Fatahilllah313, Jakarta, 5 Maret 2026 - Suasana hangat Ramadhan terasa kental di kediaman Buya DR Fikri Bareno di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat.
Pada Kamis sore (5/3/2026), Gerakan Masyarakat Jakarta (GMJ) menggelar acara buka puasa bersama (bukber) yang dirangkai dengan kajian keislaman bertema:
Kegiatan ini berlangsung di Majelis Tadabbur Al Qur’an Buya Fikri Bareno, beralamat di Jl. Petamburan IV No. 39, Jakarta Pusat, mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB.
Ramadhan Bulan Perjuangan!.
Kegiatan ini berlangsung di Majelis Tadabbur Al Qur’an Buya Fikri Bareno, beralamat di Jl. Petamburan IV No. 39, Jakarta Pusat, mulai pukul 15.30 hingga 18.00 WIB.
Selain jamaah majelis dan aktivis GMJ, acara juga dihadiri sejumlah tokoh yang selama ini dikenal aktif dalam diskursus sosial dan politik nasional.
Di antara tamu yang hadir adalah Roy Suryo, tokoh publik sekaligus pakar telematika yang beberapa waktu terakhir banyak disorot karena keterlibatannya dalam polemik terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo.
Di antara tamu yang hadir adalah Roy Suryo, tokoh publik sekaligus pakar telematika yang beberapa waktu terakhir banyak disorot karena keterlibatannya dalam polemik terkait isu ijazah Presiden Joko Widodo.
Turut hadir pula Ustaz Agus Yunanto, yang ikut memberikan pandangan keagamaan dalam forum kajian tersebut.
Ramadhan: Momentum Spiritual dan Perjuangan
Kajian yang digelar menjelang waktu berbuka puasa itu menekankan makna Ramadhan sebagai bulan perjuangan, bukan sekadar ritual ibadah tahunan.
Ramadhan: Momentum Spiritual dan Perjuangan
Kajian yang digelar menjelang waktu berbuka puasa itu menekankan makna Ramadhan sebagai bulan perjuangan, bukan sekadar ritual ibadah tahunan.
Dalam pemaparannya, para pembicara menyoroti bagaimana Ramadhan sejak masa awal Islam selalu identik dengan semangat transformasi spiritual, keberanian moral, dan perjuangan menegakkan kebenaran.
Dalam sejarah Islam, Ramadhan dikenal sebagai bulan yang sarat peristiwa besar, mulai dari turunnya Al-Qur’an hingga berbagai momentum kemenangan umat.
Dalam sejarah Islam, Ramadhan dikenal sebagai bulan yang sarat peristiwa besar, mulai dari turunnya Al-Qur’an hingga berbagai momentum kemenangan umat.
Nilai-nilai inilah yang menurut para peserta kajian perlu dihidupkan kembali dalam konteks kehidupan modern.
Bagi jamaah yang hadir, perjuangan tidak selalu bermakna fisik atau konfrontatif.
Bagi jamaah yang hadir, perjuangan tidak selalu bermakna fisik atau konfrontatif.
Sebaliknya, perjuangan juga dapat berbentuk keteguhan menjaga integritas, keberanian menyampaikan kebenaran, dan konsistensi memperjuangkan nilai-nilai keadilan di tengah masyarakat.
Ustaz Agus dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan madrasah spiritual yang melatih umat untuk mengendalikan diri, menata niat, dan memperkuat keberpihakan kepada kebenaran.
BACA JUGA:
Ustaz Agus dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Ramadhan merupakan madrasah spiritual yang melatih umat untuk mengendalikan diri, menata niat, dan memperkuat keberpihakan kepada kebenaran.
Ramadhan adalah momentum muhasabah dan perjuangan batin. Dari sinilah lahir keberanian moral untuk memperjuangkan keadilan,
ujar salah satu pembicara dalam forum tersebut.
BACA JUGA:
Diskursus Publik: Isu Ijazah Jokowi Kembali Dibahas
Selain kajian keislaman, forum ini juga menjadi ruang diskusi terbuka mengenai isu kebangsaan yang tengah menjadi perbincangan di masyarakat.
Salah satu topik yang mencuat adalah polemik terkait dugaan ijazah palsu Presiden Joko Widodo, sebuah isu yang belakangan kembali menjadi perhatian publik.
Dalam diskusi tersebut, Roy Suryo disebut sedang memperjuangkan klarifikasi dan pembuktian terkait isu tersebut.
Dalam diskusi tersebut, Roy Suryo disebut sedang memperjuangkan klarifikasi dan pembuktian terkait isu tersebut.
Para peserta kajian menyampaikan harapan agar proses yang berlangsung dapat menemukan kejelasan secara objektif dan transparan.
Di tengah diskusi, sebagian jamaah juga menyampaikan dukungan moral kepada Roy Suryo dalam upayanya mengungkap apa yang mereka sebut sebagai bagian dari perjuangan mencari kebenaran.
Suasana forum sempat bergema dengan seruan takbir dari sebagian peserta:
Seruan tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan dukungan moral terhadap perjuangan yang tengah dilakukan tokoh tersebut.
Majelis Tadabbur Al Qur’an: Ruang Dialog Spiritual dan Sosial
Acara yang berlangsung di majelis yang diasuh oleh Ustad DR Fikri Bareno ini memang dikenal tidak hanya sebagai tempat kajian tafsir Al-Qur’an, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan perspektif keagamaan dengan dinamika sosial dan kebangsaan.
Majelis ini secara rutin mengadakan kajian yang mengajak jamaah untuk menafsirkan Al-Qur’an dalam konteks kehidupan nyata, termasuk dalam menghadapi tantangan moral, sosial, dan politik di Indonesia.
Melalui kegiatan seperti bukber dan kajian tematik Ramadhan, majelis ini berupaya membangun kesadaran bahwa agama tidak hanya berbicara tentang ibadah personal, tetapi juga tanggung jawab sosial.
Ramadhan dan Spirit Aktivisme Sosial
Tema “Ramadhan Bulan Perjuangan” dipilih bukan tanpa alasan. Para penyelenggara menilai bahwa bulan suci ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.
Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih manusia untuk menahan ego, melawan ketidakadilan, dan memperjuangkan kebenaran.
Dalam konteks Indonesia yang dinamis, diskursus seperti ini dianggap penting untuk menjaga ruang dialog publik yang sehat antara tokoh agama, masyarakat sipil, dan figur publik.
Buka Puasa dan Kebersamaan
Menjelang waktu Maghrib, acara ditutup dengan doa bersama.
Di tengah diskusi, sebagian jamaah juga menyampaikan dukungan moral kepada Roy Suryo dalam upayanya mengungkap apa yang mereka sebut sebagai bagian dari perjuangan mencari kebenaran.
Suasana forum sempat bergema dengan seruan takbir dari sebagian peserta:
“Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!”
Seruan tersebut mencerminkan semangat solidaritas dan dukungan moral terhadap perjuangan yang tengah dilakukan tokoh tersebut.
Majelis Tadabbur Al Qur’an: Ruang Dialog Spiritual dan Sosial
Acara yang berlangsung di majelis yang diasuh oleh Ustad DR Fikri Bareno ini memang dikenal tidak hanya sebagai tempat kajian tafsir Al-Qur’an, tetapi juga ruang dialog yang mempertemukan perspektif keagamaan dengan dinamika sosial dan kebangsaan.
Majelis ini secara rutin mengadakan kajian yang mengajak jamaah untuk menafsirkan Al-Qur’an dalam konteks kehidupan nyata, termasuk dalam menghadapi tantangan moral, sosial, dan politik di Indonesia.
Melalui kegiatan seperti bukber dan kajian tematik Ramadhan, majelis ini berupaya membangun kesadaran bahwa agama tidak hanya berbicara tentang ibadah personal, tetapi juga tanggung jawab sosial.
Ramadhan dan Spirit Aktivisme Sosial
Tema “Ramadhan Bulan Perjuangan” dipilih bukan tanpa alasan. Para penyelenggara menilai bahwa bulan suci ini memiliki potensi besar untuk menggerakkan kesadaran kolektif masyarakat.
Puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga melatih manusia untuk menahan ego, melawan ketidakadilan, dan memperjuangkan kebenaran.
Dalam konteks Indonesia yang dinamis, diskursus seperti ini dianggap penting untuk menjaga ruang dialog publik yang sehat antara tokoh agama, masyarakat sipil, dan figur publik.
Buka Puasa dan Kebersamaan
Menjelang waktu Maghrib, acara ditutup dengan doa bersama.
Para peserta kemudian berbuka puasa bersama dalam suasana kebersamaan yang hangat.
Hidangan sederhana tersaji di tengah jamaah yang duduk bersila di majelis.
Hidangan sederhana tersaji di tengah jamaah yang duduk bersila di majelis.
Momen tersebut menjadi simbol persatuan dan ukhuwah di antara peserta yang datang dari berbagai latar belakang.
Bukber ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan juga menjadi ruang pertemuan antara spiritualitas, intelektualitas, dan aktivisme sosial.
Menjaga Ruang Diskusi di Bulan Suci
Acara yang digelar GMJ ini menunjukkan bagaimana Ramadhan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus dialog terbuka mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus bergerak, forum-forum seperti ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara spiritualitas, kebebasan berpikir, dan tanggung jawab moral.
Ramadhan, sebagaimana diangkat dalam tema kajian tersebut, tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan perjuangan untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
(as)
#BukberGMJ #RamadhanBulanPerjuangan #MajelisTadabburQuran #RoySuryo #KajianRamadhan #GerakanMasyarakatJakarta #JakartaPusat #SpiritRamadhan
Bukber ini bukan sekadar agenda sosial, melainkan juga menjadi ruang pertemuan antara spiritualitas, intelektualitas, dan aktivisme sosial.
Menjaga Ruang Diskusi di Bulan Suci
Acara yang digelar GMJ ini menunjukkan bagaimana Ramadhan dapat menjadi momentum refleksi sekaligus dialog terbuka mengenai berbagai isu yang berkembang di masyarakat.
Di tengah dinamika politik dan sosial yang terus bergerak, forum-forum seperti ini menjadi penting untuk menjaga keseimbangan antara spiritualitas, kebebasan berpikir, dan tanggung jawab moral.
Ramadhan, sebagaimana diangkat dalam tema kajian tersebut, tidak hanya menjadi bulan ibadah, tetapi juga bulan perjuangan untuk memperjuangkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
(as)
#BukberGMJ #RamadhanBulanPerjuangan #MajelisTadabburQuran #RoySuryo #KajianRamadhan #GerakanMasyarakatJakarta #JakartaPusat #SpiritRamadhan


