Gempa Magnitudo 4,9 Guncang Bekasi dan Sekitarnya, Getaran Terasa Hingga Jakarta dan Depok

Fatahillah313, Jakarta, 20 Agustus 2025 – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu malam, 20 Agustus 2025, pukul 19.54 WIB. Getaran gempa tidak hanya dirasakan di Bekasi, tetapi juga menjalar hingga wilayah Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Kota Depok.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat, tepatnya di koordinat 6,39 Lintang Selatan dan 107,09 Bujur Timur, atau sekitar 14 kilometer tenggara Kabupaten Bekasi. Gempa terjadi pada kedalaman dangkal, yaitu 10 kilometer, sehingga guncangannya terasa cukup jelas meski magnitudonya terbilang menengah.

Getaran Dirasakan Masyarakat
Sejumlah warga di Bekasi dan sekitarnya melaporkan merasakan getaran cukup kuat selama beberapa detik. Di media sosial, warganet membagikan pengalaman mereka saat merasakan gempa. Beberapa menyebutkan perabot rumah tangga bergetar, lampu gantung bergoyang, bahkan ada yang sempat berlari keluar rumah karena panik.
“Awalnya saya kira hanya truk besar lewat, tapi ternyata gempa. Getarannya cukup kuat, sampai pintu dan jendela bergetar,” ujar Rina (34), warga Jatiasih, Bekasi, ketika ditemui usai gempa.
Di wilayah Jakarta, getaran dilaporkan terasa lemah hingga sedang. Seorang warga di kawasan Jakarta Selatan mengaku merasakan kursinya bergeser halus. Sementara itu, warga Depok juga menyebutkan gempa sempat membuat sebagian orang keluar rumah meski hanya berlangsung sebentar.

Tidak Berpotensi Tsunami
BMKG menegaskan bahwa gempa bumi yang terjadi pada malam hari ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami, mengingat pusat gempa berada di daratan dan kekuatannya tidak terlalu besar.
“Hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan maupun korban akibat gempa Bekasi. Namun kami imbau masyarakat tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan mengikuti informasi resmi BMKG,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.
Kajian Awal Penyebab Gempa
Meski masih dilakukan analisis lebih lanjut, BMKG menduga gempa dipicu oleh aktivitas sesar lokal di wilayah Bekasi dan sekitarnya. Wilayah Jawa Barat, termasuk Bekasi, memang dilalui beberapa struktur geologi aktif yang sewaktu-waktu dapat memicu gempa bumi tektonik.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa gempa dengan kedalaman dangkal di kawasan darat biasanya disebabkan oleh aktivitas patahan aktif. 
“Karena pusat gempa dangkal, getarannya lebih mudah dirasakan masyarakat meski magnitudo tidak terlalu besar,” katanya.
Imbauan Kesiapsiagaan
Menyikapi kejadian ini, BMKG kembali mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana gempa bumi. Beberapa di antaranya adalah memastikan bangunan rumah memenuhi standar tahan gempa, mengenali jalur evakuasi, serta tidak mudah percaya pada hoaks terkait prediksi gempa.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi juga telah menyiagakan petugas untuk memantau kemungkinan dampak gempa, seperti retakan bangunan atau infrastruktur publik yang rusak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerugian material maupun korban jiwa.

Gempa Sebelumnya di Jabodetabek
Peristiwa ini kembali mengingatkan warga Jabodetabek bahwa kawasan perkotaan padat penduduk juga memiliki potensi rawan gempa. Sebelumnya, pada awal tahun 2024, guncangan gempa magnitudo 5,0 sempat dirasakan di wilayah Jakarta akibat aktivitas sesar di laut Jawa.

(as)

#GempaBekasi #BMKG #MitigasiBencana #Jakarta #Depok