparat hukum mengusut dugaan ijazah palsu Jokowi serta mempertimbangkan pemakzulan Gibran karena pencalonannya dinilai cacat hukum.

Kritik yang datang bertubi-tubi ini menegaskan bahwa persoalan ijazah bukan lagi sekadar isu personal, melainkan menyangkut integritas kepemimpinan nasional.


Polemik ijazah Jokowi dan Gibran kini bukan hanya soal dokumen akademik, tetapi sudah menjelma menjadi krisis kepercayaan publik terhadap elite politik. 
Desakan Eros Djarot agar Gibran menunjukkan ijazah atau mundur mencerminkan keresahan banyak pihak.

Jika transparansi tidak segera dilakukan, bukan hanya Jokowi dan Gibran yang akan kehilangan wibawa, tetapi juga citra kepemimpinan Indonesia di mata rakyat dan dunia internasional.

(as)
#ErosDjarot #GibranRakabuming #IjazahJokowi #IjazahGibran #RoySuryo #PolemikPolitik #Wapres #KrisisKepercayaan #BeritaNasional #PolitikIndonesia