Fatahillah313, Jakarta, 2 Maret 2026 - Indonesia kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, wafat pada usia 90 tahun.
Prosesi penghormatan terakhir berlangsung khidmat, diiringi doa, kenangan, dan penghormatan dari keluarga, tokoh nasional, serta masyarakat.
Tiba di Rumah Duka, Suasana Haru Selimuti Menteng
Rangkaian Prosesi: Salat Jenazah hingga Pemakaman Militer
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, bukan hanya seorang mantan wakil presiden, tetapi juga teladan kepemimpinan, loyalitas, dan integritas.
(as)
Tiba di Rumah Duka, Suasana Haru Selimuti Menteng
Jenazah almarhum diberangkatkan dari RSPAD Gatot Soebroto dan tiba di rumah duka di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, sekitar pagi hari.
Keluarga dan kerabat menyambut dengan suasana duka yang mendalam.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Tuti Setiawati, serta tujuh orang anak.
Almarhum meninggalkan seorang istri, Tuti Setiawati, serta tujuh orang anak.
Sebelum wafat, beliau menjalani perawatan selama dua pekan akibat penurunan kondisi kesehatan yang dipicu kesulitan makan dan minum hingga menyebabkan dehidrasi.
Try Sutrisno menghembuskan napas terakhir pada pukul 06.58 WIB.
Rangkaian Prosesi: Salat Jenazah hingga Pemakaman Militer
Setelah disemayamkan di rumah duka, jenazah direncanakan untuk disalatkan di Masjid Sunda Kelapa.
Selanjutnya, almarhum akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata dengan prosesi militer sebagai bentuk penghormatan terakhir atas jasa dan pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Sebagai purnawirawan jenderal bintang empat dan tokoh nasional, penghormatan kenegaraan menjadi simbol penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian beliau di bidang militer dan pemerintahan.
Tokoh Nasional Melayat: Kehilangan Sosok Prajurit dan Negarawan
Sebagai purnawirawan jenderal bintang empat dan tokoh nasional, penghormatan kenegaraan menjadi simbol penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian beliau di bidang militer dan pemerintahan.
Tokoh Nasional Melayat: Kehilangan Sosok Prajurit dan Negarawan
Sejumlah tokoh nasional tampak hadir memberikan penghormatan, di antaranya:
Dalam pernyataannya, Wiranto menyebut almarhum sebagai “prajurit sejati” yang mengabdi tanpa pamrih sejak pangkat letnan dua hingga jenderal.
- Wiranto
- Yudian Wahyudi
- Pramono Anung
- Erick Thohir
- Airlangga Hartarto
Dalam pernyataannya, Wiranto menyebut almarhum sebagai “prajurit sejati” yang mengabdi tanpa pamrih sejak pangkat letnan dua hingga jenderal.
Sementara para pejabat lain menekankan karakter beliau yang disiplin, sederhana, tegas, dan selalu mengutamakan kepentingan rakyat.
Jejak Pengabdian: Dari Militer hingga Wakil Presiden
Jejak Pengabdian: Dari Militer hingga Wakil Presiden
Lahir di Surabaya pada 15 November 1935, Try Sutrisno meniti karier panjang di militer hingga menjabat Panglima ABRI.
Ia kemudian dipercaya menjadi Wakil Presiden RI periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto pada masa yang penuh dinamika nasional.
Di masa purnatugas, almarhum tetap aktif dalam kehidupan kebangsaan, termasuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Di masa purnatugas, almarhum tetap aktif dalam kehidupan kebangsaan, termasuk sebagai Wakil Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
Rekan-rekannya mengenang beliau sebagai sosok Pancasilais, disiplin tinggi, dan tidak pernah marah.
Warisan Keteladanan
Warisan Keteladanan
Kesaksian para tokoh menggambarkan satu benang merah:
Try Sutrisno adalah figur yang teguh pada konstitusi, sederhana dalam kehidupan, dan konsisten menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.Bahkan di usia lanjut, semangat pengabdiannya disebut tidak pernah surut.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia, bukan hanya seorang mantan wakil presiden, tetapi juga teladan kepemimpinan, loyalitas, dan integritas.
(as)
#TrySutrisno #BreakingNews #TokohBangsa #IndonesiaBerduka #WapresRI #PahlawanBangsa #PemakamanMiliter #TMPKalibata #BeritaNasional #DukaNasional

