DJOHARI ZEIN: DARI KESUKSESAN BISNIS MENUJU 99 MASJID

Tak banyak yang mengetahui, di balik kesuksesan besar JNE, ada sosok yang memiliki perjalanan hidup penuh makna dan sarat pelajaran tentang hidayah, keteguhan hati, dan amal jariyah.

Beliau adalah Djohari Zein, seorang pengusaha besar, pendiri JNE, yang di usia senjanya justru semakin aktif menebar manfaat bagi umat melalui pembangunan masjid.

Perjalanan spiritual Djohari Zein tidak terjadi dalam semalam. Ketertarikannya terhadap Islam mulai tumbuh ketika masih duduk di bangku kuliah. Ia melihat sesuatu yang menarik dari teman-temannya yang Muslim: akhlak, kedisiplinan, kepedulian, dan cara mereka menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Dari rasa ingin tahu itulah perjalanan mengenal Islam dimulai. Perlahan, hatinya semakin terbuka hingga akhirnya ia mendapatkan hidayah dan memutuskan untuk menjadi mualaf.

Namun, kisah yang paling menggetarkan justru terjadi ketika ia menunaikan ibadah umrah di Tanah Suci.

Di hadapan Ka'bah, ia berdoa dengan sederhana. Awalnya, hanya satu keinginan yang terlintas dalam hati: ingin membangun sebuah masjid.

Tetapi sepulang dari Tanah Suci, muncul sebuah tekad yang jauh lebih besar.

Bukan hanya satu masjid.

Ia ingin membangun 99 masjid.

Angka itu bukan sekadar target pembangunan, tetapi sebuah cita-cita untuk meninggalkan amal jariyah yang terus mengalir, bahkan ketika dirinya kelak sudah tidak lagi berada di dunia.

Kini, di usia senja, Djohari Zein terus berusaha mewujudkan cita-cita tersebut melalui yayasan yang dibangunnya. Ia memilih menggunakan sebagian energi, waktu, dan hartanya untuk sesuatu yang diyakininya akan menjadi bekal panjang menuju akhirat.

Kisah Djohari Zein memberikan pesan yang sangat dalam:

Kesuksesan sejati bukan hanya tentang seberapa banyak harta yang berhasil dikumpulkan, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu kita tinggalkan.

Gedung bisa runtuh. Harta bisa habis. Jabatan akan berakhir. Tetapi kebaikan yang menjadi amal jariyah dapat terus mengalir selama manusia masih mengambil manfaat darinya.

Masjid yang dibangun hari ini mungkin menjadi tempat seseorang belajar Al-Qur'an, tempat seorang anak mengenal Allah, tempat orang bersujud dalam doa, dan tempat lahirnya kebaikan-kebaikan baru.

Itulah warisan yang jauh lebih mahal daripada sekadar kekayaan.

Hidayah bisa datang kapan saja. Dan selama Allah masih memberikan usia, tidak pernah ada kata terlambat untuk memperbanyak amal terbaik.

Semoga kisah ini menjadi inspirasi bagi kita semua: jangan hanya bertanya, “Apa yang bisa saya miliki?” tetapi mulailah bertanya, “Apa yang bisa saya tinggalkan untuk umat dan menjadi bekal saya di akhirat?”

(he)

#DjohariZein #JNE #KisahInspiratif #DariHidayahMenuju99Masjid #99Masjid #AmalJariyah #HidayahAllah